BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Batal Dapat M1 2020, Franco Morbidelli Sadari M1 2019 Lebih Baik

01-12-2020 13:40 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (c) SRT Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (c) SRT

Bola.net - Sebelum tampil meledak pada paruh kedua musim MotoGP 2020, Franco Morbidelli sempat meminta Petronas Yamaha SRT untuk menyediakan YZR-M1 versi 2020 untuknya pada 2021. Namun, kini ia mengurungkan niat. Alasannya pun baru-baru ini dibeberkan oleh sang Manajer Tim, Wilco Zeelenberg, kepada Speedweek.

Musim ini, Morbidelli memang jadi satu-satunya rider Yamaha yang pakai mesin M1 2019, sementara Valentino Rossi, Fabio Quartararo, dan Maverick Vinales pakai M1 versi 2020. Pada awal musim, rider Italia berdarah Brasil ini pun angin-anginan dan hanya dapat satu podium usai finis kedua di Ceko.

Melihat ini, Morbidelli pun sempat mengajukan proposal kepada Yamaha untuk menyediakan M1 2020 spek pabrikan keempat untuknya pada 2021. Sayang, permintaan ini ditolak Yamaha, dan kebetulan Petronas juga tak punya alokasi dana lebih demi menyewa M1 2020 kedua tahun depan.

1 dari 3 halaman

Tak Pernah Menyerah Samai Fabio Quartararo

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (c) SRT Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli (c) SRT

Namun, pada tengah musim, keadaan terbalik. Morbido tampil jauh lebih garang dari tiga rider Yamaha lainnya. Gebrakan mulai terlihat usai ia mendominasi San Marino, dilanjut dengan kemenangannya di Teruel, disusul kemenangan di Valencia, dan podium usai finis ketiga di Portimao. Ia bahkan mengakhiri musim sebagai runner up.

"Franky bikin kami kaget. Akhir musim lalu, ia terbukti makin kuat. Kami tak berekspektasi ia bakal tampil eksplosif seperti Fabio, namun kami berekspektasi ia bakal mengungguli Fabio di klasemen. Nyatanya, ia justru butuh waktu lama demi meninggalkan kebiasaannya di atas Honda," kisah Zeelenberg, Senin (30/11/2020).

"Yamaha harus dikendarai dengan gaya berbeda. Fabio langsung datang dari Moto2, tak punya referensi, jadi bisa cepat adaptasi. Tapi Franky tak pernah menyerah. Ia coba segalanya. Ia selalu bekerja keras. Ia berlatih lebih gigih pada musim dingin. Pada masa pramusim, ia lebih kuat dari dugaan kami," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Sadari M1 2019 Bisa Jadi Lebih Baik dari M1 2020

Melihat gebrakannya ini, Morbidelli pun akhirnya sadar bahwa mempertahankan M1 2019 pada 2021 akan jadi keputusan yang lebih tepat. Zeelenberg tak memungkiri bahwa batalnya Morbidelli dapat M1 2020 diakibatkan masalah finansial, namun pada akhirnya juga dikarenakan Morbidelli tak mau melepas M1 2019 begitu saja.

"Pada awalnya, ini masalah bujet. Tapi saat ini, ia tak menginginkan hal lain. Ia nyaman dengan mesinnya saat ini dan tak mau melepasnya. Tentu ia mengharapkan top speed lebih baik, tapi ia bilang, 'Kalau aku tak bisa menjajal dan membandingkan M1 2020, lebih baik aku tetap pakai M1 2019'," tutur Zeelenberg.

"M1 2019 kerap dibicarakan tahun ini, tapi sejatinya mesin Franky adalah versi hybrid. Mesinnya tak benar-benar sama dengan tahun lalu. Lagipula kita sudah lihat pabrikan lain kerap berpikir, 'Andai saja kami bisa pakai mesin 2019 lagi'. Selain itu, karena ada pembekuan mesin 2021 (akibat Covid-19), mereka tak bisa apa-apa," tutupnya.

Sumber: Speedweek

3 dari 3 halaman

Video: Aron Canet Lolos dari Maut Saat Terjatuh di Moto2 Portugal 2020

KOMENTAR