BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Belum Mau ke MotoGP, Aki Ajo Tanggung Jawab Kembangkan Rider Muda untuk KTM

25-01-2021 12:55 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Red Bull KTM Ajo, Raul Fernandez (c) KTM Ajo Pembalap Red Bull KTM Ajo, Raul Fernandez (c) KTM Ajo

Bola.net - Manajer dan pemilik tim Red Bull KTM Ajo di Moto3 dan Moto2, Aki Ajo, mengaku turun di MotoGP memang sangat menarik. Namun, kepada Speedweek, Jumat (22/1/2021), ia menyatakan masih lebih senang mengembangkan talenta para rider muda di kelas yang lebih ringan dengan harapan mereka bisa turun di MotoGP bersama KTM.

Ajo Motorsport pertama kali turun di ajang Grand Prix pada 2001 silam di kelas GP125. Selama empat tahun pertama, mereka bekerja sama dengan Honda, sebelum pindah ke Malaguti pada 2006. Pada 2007, tim ini pun beralih ke Derbi dan meraih gelar dunia pertama mereka bersama Mike di Meglio pada 2008.

Pada 2010 dan 2011, Ajo pakai dua motor berbeda, yakni Derbi dan Aprilia, serta meraih gelar bersama Marc Marquez (Derbi) pada 2010. Namun, tim ini sepenuhnya pindah ke KTM saat GP125 diganti oleh Moto3 pada 2012. Mulai dikenal dengan nama Red Bull KTM Ajo, mereka langsung meraih gelar dunia bersama Sandro Cortese.

Pada 2015, Ajo Motorsport pun melebarkan sayapnya ke Moto2 bersama sasis Kalex dan rider tunggal, Johann Zarco, serta langsung merebut gelar dunia. Masih bersama rider dan sasis yang sama, mereka juara dunia lagi pada 2016. Pada tahun yang sama pula, tim ini sukses meraih gelar dunia lagi di Moto3 bersama Brad Binder.

1 dari 3 halaman

Pernah Kepikiran ke MotoGP, Tapi...

Aki Ajo dan Brad Binder (c) Twitter/Red Bull KTM Ajo Aki Ajo dan Brad Binder (c) Twitter/Red Bull KTM Ajo

Pada 2017, tim Ajo Motorsport Moto2 beralih ke sasis buatan KTM, hingga akhirnya skuad ini, baik di Moto3 maupun Moto2, menjadi program junior KTM seutuhnya. Uniknya, dengan prestasi sementereng ini, disertai struktur tim yang dikenal sangat solid, Ajo belum juga mau berekspansi ke kelas para raja.

"Tentu saya pernah punya pikiran ke MotoGP. Tapi saya juga senang atas kinerja kami bersama para rider muda di dua kelas balap yang lebih ringan. Saya senang atas posisi yang kami punya dalam struktur KTM dan Red Bull. Sudah jadi tanggung jawab kami mencari talenta muda dan mengembangkan mereka untuk tugas yang lebih besar dan kelas yang lebih tinggi," ujar Ajo.

Tak cuma soal prestasi tim, pria asal Finlandia ini juga dikenal punya tangan dingin dalam menggaet atau memoles talenta para rider muda. Nama-nama mentereng yang pernah ia naungi di antaranya Mika Kallio, Dominique Aegerter, Danny Kent, Jonas Folger, Luis Salom, Jack Miller, Brad Binder, Miguel Oliveira, Jorge Martin, Raul Fernandez, dan baru-baru ini Jaume Masia dan Pedro Acosta.

"Pembalap bisa turun di Moto3 dan Moto2 bersama kami dan diharapkan bisa naik ke MotoGP. Kami sudah melakukan ini dengan Miguel dan Brad. Sangat penting bagi kami hati-hati mempersiapkan para rider muda untuk langkah-langkah mereka yang berikutnya. Ini tugas dan tantangan yang menarik bagi saya dan saya sangat menikmatinya," kisah Ajo.

2 dari 3 halaman

Terbuka pada Opsi Apa pun dari KTM

Ajo juga mengaku sangat bersyukur timnya berpartner dengan KTM dan Red Bull, dua perusahaan yang dikenal punya struktur yang sangat masif dan sangat peduli pada proyek balap mereka. Berkat dukungan kedua pabrikan asal Austria ini, Ajo juga bisa meraih prestasi yang sangat apik di ajang Grand Prix dan melahirkan bintang-bintang masa depan MotoGP.

"Kami sangat bersyukur partner kami, KTM dan Red Bull, memberi kami kesempatan bekerja dengan para talenta muda sejak lama. Namun, jika suatu waktu mereka ingin mengubah posisi kami dan menawarkan tugas baru, saya akan selalu terbuka. Tapi saat ini saya senang atas kinerja kami, yakni mengembangkan talenta muda menjanjikan di Moto3 dan Moto2," ungkap Ajo.

Ajo, yang juga berperan sebagai manajer pribadi Jack Miller, mengakui bahwa salah satu alasan pihaknya tak terlalu ambisius berekspansi ke MotoGP adalah fakta bahwa kelas tersebut hanya menyediakan 12 slot tim yang masing-masing terdiri dari dua pembalap.

"Kami meneruskan kinerja yang sudah kami mulai pada 2012. Kami turun sebagai tim Red Bull KTM. Lagipula, MotoGP hanya menurunkan 12 tim dan 24 pembalap. Itulah alasan saya tak terlibat di kelas tertinggi. Namun, apa pun bisa terjadi kapan saja di paddock ini. Kadang, beberapa hal terjadi dalam waktu singkat. Tapi sekali lagi, saya senang atas kinerja kami sekarang," pungkas Ajo.

Sumber: Speedweek

3 dari 3 halaman

Video: Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2021

KOMENTAR