Aleix Espargaro: Performa KTM Bikin Saya Seperti Rider Moto2

Anindhya Danartikanya | 12 Agustus 2020, 11:58
Pembalap Aprilia Racing Team Gresini, Aleix Espargaro (c) Aprilia
Pembalap Aprilia Racing Team Gresini, Aleix Espargaro (c) Aprilia

Bola.net - Pembalap Aprilia Racing Team Gresini, Aleix Espargaro, dibikin melongo atas performa para pembalap KTM dalam balapan MotoGP Brno, Ceko, Minggu (9/8/2020) lalu. Kepada Motorsport.com, Aleix menyatakan bahwa traksi dan akselerasi RC16 jauh lebih baik ketimbang para rival, dan bahkan lebih garang dari musim-musim sebelumnya.


Start keempat, Aleix langsung duduk di posisi 2 pada lap pertama, namun melorot ke posisi 6 usai disalip Fabio Quartararo dan Johann Zarco, dan kedua rider tim pabrikan KTM, Brad Binder dan adiknya sendiri, Pol Espargaro. Tak hanya itu, pada Lap 12, ia melorot ke posisi 8 usai tersalip Valentino Rossi, dan rider KTM Tech 3, Miguel Oliveira.

Di salip rider rider KTM, Aleix pun banyak belajar, serta memahami kekuatan RC16 terbaru dibanding motornya sendiri dan kompetitor lain. Pembalap berusia 31 tahun ini pun akhirnya paham mengapa Binder sukses menang, dan sang adik, Pol, tampil sangat garang sebelum gagal finis akibat bersenggolan dengan Zarco.

1 dari 3 halaman

KTM Ada di Level yang Berbeda

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM/Polarity Photo

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder (c) KTM/Polarity Photo

Aleix, yang akhirnya finis ke-10, menyatakan bahwa Aprilia harus memperbaiki traksi dan akselerasi RS-GP jika ingin benar-benar tampil kompetitif dalam balapan. Situasi ini jelas sangat berkebalikan dengan uji coba pramusim di mana mereka terkesan sangat garang dan sempat bikin cemas lawan.

"Kami harus memperbaiki traksi agar akselerasi lebih baik pula. Tapi kunci pentingnya adalah meningkatkan corner speed. Entah mengapa kami kesulitan di area ini. Padahal pada pramusim saya kuat dengan RS-GP 2020. Tapi sejak Jerez saya tak bisa mempertahankan kecepatan sejak melepas rem depan dan ini jadi masalah," ujarnya.

"Selain itu, para rider KTM benar-benar di level yang berbeda soal akselerasi. Saya tak pernah melihat hal macam itu, bahkan di Austria beberapa tahun lalu di mana Ducati selalu 'terbang'. Traksi Miguel Brad, dan Pol... saat mereka menyalip, saya merasa seperti berada di kelas Moto2," ungkap Aleix.

2 dari 3 halaman

Bersyukur Dapat 6 Poin

Di lain sisi, bapak dua anak ini mengaku tak bisa benar-benar kecewa hanya finis ke-10 dalam balapan ini, usai start keempat, yakni posisi start terbaik Aprilia di GP500/MotoGP sejak Jeremy McWilliams pada 2000 silam. Menurut Aleix, meraih enam poin jauh lebih baik ketimbang dua gagal finis beruntun di Jerez.

"Secara umum, saya puas bisa finis setelah bencana di dua seri pertama. Jadi saya bisa senang, apalagi Brno salah satu trek terburuk kami. Kami tak tertinggal jauh. Tapi usai kualifikasi, saya sudah mengira tak bisa mengikuti rider lain, karena motor kami tak bisa membelok dengan baik, kehilangan banyak waktu," pungkasnya.

Aleix dan para pembalap MotoGP lainnya akan kembali turun lintasan dalam dua balapan beruntun di Sirkuit Red Bull Ring, yakni MotoGP Austria pada 14-16 Agustus dan MotoGP Styria pada 21-23 Agustus mendatang.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR