BERITA PIALA EROPA BUNDESLIGA LAINNYA

Andrea Dovizioso Sebut Johann Zarco Paling Oke di MotoGP Qatar dan Doha

09-04-2021 15:54 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco (c) Pramac Racing Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco (c) Pramac Racing

Bola.net - Andrea Dovizioso mengaku kagum pada performa Johann Zarco dalam MotoGP Qatar dan Doha, di mana rider Pramac Racing itu sukses dua kali naik podium usai finis kedua. Lewat wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, Dovizioso menyebut bahwa Zarco pun penampilan paling 'komplet' di antara semua rider.

Dalam balapan pertama, Zarco start dari posisi keenam, dan langsung merangsek ke posisi terdepan bersama Pecco Bagnaia, Jack Miller, dan Jorge Martin. Keempatnya melakukan start fantastis dan langsung memimpin. Namun, pada Lap 15, mereka hanya bisa pasrah melihat Maverick Vinales mengambil alih pimpinan balap.

Pada Lap 17, Zarco menyalip Bagnaia dan melaju di posisi kedua. Pada lap penutup, ia pun disalip oleh Joan Mir yang mengendarai Suzuki, yakni motor yang sama lincahnya di tikungan seperti Yamaha karena memiliki corner speed yang baik. Namun, Zarco akhirnya finis kedua, diuntungkan blunder Mir yang melebar di tikungan terakhir.

1 dari 3 halaman

Pramac Racing Selalu Punya Senjata Ampuh

Andrea Dovizioso (c) Ducati Andrea Dovizioso (c) Ducati

Dalam balapan kedua, Zarco start dari posisi yang lebih baik. Dari posisi kedua, ia langsung mampu bertahan di belakang Martin sepanjang balapan. Ia sempat bisa santai pada pertengahan balap. Namun, pada lima lap terakhir, Fabio Quartararo menyalipnya pada Lap 18. Zarco berupaya mengejar, namun Quartararo terlalu tangguh.

Alhasil, juara dunia Moto2 2015 dan 2016 ini pun mengalihkan fokus pada posisi kedua, dan akhirnya menyalip Martin tepat pada lap terakhir. Dovizioso pun meyakini bahwa Zarco tampil sangat pandai dalam kedua balapan ini, namun tak terlalu kaget karena Pramac memang selalu mendapatkan senjata ampuh dari Ducati.

"Kini, setiap pabrikan mengatur motor-motornya dengan cara berbeda. Namun, jika Anda punya motor pabrikan di Pramac, Anda punya motor yang sama dengan tim pabrikan. Hasil tahun lalu sama baiknya dengan hasil tahun ini, dan ini adalah buktinya," ungkap tiga kali runner up MotoGP ini.

2 dari 3 halaman

Janggal Tak Ikut Balapan di Qatar

"Menurut saya, Johann adalah rider paling 'komplet' dalam dua balapan ini. Tadinya ia tak punya kecepatan untuk menang, namun justru dua kali finis kedua. Rider lain punya kecepatan yang baik, termasuk kedua rider tim pabrikan Ducati, namun mereka melakukan kesalahan atau tak berada dalam posisi yang tepat," tutur Dovizioso.

Dalam wawancara yang sama, Dovizioso juga ditanyai sensasinya menonton dua balapan di Qatar ini dari rumah, mengingat ia sedang vakum dari MotoGP. Rider Italia ini mengaku janggal, namun tak terlalu kangen pada Sirkuit Losail karena biasanya jalannya balap di trek itu tak menjamin performa yang sama ketika kembali ke Eropa.

"Rasanya memang aneh berada di rumah, ketika Qatar biasanya jadi tempat di mana saya biasa meraih hasil baik. Jadi, jelas saya kepikiran. Saya membayangkan balapan di sana, membayangkan apa yang akan saya lakukan dalam balapan. Tapi kalau saya ada di sana, saya akan anggap lalu, karena Qatar biasanya tak memberi gambaran jelas soal tren persaingan sepanjang musim," tutupnya.

Sumber: La Gazzetta dello Sport

3 dari 3 halaman

Video: Kebakaran Besar di Sirkuit MotoGP Argentina

KOMENTAR