BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

8 Rival Paling Sengit yang Pernah Dihadapi Valentino Rossi di MotoGP

06-08-2021 01:20 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Yamaha MotoGP
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (c) Yamaha MotoGP

Bola.net - MotoGP 2021 resmi  menjadi musim terakhir Valentino Rossi berlaga di ajang Grand Prix balap motor. Rider Petronas Yamaha SRT ini telah mengumumkan keputusannya di Red Bull Ring, Austria, pada Kamis (5/8/2021). Berkarier selama 26 tahun, Rossi pun telah menghadapi banyak rival sengit.

Beberapa di antaranya punya hubungan buruk dengan Rossi bahkan sampai memasuki ranah di luar trek. Namun, beberapa yang lain juga uniknya jadi kawan baik Rossi. Ada juga yang sudah jadi rival Rossi bahkan ketika mereka belum turun di kelas yang sama. Ada pula yang jadi musuh, namun akhirnya kembali berteman dengan Rossi.

Tim Bola.net pun telah menelusuri siapa saja pembalap yang menjadi rival sengit Rossi selama ia turun di ajang Grand Prix. Terhitung ada delapan pembalap yang pernah menjadi musuhnya secara langsung, baik di dalam maupun luar lintasan.

Siapa saja sih mereka? Simak ulasannya berikut ini yuk, Bolaneters!

1 dari 9 halaman

Noboru Ueda

Noboru Ueda (c) MotoGP.com
Noboru Ueda (c) MotoGP.com

Noboru Ueda merupakan rival nyata pertama Rossi di ajang Grand Prix, dan rivalitas mereka dimulai pada tahun 1997, yakni tahun kedua Rossi di kelas GP125.

Saat itu, Rossi dan Ueda saling mengalahkan demi memperebutkan gelar dunia, yang akhirnya jatuh ke tangan Rossi. Di lain sisi Ueda harus puas duduk di peringkat runner up.

Meski begitu, rivalitas Rossi dengan Ueda tergolong 'ringan', karena hanya terjadi di dalam lintasan. Di luar lintasan, keduanya justru bersahabat dan kerap menghabiskan banyak waktu bersama.

2 dari 9 halaman

Loris Capirossi

Loris Capirossi (c) Aprilia
Loris Capirossi (c) Aprilia

Setelah naik ke kelas GP250 pada 1998, Rossi pun menjalin rivalitas sengit dengan rider sesama Italia yang juga rider papan atas, Loris Capirossi. Kala itu, Capirossi telah mengantongi dua gelar dunia hingga menjadi rider yang sangat disorot. Meski begitu, Rossi tak mau kalah.

Dalam musim debutnya, Rossi sudah langsung menantang Capirossi dalam perebutan gelar dunia, yang akhirnya jatuh ke tangan Capirossi, sementara Rossi harus puas jadi runner up. Rivalitas ini pun berlanjut pada 1999, di mana Rossi jadi juara dan Capirossi duduk di peringkat ketiga.

Rivalitas Rossi vs Capirossi ini pun berlanjut ketika Rossi menyusul Capirossi naik ke kelas GP500 pada 2000. Keduanya kerap bertarung sangat sengit, namun seiring berjalannya waktu, keduanya semakin bersikap dewasa dan justru menjadi kawan baik sampai sekarang.

3 dari 9 halaman

Max Biaggi

Max Biaggi (c) Aprilia Racing
Max Biaggi (c) Aprilia Racing

Rivalitas paling ikonik yang dimiliki Rossi tak lain dan tak bukan adalah bersama Max Biaggi. Rivalitas ini dimulai pada 1996, bahkan ketika keduanya sama sekali tak turun di kategori yang sama, yakni Rossi di GP125 sementara Biaggi di GP250. Cekcok di antara keduanya makin tersulut oleh pemberitaan di media massa Italia.

Selain kerap bertengkar di luar lintasan, momen pertarungan mereka di lintasan yang paling mencolok adalah di GP500 Jepang 2001, saat Biaggi menyikut Rossi sampai melebar keluar lintasan, yang kemudian dibalas Rossi dengan acungan jari tengah setelah menyalip Biaggi pada beberapa lap berikutnya.

Cekcok di antara keduanya kian memuncak di GP500 Catalunya 2001, saat Rossi yang menang dan Biaggi yang finis kedua, saling tonjok beberapa saat sebelum naik podium. Rossi menyatakan bahwa insiden itu terjadi ketika Biaggi, mendorong manajernya, Gibo Badioli, saat hendak naik ke podium bersama Capirossi yang finis ketiga.

Dua pekan setelah insiden saling tonjok itu, Honda sebagai pabrikan yang menaungi Rossi dan Yamaha sebagai pabrikan yang menaungi Biaggi, memaksa mereka saling meminta maaf dalam gelaran jumpa pers khusus. Sejak itu, pemberitaan soal Rossi vs Biaggi di media masa menurun, walau rivalitas mereka tetap berlanjut sampai Biaggi hengkang dari MotoGP pada akhir 2005.

4 dari 9 halaman

Sete Gibernau

Sete Gibernau (c) Box Repsol
Sete Gibernau (c) Box Repsol

Sete Gibernau merupakan rival terdekat Rossi dalam perebutkan gelar 2003 dan 2004. Awalnya, Rossi dan Gibernau berteman dekat, mengingat keduanya kerap berpesta bersama, namun hubungan mereka hancur ketika Rossi menuduh Gibernau melaporkan bahwa timnya sengaja membersihkan kotak grid Sirkuit Losail, Qatar, semalam sebelum balapan demi mendapatkan grip yang tepat saat start.

Laporan Gibernau ini membuat Rossi dihukum start dari posisi terbuncit, meski Rossi dan Yamaha menyatakan bahwa tindakan mereka tak melampaui apa yang biasanya dilakukan para rivalnya ketika trek sedang kotor. Akibat insiden ini, Rossi juga dikabarkan menyumpahi Gibernau agar tak pernah menang lagi di MotoGP. Uniknya, Gibernau memang tak pernah menang lagi sejak peristiwa tersebut, yang kini kerap disebut 'Kutukan Qatar'.

Cekcok antara Rossi dan Gibernau kembali terjadi dalam pekan balap MotoGP Jerez, Spanyol, pada 2005. Rossi yang start dari pole, tersalip Gibernau pada lap pertama. Pada lap terakhir, Gibernau memimpin balapan, namun Rossi menyalipnya di jalur dalam Tikungan 13 atau tikungan terakhir, dan keduanya bersenggolan. Gibernau melebar keluar lintasan, namun mampu finis kedua di belakang Rossi. Keduanya tertangkap kamera berargumen sengit di parc ferme. Meski begitu, kini Rossi dan Gibernau telah kembali berteman baik.

5 dari 9 halaman

Nicky Hayden

Nicky Hayden (c) Honda
Nicky Hayden (c) Honda

Seperti rivalitasnya dengan Ueda dan Capirossi, rivalitas Rossi dengan Nicky Hayden tak pernah benar-benar panas di luar lintasan, karena keduanya merupakan kawan baik sejak Hayden menjadi tandem Rossi di Repsol Honda pada 2003.

Meski begitu, Hayden merupakan rider pertama yang berpeluang mematahkan rekor gelar Rossi yang meraih lima gelar dunia beruntun pada 2006. Keduanya pun bertarung sampai seri terakhir di Valencia, di mana Rossi akhirnya terjatuh dan hanya mampu finis ke-13 sementara Hayden finis ketiga.

Rossi sendiri bersikap sportif dan mengaku ikut senang untuk Hayden, serta mengaku memilih rider Amerika Serikat tersebut untuk meraih gelar dunia ketimbang rider MotoGP lainnya. Saat Hayden meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Italia pada Mei 2017, Rossi mengaku sangat bersedih hati.

6 dari 9 halaman

Casey Stoner

Casey Stoner (c) Ducati
Casey Stoner (c) Ducati

Casey Stoner menjadi rival sengit Rossi sejak ia pindah dari LCR Honda ke Ducati Team pada 2007. Keduanya pun kerap bertarung sengit di lintasan, namun berkat motor Ducati yang sangat bertenaga, Stoner pun mampu membekuk Rossi di banyak balapan.

Rivalitas keduanya memuncak dalam balapan di Laguna Seca, Amerika Serikat pada 2008. Usai saling salip memperebutkan kemenangan, Rossi menyalip Stoner di Tikungan Corkscrew. Manuver agresif membuat Rossi melaju di area gravel dan saat kembali ke lintasan, ia nyaris menyenggol Stoner.

Beberapa lap kemudian, Stoner terjatuh di gravel usai gagal mengendalikan rem di Tikungan 11. Stoner mampu bangkit dan finis kedua, di belakang Rossi yang meraih kemenangan perdananya di Laguna Seca. Saat di parc ferme, Rossi hendak menjabat tangan Stoner, namun ditolak. Dalam jumpa pers, Stoner menyebut Rossi kelewat agresif dan mengaku hilang rasa hormat kepada 'salah satu rider terhebat dalam sejarah'.

Rivalitas ini mendingin saat Stoner kesulitan dengan Ducati sementara Rossi juara pada 2008 dan 2009, namun kembali memanas saat Rossi hijrah ke Ducati pada 2011 sementara Stoner pindah ke Repsol Honda. Dalam MotoGP Jerez yang diguyur hujan, Rossi terjatuh dan menabrak Stoner. Satu lap kemudian, Rossi yang mampu bangkit mendapatkan tepuk tangan sarkas dari Stoner yang belum beranjak dari tempat kecelakaan. Dalam balapan itu, Stoner gagal finis, sementara Rossi finis kelima.

Usai balapan, Rossi didampingi beberapa petinggi Ducati menemui Stoner di garasi Repsol Honda untuk meminta maaf. Stoner menerima jabat tangannya dan melemparkan sindiran dengan menanyakan bahu Rossi yang cedera sejak akhir 2010. Selain itu Stoner juga menyatakan, 'Ambisimu menutupi talentamu' kepada Rossi.

7 dari 9 halaman

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo (c) Twitter/MotoGP
Jorge Lorenzo (c) Twitter/MotoGP

Rivalitas antara Rossi dan Jorge Lorenzo sudah tercium khalayak ramai sejak Lorenzo diumumkan sebagai tandem baru Rossi di Yamaha pada 2008. Lorenzo yang kala itu merupakan dua kali juara dunia GP250, dianggap Rossi sebagai rider yang sama kuat dengan dirinya. Atas alasan inilah ia marah pada Yamaha karena merasa dirinya tak diutamakan.

Rivalitas antara Rossi dan Lorenzo pun memuncak pada 2009, ketika Lorenzo makin konsisten bertarung di papan atas. Salah satu pertarungan mereka yang paling dikenang orang sampai sekarang adalah MotoGP Catalunya, di mana kedua rider ini saling salip sejak awal. Kedua rider juga sama-sama diunggulkan karena Lorenzo merupakan tuan rumah, sementara Rossi dikenal punya sederet kesuksesan di trek tersebut.

Pada beberapa lap terakhir, Lorenzo memimpin dan Rossi sulit menyalip walau terus menempel, hingga banyak orang mengira Lorenzo lah yang akan menang. Meski begitu, asumsi ini dipatahkan oleh Rossi tepat di tikungan terakhir, yakni tempat diyakini banyak pembalap dunia sebagai tempat yang mustahil untuk menyalip.

Meski kerap cekok baik di dalam maupun luar lintasan, uniknya dari rivalitas Rossi dan Lorenzo ini adalah, keduanya selalu akur ketika tak jadi rekan setim, terbukti saat Rossi hijrah ke Ducati pada 2011 dan saat Lorenzo pindah ke Ducati pula pada 2017. Kini, Lorenzo telah pensiun, dan keduanya jadi lebih akur, terutama setelah Lorenzo menjabat sebagai test rider Yamaha tahun ini.

8 dari 9 halaman

Marc Marquez

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez (c) AP Photo
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez (c) AP Photo

Bukan rahasia lagi bahwa Rossi merupakan idola Marc Marquez sejak anak-anak. Saat Marquez naik ke MotoGP pada 2013, Rossi pun menyambutnya dengan hangat dan hubungan keduanya semakin dekat ketimbang saat Marquez masih di Moto2. Meski beberapa kali bertarung sengit, keduanya tetap bersenda gurau setelah finis.

Meski begitu, persahabatan mereka diuji pada 2015, terutama dalam balapan di Argentina dan Belanda, di mana keduanya bertarung sengit, dan kemudian bersenggolan di lap terakhir. Kedua balapan pun dimenangi Rossi. Rivalitas mereka pun makin buruk usai balapan di Australia, saat Marquez memenangi balapan, Lorenzo finis kedua, dan Rossi finis keempat.

Hanya beberapa hari setelah balapan itu, yakni saat Rossi, Marquez, dan Lorenzo hadir dalam jumpa pers di Malaysia, Rossi menyebut Marquez berkhianat padanya dan menuduh rider Repsol Honda itu sengaja bermain-main di Australia demi membantu Lorenzo menjegal langkah The Doctor untuk meraih gelar dunia ke-10.

Sempat berbaikan usai Luis Salom meninggal dunia di Moto2 Catalunya 2016, Rossi dan Marquez kembali cekcok setelah Marquez menabrak Rossi di Argentina pada 2018. Rossi, yang menolak permintaan maaf Marquez, menyebut rider Spanyol tersebut sebagai rider berbahaya yang merusak olahraga balap motor. Tak hanya itu, Rossi juga meminta Marquez menjauhi dirinya dan tak menatap wajahnya lagi.

Meski begitu, Rossi dan Marquez kembali bersalaman di tempat yang sama setahun kemudian, setelah Rossi sempat menolak jabat tangan Marquez di sesi jumpa pers MotoGP Misano pada 2018. Dalam balapan di Argentina tersebut, Rossi menjabat tangan Marquez beberapa saat sebelum naik podium, sebagai ucapan selamat atas kemenangannya.

9 dari 9 halaman

Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa

KOMENTAR