BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Belum Bisa Bekuk Marquez, Dovizioso: Mungkin Saya Kelewat Rasional

06-12-2019 09:30 | Anindhya Danartikanya

Pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso (c) AP Photo Pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso (c) AP Photo

Bola.net - Pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso, menyatakan bahwa faktor psikis atau mental sama pentingnya dengan faktor fisik jika ingin meraih kesuksesan di MotoGP. Hal ini terbukti dari performanya selama tiga tahun terakhir, setelah bekerja intensif dengan psikolog.

Selama berkarier di ajang Grand Prix, Dovizioso dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang membuat kehebohan di luar lintasan. Rider asal Italia ini pun yakin bahwa dirinya merupakan sosok yang normal, tak terpengaruh oleh popularitasnya sebagai pebalap motor ternama.

"Saya orang yang normal, meski tak banyak orang mengira begitu. Jelas saya bekerja sangat keras untuk jadi juara dunia. Saya merasa beruntung bisa mewujudkan impian ini. Saya sangat bahagia dengan hidup saya," ujarnya kepada MotoGP.com seperti yang dikutip Corsedimoto.

1 dari 2 halaman

Psikis Pengaruhi Performa di Trek

Dovizioso yang merupakan juara dunia GP125 2004 juga kerap dianggap underdog sejak turun di MotoGP pada 2008 lalu. Meski begitu, ia membuat gebrakan pada 2017 dengan meraih enam kemenangan dan memperebutkan gelar dunia bersama Marc Marquez sampai seri penutup.

Ia tak memungkiri bahwa menjaga mentalitas dan kondisi psikis sangat memengaruhi performanya di trek. Ketika di sirkuit, ia berusaha tak terpengaruh oleh komentar orang, baik yang positif maupun negatif, dan ketika kembali ke rumah, ia berusaha menjadi sosok yang apa adanya.

"Kami melakukan hal spesial di atas motor, tapi saya merasa normal-normal saja. Di rumah, saya tetap berteman dengan kawan-kawan yang sama sejak saya masih kecil. Tetap suka motocross. Saya juga seorang ayah, jadi saya orang yang normal," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Mengapa Mentok Jadi Runner up?

"Mental sangatlah penting demi menjadi pebalap yang cepat dan mampu meraih kemenangan. Cara Anda berlatih, cara Anda menghadapi balapan, dan cara Anda berhadapan dengan orang menciptakan perbedaan. Saya pun bekerja keras pada aspek ini," tuturnya.

Uniknya, meski Dovizioso kini disebut sebagai salah satu rider MotoGP terbaik di grid, ia belum juga mampu menggulingkan dominasi Marquez dan mentok di peringkat runner up selama tiga musim terakhir. Menurutnya, apa yang membuatnya belum berhasil?

"Mungkin saya terlalu rasional," tutup Dovizioso dengan singkat. Musim depan, ia akan kembali mencoba meraih gelar dunia, dan akan turun lintasan lagi dalam uji coba pramusim MotoGP Sepang, Malaysia, pada 7-9 Februari.

KOMENTAR

Timnas Indonesia U-22 Hajar Thailand 2-0 di SEA Games 2019