Brad Binder Soal Insiden Darryn Binder: Konsekuensinya Memang Ekstrem

Anindhya Danartikanya | 11 November 2021, 15:45
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo)
Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM Images/Rob Gray (Polarity Photo)

Bola.net - Seperti yang diketahui, para pembalap MotoGP punya pendapat yang pro kontra soal tabrakan kontroversial Moto3 Algarve yang melibatkan Darryn Binder dan Dennis Foggia. Brad Binder selaku kakak Darryn, juga mengaku sulit menilai insiden itu. Hal ini ia sampaikan via Corsedimoto, Kamis (11/11/2021).

Kala itu, Foggia sedang berebut gelar dunia dengan Pedro Acosta. Tiba di Algarve, Foggia tertinggal 21 poin. Sama kuat berduel demi kemenangan, ada kans perebutan gelar berlanjut di Seri Valencia. Namun, kontroversi terjadi pada awal lap terakhir, di mana Acosta memimpin sementara Foggia ada di posisi kedua.

Darryn hendak menyalip Sergio Garcia yang ada di posisi ketiga dari jalur dalam, namun justru menabrak bagian belakang motor Foggia. Foggia dan Garcia jatuh dan gagal finis, sementara Acosta menang dan mengunci gelar. Darryn yang melewati garis finis di posisi keempat akhirnya didiskualifikasi oleh FIM Stewards.

1 dari 2 halaman

Lap Terakhir Moto3 Memang Gila

Insiden Darryn Binder dan Dennis Foggia di Moto3 Algarve 2021. (c) Leopard Racing

Insiden Darryn Binder dan Dennis Foggia di Moto3 Algarve 2021. (c) Leopard Racing

Usai balap, Darryn pergi ke garasi Leopard Racing untuk minta maaf. Sesampainya di sana, ia diusir. Darryn juga dapat hujatan dari warganet di berbagai media sosial, apalagi tahun depan ia akan melompat langsung dari Moto3 ke MotoGP dengan Petronas SRT yang akan berganti menjadi WithU Yamaha RNF MotoGP Team.

Uniknya, para pembalap MotoGP punya sudut pandang yang berbeda-beda. Tak sedikit yang iba baik kepada Foggia maupun Darryn. Beberapa di antaranya adalah Pecco Bagnaia, Joan Mir, Jack Miller, Franco Morbidelli, dan Valentino Rossi. Brad Binder, yang merupakan juara Moto3 2016, juga punya opini senada.

"Pada lap terakhir sebuah balapan Moto3, semua orang bertarung gila-gilaan demi posisi yang baik. Semua ingin menang, dan ini sangat disayangkan. Darryn tampaknya terlalu terlambat mengerem di Tikungan 3. Di sisi lain, pembalap lain mengerem lebih keras. Mereka kemudian bertabrakan," ungkap Brad menganalisa.

2 dari 2 halaman

Semua Pembalap Tak Pernah Mau Saling Mencelakai

Darryn Binder dan Dennis Foggia (c) Petronas SRT, Leopard Racing

Darryn Binder dan Dennis Foggia (c) Petronas SRT, Leopard Racing

Menurut Brad, insiden macam ini sudah sering terjadi di Moto3. Tapi kali ini bikin gempar karena Foggia adalah kandidat juara. "Hal macam ini bisa terjadi. Namun, konsekuensinya ekstrem, karena itu perebutan gelar. Ini juga tak mudah bagi Darryn. Sebagai pembalap, kami semua benci momen seperti ini. Tak seorang pun ingin mencederai rider lain," ujarnya.

Brad, yang merupakan Red Bull KTM Factory Racing, menyatakan bahwa insiden itu juga memengaruhi psikis Darryn, yang akan menyusul sang kakak ke MotoGP tahun depan dan menjalani debut dalam uji coba pascamusim di Jerez, Spanyol, pada 18-19 November nanti.

"Tak seorang pun ingin terlibat dalam aksi sepenting penentuan juara. Namun, kadang hal macam ini bisa terjadi. Sayangnya, ini tak berjalan sesuai rencana dan konsekuensinya besar. Saya sendiri juga pernah menabrak rider lain dalam karier saya, meski saya tak pernah mau. Ini bagian dari dunia balap," tutup Brad.

Sumber: Corsedimoto

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR