Alex Rins: Berkat Rara Istiati, MotoGP Bisa Balapan di Mandalika Usai Hujan Deras

Anindhya Danartikanya | 22 Maret 2022, 12:15
Alex Rins dan Rara Istiati Wulandari (c) Suzuki Racing, Dorna Sports, YouTube/MotoGP
Alex Rins dan Rara Istiati Wulandari (c) Suzuki Racing, Dorna Sports, YouTube/MotoGP

Bola.net - Pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins, mengapresiasi kinerja Rara Istiati Wulandari, pawang hujan yang menjadi pusat perhatian sebelum balapan MotoGP Indonesia digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (20/3/2022) siang. Menurut Rins, berkat Rara, ia dan pembalap lain bisa menjalankan balapan usai hujan deras.

Akibat cuaca yang buruk, balapan kelas MotoGP memang sempat ditunda selama 75 menit. Padahal, sebelumnya balapan Idemitsu Asia Talent Cup, Moto3, dan Moto2 digelar dalam kondisi kering dan panas. Akibat cuaca pula ini pula, sempat ada kekhawatiran bahwa balapan bakal dibatalkan.

Sekitar satu jam sebelum start, Rara melakukan ritual demi memberhentikan hujan di area pitlane, sehingga aksinya itu ditonton oleh para pembalap dan kru tim-tim MotoGP yang sedang bersantai di depan garasi. Para penonton yang ada di tribun juga bisa menonton. Akhirnya, balapan pun dimulai pada pukul 15.15 WIB atau 16.15 WITA.

1 dari 3 halaman

Untungnya Hujan Berhenti

View this post on Instagram

A post shared by MotoGP™ (@motogp)

"Ketika saya melihat hujan di aspal, saya pikir sudah waktunya untuk melepas segalanya dan pulang. Namun, pikiran saya tidak ingin pulang tanpa menyelesaikan balapan. Untungnya, hujan berhenti. Apa yang dilakukan wanita dengan mangkuk itu berhasil. Jadi, saya senang," ujar Rins kepada Motosan.

Dalam balapan ini, Rins yang kurang bugar karena mengalami insomnia selama di Mandalika, start kedelapan. Selepas start, ia sempat merangsek ke posisi keempat pada Lap 1, dan menyalip Fabio Quartararo pada Lap 3. Namun, pada pertengahan balap, Quartararo membalasnya, begitu juga Johann Zarco.

Pembalap Spanyol itu pun harus puas finis kelima, di belakang pembalap Ducati Lenovo Team, Jack Miller. Di lain sisi, balapan dimenangi oleh rider Red Bull KTM Factory Racing, Miguel Oliveira. Posisi kedua dan ketiga masing-masing ditempati rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, dan rider Pramac Racing, Johann Zarco.

2 dari 3 halaman

Terkena Serpihan Aspal

Uniknya, setelah balapan selesai, Rins memamerkan foto dadanya di Twitter. Dalam foto itu, dada Rins terlihat cukup kotor. Ternyata, itu merupakan serpihan dari aspal Sirkuit Mandalika yang masuk ke dalam baju balapnya. "Siapa yang mau suvenir dari #IndonesianGP? Ini potongan-potongan aspal dari trek!" tulisnya.

Adanya butiran aspal di dada Rins membuktikan lintasan Sirkuit Mandalika belum maksimal saat menggelar balapan di situasi hujan. Butiran aspal itu ternyata masih mampu menembus baju balap yang tebal.

Keluhan soalnya kotornya lintasan di Sirkuit Mandalika juga diungkapkan Pol Espargaro. Pembalap Repsol Honda itu mengaku tak bisa maksimal tampil dalam balapan kali ini karena jarak pandang yang terbatas akibat hujan dan lintasan sirkuit yang kotor.

3 dari 3 halaman

Pol Espargaro Tak Bisa Melihat

Pembalap Repsol Honda, Pol Espargaro (c) Honda Racing Corporation

Pembalap Repsol Honda, Pol Espargaro (c) Honda Racing Corporation

Sejak awal balapan, Espargaro mengalami kesulitan melihat trek karena kaca helmnya kotor terkena cipratan air dari pembalap di depannya. Espargaro mengaku hanya berpatokan kepada lampu merah dari motor pembalap di depannya untuk membantunya melaju.

"Pada awal balapan, kaca helm saya sangat kotor dengan debu dari lintasan yang dicipratkan oleh pembalap lain. Ketika saya berada di belakang Pecco (Bagnaia), saya bisa melihat lampu remnya," kata Polyccio.

"Namun, ketika saya menyalipnya, saya sendirian dan itu sangat sulit. Saya menabrak sisi lintasan karena tidak bisa melihat dengan benar sehingga harus berhati-hati," pungkas juara dunia Moto2 2013 asal Spanyol itu.

Disadur dari: Bolacom (Zulfirdaus Harahap) | Dipublikasi: 21 Maret 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR