Akankah Ducati Lepas Tim Balap Valentino Rossi ke Yamaha di MotoGP 2025?

Anindhya Danartikanya | 27 November 2022, 19:02
Akankah Ducati Lepas Tim Balap Valentino Rossi ke Yamaha di MotoGP 2025?
Marco Bezzecchi, Luca Marini, dan Valentino Rossi (c) VR46 Racing Team

Bola.net - Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti, menegaskan pihaknya dan tim balap Valentino Rossi, Mooney VR46 Racing Team, akan tetap menaati kontrak kerja sama yang masih akan berlangsung sampai akhir 2024. Hal ini  ia nyatakan usai tersiar gosip bahwa VR46 bertekad hengkang demi menjadi tim satelit Yamaha.

Seperti yang diketahui, Yamaha ditinggalkan RNF Racing ke Aprilia pada 2023, sehingga pabrikan Garpu Tala hanya akan menurunkan tim pabrikan. Hal ini merupakan sebuah kemunduran, karena Yamaha selalu memiliki tim satelit selama berlaga di MotoGP, dan skuad satelit sangat krusial membantu pengembangan YZR-M1.

Rossi, ikon Yamaha, uniknya memilih bekerja sama dengan Ducati untuk menurunkan timnya di MotoGP mulai 2021. Kesepakatan yang dicapai pada 2020 ini disebabkan kontrak Yamaha dan RNF baru habis pada akhir 2022, dan Yamaha menolak menurunkan lebih dari empat motor. Selain itu, VR46 juga ditolak oleh Suzuki.

1 dari 3 halaman

Prihatin pada Yamaha

Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti (c) Ducati Corse

Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti (c) Ducati Corse

Lewat Speedweek pada Sabtu (26/11/2022), Ciabatti memastikan bahwa skuad Rossi takkan mengakhiri kontrak lebih awal dengan Ducati hanya demi mengisi kekosongan tim satelit Yamaha. "Kami masih punya kontrak dan kewajiban dengan VR46, dan kontrak ini berlaku sampai akhir 2024," ungkapnya.

"Saya tak bisa memprediksi apa yang akan terjadi setelah itu. Semua peluang terbuka. Namun, VR46 terdiri dari orang-orang yang sangat serius. Pembalap mereka juga senang atas performa motor-motor Desmosedici. Hal ini terbukti lewat hasil-hasil yang mereka raih. Saya sendiri turut prihatin untuk Yamaha," lanjut Ciabatti.

Di lain sisi, pria Italia ini juga mengakui fakta bahwa Ducati memiliki empat tim tidaklah sehat untuk kompetisi. Namun, ia juga menegaskan, Ducati menurunkan empat tim disebabkan VR46 dan Gresini Racing ditolak oleh Suzuki dan Honda. Andai Ducati tak 'menampung' mereka, maka MotoGP akan kekurangan peserta.

2 dari 3 halaman

Punya 4 Tim Bukan Situasi Ideal

Marco Bezzecchi dan Luca Marini (c) AP Photo

Marco Bezzecchi dan Luca Marini (c) AP Photo

"Saya paham, berlaga dengan empat tim bukanlah situasi ideal untuk jangka medium ke panjang. Di lain sisi, Suzuki tak berencana menurunkan tim satelit saat kami mencapai kesepakatan dengan Rossi dan Gresini. Situasinya bahkan makin buruk: kini mereka menarik diri sebagai tim pabrikan," kisah Ciabatti.

"Selain itu, setahun lalu Aprilia belum menarik bagi tim lain ketika kami mencapai kata sepakat dengan Gresini. Jadi, kami menyepakati kontrak dua tahun. Saya tak bisa bilang apa-apa soal Yamaha, kecuali fakta bahwa mereka tadinya punya tim satelit dan kini justru kehilangan," lanjut eks Sporting Director WorldSBK ini.

Lewat La Gazzetta dello Sport, Rossi sendiri tak mau bicara banyak soal kans skuadnya pindah ke Yamaha pada 2025. "Itu adalah sesuatu yang sangat masuk akal. Namun, kami membentuk tim demi bertarung di depan, jadi kami menginginkan motor yang melaju lebih cepat," pungkas sembilan kali juara dunia ini.

3 dari 3 halaman

Daftar Pembalap Ducati di MotoGP 2023

Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Pembalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia (c) Ducati Corse

Ducati Lenovo Team (Ducati)

  • #23 Enea Bastianini (kontrak sampai akhir 2024)
  • #63 Francesco Bagnaia (2024)

Prima Pramac Racing (Ducati)

  • #5 Johann Zarco (2023)
  • #89 Jorge Martin (2023)

Gresini Racing (Ducati)

  • #49 Fabio di Giannantonio (2023)
  • #73 Alex Marquez (2023)

Mooney VR46 Racing Team (Ducati)

  • #10 Luca Marini (2023)
  • #72 Marco Bezzecchi (2023)

Sumber: Speedweek

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR