BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Antara Iba dan Kesal, Valentino Rossi Gagal 'Hipnotis' Pecco Bagnaia Pakai Ban Medium-Medium

26-10-2021 11:39 | Anindhya Danartikanya

Valentino Rossi dan Pecco Bagnaia (c) Petronas SRT
Valentino Rossi dan Pecco Bagnaia (c) Petronas SRT

Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, mengaku merasa iba dan jengkel karena sang anak didik yang membela Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, tak mendengarkan nasihatnya soal pemilihan ban dalam balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Misano pada Minggu (24/10/2021) lalu.

Dengan cuaca yang cukup dingin, mayoritas pembalap memakai ban depan medium dan ban belakang lunak. Fabio Quartararo dan Johann Zarco pun memakai ban depan dan belakang medium. Namun, Bagnaia dan Jack Miller secara mengejutkan malah memilih pakai ban depan keras dan ban belakang medium.

Nyatanya, Bagnaia dan Miller kompak kecelakaan di Tikungan 15. Miller terjatuh pada Lap 4 ketika berada di posisi kedua, sementara Bagnaia jatuh pada Lap 23 ketika memimpin balapan. Kecelakaan kedua rider Ducati ini dipastikan karena ban depan yang dingin, persis seperti yang dikhawatirkan Rossi.

1 dari 2 halaman

Hipnotis Kali Ini Tak Berhasil

Rossi pun kesal pada Bagnaia, karena ia sudah menyarankannya untuk pakai ban depan dan belakang medium. Padahal saran The Doctor sudah terbukti jitu, seperti di Aragon. Kala itu, Rossi mengaku 'menghipnotis' sang anak didik untuk pakai ban depan keras dan ban belakang lunak, dan akhirnya 'Pecco' menang.

"Saya telah melakukan hal yang sama seperti di Aragon. Saya menghipnotis Pecco untuk pakai ban medium-medium. Namun, kali ini tak berhasil! Pecco menjalani musim yang fantastis, tapi saya agak marah padanya, karena saya rasa jika ia pakai ban depan medium, ia bisa menang, karena ia lebih cepat," tutur Rossi via Crash.net.

Rossi pun mengakui bahwa dirinya sempat mempertimbangkan ban depan keras, namun cuaca yang dingin membuatnya berpikir ulang. Pasalnya, sang rider harus sangat jeli mempertahankan suhu ideal ban dalam cuaca seperti itu, dan ini adalah hal yang sulit dilakukan pada ban keras.

2 dari 2 halaman

Ban Depan Keras Terlalu Berbahaya

Valentino Rossi beraksi di hadapan Popolo Giallo dalam MotoGP Emilia Romagna 2021. (c) AP Photo
Valentino Rossi beraksi di hadapan Popolo Giallo dalam MotoGP Emilia Romagna 2021. (c) AP Photo

"Bagi saya, ban depan keras terlalu berbahaya. Saya coba mengatakan hal ini pada Pecco, tapi akhirnya mereka pakai ban depan keras. Matahari tak terlalu bersinar pada akhir balapan, suhunya jadi rendah, dan begitulah ban depan keras. Jika suhunya terlalu rendah, ban 'menyerah', dan Anda jatuh tanpa melakukan apa pun," ujar Rossi.

Dengan kecelakaan ini, Bagnaia pun gagal membuat perebutan gelar dunia tetap terbuka setidaknya sampai MotoGP Algarve di Portimao, Portugal, pada 5-7 November mendatang. Dalam balapan ini, Quartararo finis keempat, dan hasil tersebut sudah cukup untuk membantunya mengunci gelar dunia di Misano.

"Sangat disayangkan karena Pecco lebih cepat. Ia bisa menang, harusnya bisa membuat perebutan gelar tetap terbuka. Memang sulit, tapi membawanya sampai Portugal sejatinya penting. Saya sendiri pakai ban depan medium, dan ban ini sangat baik. Tapi beginilah yang terjadi," pungkas sang sembilan kali juara dunia.

Sumber: MotoGP

KOMENTAR