Aleix Espargaro: Tertinggal 34 Poin dari Fabio Quartararo? Itu Sih Kecil!

Anindhya Danartikanya | 21 Juni 2022, 11:07
Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro dan Maverick Vinales (c) Aprilia Racing
Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro dan Maverick Vinales (c) Aprilia Racing

Bola.net - Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro, boleh jadi finis keempat dan meraih poin solid di MotoGP Sachsenring, Jerman, Minggu (19/6/2022). Namun, lewat GPOne, ia menyebut hasil ini sama sekali tak positif, karena ia mengalami vibrasi pada ban depan kerasnya sepanjang akhir pekan dan tak teratasi dalam balapan.

Start keempat, Espargaro sempat naik satu posisi pada lap pembuka. Namun, ia tersalip Johann Zarco pada Lap 2. Ia pun kembali ke posisi ketiga pada Lap 4 setelah Pecco Bagnaia terjatuh di tikungan pertama. Ia mampu mempertahankan posisi itu begitu lama, meski sempat dapat ancaman dari sang tandem, Maverick Vinales.

Vinales pun gagal finis pada Lap 19 akibat kendala rear ride height device, dan Espargaro giliran terancam oleh Jack Miller. Pada Lap 28, Espargaro harus menyerah kepada rider Ducati Lenovo Team itu. Ia juga sempat dikejar oleh Luca Marini dalam dua lap terakhir, namun bisa mempertahankan posisi keempat sampai finis.

1 dari 2 halaman

Seperti Augusto Fernandez di Moto2

Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing

Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing

"Ini bukan balapan yang positif. Saya dapat vibrasi ban depan. Saya sempat berpikir mustahil menjalani balapan sampai akhir dengan motor yang bergetar. Sungguh sayang, karena ini sangat aneh, dan ban depan saya terus-terusan vibrasi sepanjang akhir pekan. Saya ngotot, mengerahkan segalanya, dan akhirnya cuma finis keempat," ujar Espargaro.

Rider berusia 32 tahun ini pun menyatakan bahwa pada sesi latihan, ia juga memakai ban depan keras seperti dalam balapan dan tampil cukup baik. Namun, nyatanya ia sama sekali tak bisa melaju cepat dengan ban tersebut. Ia bahkan menyatakan kendala ini membuat ritmenya lamban seolah-olah sedang naik motor Moto2.

"Pada Jumat, saya pakai ban keras, dan sensasi yang saya baik meski di Sektor 3, sektor terkuat saya, saya terus-terusan kesulitan. Saya berkendara dengan ritme 1 menit 22 detik tinggi, dan saya merasa berkendara seperti Augusto Fernandez di Moto2. Saya coba mengendalikannya, namun saya cemas. Untungnya, saya bisa finis," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Masih Ada 10 Seri Tersisa

Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing

Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing

Mengingat Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) memenangi balapan ini, maka ketertinggalan Espargaro darinya di klasemen jadi melebar. 'El Diablo' kini mengoleksi 172 poin, sementara Espargaro berada di peringkat kedua dengan margin 34 poin. Meski begitu, Espargaro tak terlalu cemas.

Menurut pembalap Spanyol ini, apa pun masih bisa terjadi dalam perebutan gelar dunia karena masih ada 10 seri tersisa. "Tiga puluh poin tak ada apa-apanya. Jika Fabio jatuh di Assen dan saya menang, saya kembali tepat di belakangnya. Masalahnya, Fabio sangat cepat setiap hari Minggu," tuturnya.

"Namun, musim masih panjang, banyak balapan tersisa, dan kita lihat pada masa lalu bahwa Fabio melakukan kesalahan pada paruh kedua musim. Namun, saya kecewa soal balapan ini, karena tanpa masalah ban, saya punya ritme yang mirip dengan Johann Zarco," pungkas bapak dua anak ini.

Sumber: GPOne

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR