Baru 17 Tahun, Pedro Acosta Dapati Namanya Diabadikan di Sirkuit Cartagena

Anindhya Danartikanya | 18 Januari 2022, 12:20
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Pedro Acosta (c) Red Bull KTM Ajo
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Pedro Acosta (c) Red Bull KTM Ajo

Bola.net - Pedro Acosta boleh jadi masih berusia 17 tahun. Namun, pembalap Red Bull KTM Ajo itu langsung merebut gelar dunia Moto3 pada musim debutnya pada 2021. Prestasi ini pun membuat Sirkuit Cartagena, Spanyol, memberikan 'hadiah' dengan mengabadikan namanya jadi nama salah satu tikungan.


Tak sedikit rider MotoGP yang namanya diabadikan sebagai nama tikungan sirkuit. Namun, biasanya penghargaan tersebut baru mereka raih ketika mereka sudah menggoreskan banyak prestasi mentereng di kelas para raja, contohnya Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Marc Marquez.

Namun, Acosta justru mendapatkan kehormatan ini dalam usia 17 tahun, ketika ia bahkan belum menjalani debutnya di kelas Moto2 musim ini. Sirkuit Cartagena pun memutuskan mengabadikan nama Acosta di Tikungan 14 alias tikungan terakhir sebagai penghargaan karena ia sukses menjuarai Moto3 musim lalu.

1 dari 1 halaman

Jadi Tikungan 'El Tiburon'

Sirkuit Cartagena sendiri berada di area Spanyol tenggara, memiliki panjang 3,5 km. Tikungan 14 pun kini bernama tikungan 'El Tiburon' yang berarti hiu. Seperti yang diketahui, Acosta memiliki julukan El Tiburon de Mazarron yang berarti 'Sang Hiu dari Mazarron'.

Sebuah patung hiu pun dibangun di tikungan tersebut, dan upacara peresmiannya digelar pada Sabtu (15/1/2022) lalu, di mana Acosta dan beberapa rider MotoGP seperti Jorge Martin dan Johann Zarco menjalani latihan. Acosta sendiri mendapatkan sebuah trofi sebagai tanda kenang-kenangan dari Sirkuit Cartagena.

Uniknya, Acosta bukan rider pertama yang namanya diabadikan jadi nama tikungan usai menjuarai kelas teringan Grand Prix. Usai menjuarai GP125 2011 dalam usia 23 tahun, Nico Terol, mendapati namanya diabadikan di Tikungan 4 Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, yang juga merupakan daerah asalnya.

Sumber: Speedweek

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR