Aleix Espargaro: Selama Musim Masih Jalan, Saya Yakin Bisa Juarai MotoGP

Anindhya Danartikanya | 24 Mei 2022, 15:30
Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) AP Photo
Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) AP Photo

Bola.net - Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro, dikenal tak pernah malu-malu dalam mengutarakan pikiran dan pendapatnya. Baru-baru ini, ia mengaku sangat percaya diri bisa merebut gelar dunia MotoGP 2022, mengingat kini ia ada di peringkat kedua pada klasemen dengan ketertinggalan 4 poin saja dari Fabio Quartararo.


Usai jatuh bangun sepanjang berkarier di Grand Prix, serta banting tulang memimpin para insinyur dan teknisi Aprilia mengembangkan motor RS-GP, Espargaro mulai memetik hasil jerih payahnya. Musim ini, ia tampil sangat garang, dan kerap bertarung di depan. Ia bahkan menyebut RS-GP versi 2022 sebagai motor impiannya.

Dalam tujuh seri pertama, Espargaro naik podium empat kali, salah satunya merupakan kemenangan di Argentina. Berkat konsistensinya, ia pun jadi merangsek ke papan atas klasemen, bersaing sengit dengan kandidat juara lainnya, yakni Quartararo dan Enea Bastianini. Kans macam ini sebelumnya tak pernah didapat Espargaro.

1 dari 2 halaman

Akui Merasa Kelewat Percaya Diri

Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing

Melihat performa dan prestasinya yang gemilang ini, Espargaro pun mengacungkan jempol kepada Aprilia, dan mengaku akan terus optimistis bisa jadi juara selama musim ini belum berakhir. "Saya merasa bisa merebut gelar tahun ini. Saya akan percaya sampai akhir," ujarnya kepada GPOne pada Minggu (15/5/2022).

"Aprilia bekerja dengan sangat baik. Pada Sabtu di Le Mans, motor kedua saya juga siap dan sama kompetitifnya dengan motor pertama saya usai kecelakaan. Kami juga memperbaiki performa start, dan perangkat baru lain akan datang di Mugello, hal-hal yang menarik. Mungkin saya juga bakal kelewat percaya diri!" tuturnya.

Anehnya, Espargaro hingga kini masih sulit mendapatkan kesepakatan dengan Aprilia soal kontrak barunya. Sang manajer pribadi, Albert Valera, tak memungkiri bahwa Espargaro meminta kenaikan gaji, namun menyatakan bahwa kenaikan yang dituntut masih masuk akal dan angkanya tak terlalu masif.

2 dari 2 halaman

Sebut Langkah Aprilia 'Bodoh' Jika Pilih Rider Lain

Antonio Jimenez, Aleix Espargaro, Romano Albesiano, dan Massimo Rivola (c) Aprilia Racing

"Saya belum bicara dengan Massimo, namun kami bertukar pelukan di Le Mans. Pada saat-saat seperti itu, kami hanya ingin merayakan podium dengan tim. Tapi saya tak bisa bilang apa-apa soal kontrak ini. Menurut saya, apa yang saya minta sangatlah normal. Namun faktanya bagi Aprilia tidaklah normal," ungkap Espargaro.

Rider berusia 32 tahun ini tak menyangkal bahwa kini dirinya harus bersaing dengan rider-rider muda Grand Prix yang juga sedang memburu tempatnya. Namun, kakak Pol Espargaro ini yakin dirinya berhak mendapatkan kontrak baru dan kenaikan gaji dari Aprilia berkat kerja kerasnya sejak 2017 serta performanya pada awal musim ini.

"Dari sudut pandang 'bursa transfer', saya memahami posisi dan usia saya, namun saya rasa kata yang tepat adalah rasa hormat. Sudah jelas tak menyenangkan berkata begini, namun jika Aprilia membiarkan orang lain melakukan apa yang saya lakukan, maka itu akan jadi langkah terbodoh dalam sejarah MotoGP," tutupnya.

Sumber: GPOne

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR