MotoGP Rotasi 4 Trek Spanyol Mulai 2023, Batasi 22 Balapan Sampai 2027

Anindhya Danartikanya | 31 Januari 2022, 10:30
MotoGP Spanyol 2021 di Sirkuit Jerez (c) Yamaha MotoGP
MotoGP Spanyol 2021 di Sirkuit Jerez (c) Yamaha MotoGP

Bola.net - CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, akan mengubah format gelaran MotoGP di sirkuit-sirkuit Spanyol mulai 2023. Jerez, Barcelona-Catalunya, MotorLand Aragon, dan Ricardo Tormo (Valencia) akan dirotasi demi memberi kesempatan bagi negara baru untuk menjadi tuan rumah. Hal ini ia sampaikan via Marca, Sabtu (29/1/2022).

Spanyol memang punya antusiasme tinggi pada balap motor. Namun, fakta bahwa mereka memiliki empat seri mulai menuai protes, bahkan dari rider-rider Spanyol sendiri. Hasrat merotasi empat trek ini juga sudah sempat diutarakan Ezpeleta pada awal 2020. Kala itu ia bahkan ingin melibatkan Sirkuit Portimao, Portugal, dalam rotasi ini.

Kini, Ezpeleta menegaskan rotasi keempat trek tersebut akan dimulai tahun depan. Ia mengakui keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan dengan seluruh pabrikan peserta di MotoGP, yang tak ingin menjalani lebih dari 22 balapan per musim. Sebagai catatan, musim 2022 menggelar 21 balapan, jumlah terbanyak dalam sejarah.

1 dari 2 halaman

Ingin Kunjungi Lebih Banyak Negara

Circuito de Jerez - Angel Nieto, Spanyol (c) Twitter/Suzuki MotoGP

Circuito de Jerez - Angel Nieto, Spanyol (c) Twitter/Suzuki MotoGP

"Tidak (akan dirotasi) pada 2022, namun akan dilakukan pada 2023. Tak ada pilihan lain. Kami punya kesepakatan dengan para pabrikan agar tak mencapai lebih dari 22 balapan sampai 2027 nanti. Ini juga selaras dengan regulasi teknis. Juga ada sederet negara yang sangat penting dan ingin masuk kalender kami," ujar Ezpeleta.

Jumlah balapan 2022 juga sudah sempat diprotes para rider, dan Marc Marquez pun paling vokal. Sang delapan kali juara dunia mengaku hanya terima menjalani banyak balapan jika MotoGP mengurangi balapan di Spanyol (4) dan Italia (2) dan memutuskan mengunjungi negara lain. Ezpeleta mengaku sudah memulai misi itu, meski tak semudah jentikan jari.

"Dengan negara-negara yang saya ingin kunjungi, kami akan dan sudah bernegosiasi. Saya ingin kami ke Kanada, karena ada salah satu pemegang saham kami dari Kanada dan ada antusiasme pada motorsport di sana. Tapi sejauh ini tak ada trek yang valid untuk MotoGP. Kami tak bisa balapan di trek jalanan, meski itu solusi termudah," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Janji Takkan Gelar Balapan Sebanyak Formula 1

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta (c) MotoGP.com

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta (c) MotoGP.com

Rotasi empat trek Spanyol dan penambahan negara baru juga diakui Ezpeleta sebagai wujud dari keinginan Dorna Sports menyeimbangkan jumlah fans Eropa dan non-Eropa, seperti yang dilakukan Formula 1. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah balapan MotoGP takkan sampai sebanyak F1, yang musim ini menggelar 23 seri.

"Kami akan mengurangi balapan di tempat-tempat di mana kami sudah sangat populer. Tapi jumlah maksimal balapan kami lebih rendah dari F1 karena banyaknya kecelakaan. Insiden sekecil apa pun bikin para rider kami mengalami masalah lebih besar ketimbang para pembalap F1. Jadi, kami tak bisa menggelar lebih banyak dari itu," tuturnya.

"Masa rehat di tengah musim sangat penting. Atas alasan itulah membatasi 22 balapan adalah hal masuk akal. Dengan jumlah itu, mengunjungi sebanyak mungkin negara juga sudah cukup memungkinkan, asal dengan kesepakatan yang tepat di sektor keselamatan dan ekonomi dari kedua belah pihak," pungkas Ezpeleta.

Sumber: Marca

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR