BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

4 Alasan Ducati Tak Bisa Disebut 'Kemaruk' Punya 8 Rider di MotoGP 2022

27-01-2022 16:15 | Anindhya Danartikanya

Marco Bezzecchi, Luca Marini, Jorge Martin, Johann Zarco, Pecco Bagnaia, Jack Miller, Enea Bastianini, dan Fabio di Giannantonio (c) Ducati Corse
Marco Bezzecchi, Luca Marini, Jorge Martin, Johann Zarco, Pecco Bagnaia, Jack Miller, Enea Bastianini, dan Fabio di Giannantonio (c) Ducati Corse

Bola.net - Fakta bahwa Ducati bakal menurunkan delapan pembalap sekaligus di MotoGP 2022 menuai reaksi pro dan kontra dari banyak pihak, meski ini bukan kali pertama mereka melakukannya. Bahkan tak sedikit penggemar balap yang menyebut mereka 'kemaruk' karena dipastikan mengisi sepertiga grid musim ini.

Kritik tajam dilontarkan juara dunia 2020 dari Suzuki, Joan Mir, yang menyebut hal ini tak adil. Rider Ducati sendiri, Pecco Bagnaia, bahkan cemas skuad yang identik dengan warna merah itu bakal sulit mengatur dukungan kepada para ridernya. Di lain sisi, tandem Bagnaia, Jack Miller, justru mendukung program ini.

Menurut rider Australia tersebut, ini justru bagus untuk pengembangan Desmosedici, karena makin banyak data dari para pembalap dengan gaya berkendara yang berbeda-beda. Namun, juga perlu diketahui bahwa menurunkan delapan rider di MotoGP 2022 sejatinya tak sepenuhnya kemauan Ducati sendiri.

Ada empat faktor dan alasan lain yang 'memaksa' Ducati kembali menurunkan empat tim. Utamanya berasal dari Gresini Racing, yang tahun ini melepaskan diri dari struktur tim pabrikan Aprilia Racing. Apa saja sih faktor-faktor tersebut? Berikut ulasannya.

1 dari 4 halaman

Aprilia Belum Konsisten Buktikan Level

Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing
Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro (c) Aprilia Racing

Sebelum memilih Ducati Corse, Gresini Racing sejatinya dirayu habis-habisan oleh Aprilia Racing untuk menjadi tim satelit mereka di MotoGP 2022. Direktur Komersial dan Pemasaran Gresini, Carlo Merlini, pun mengakui bahwa opsi ini sempat dipikirkan masak-masak oleh timnya.

Meski begitu, berkaca dari pengalaman selama tujuh tahun menyaksikan pengembangan Aprilia, Gresini menyadari RS-GP masih butuh waktu lama untuk jadi motor yang jauh lebih kompetitif, meski Aleix Espargaro sukses meraih podium sensasional di Silverstone, Inggris, tahun lalu.

2 dari 4 halaman

Performa Ducati Terbukti Ciamik

Jorge Martin, Pecco Bagnaia, dan Jack Miller di podium MotoGP Valencia 2021. (c) AP Photo
Jorge Martin, Pecco Bagnaia, dan Jack Miller di podium MotoGP Valencia 2021. (c) AP Photo

Gresini juga diketahui mendapatkan tawaran biaya sewa motor yang murah dari Aprilia. Namun, mereka memilih Ducati karena lebih kompetitif. Sebagai catatan, motor kompetitif juga krusial untuk visibilitas para sponsor Gresini, yang sisi finansialnya sempat goyah usai meninggalnya sang pemilik, Fausto Gresini, akibat Covid-19, Februari 2021.

Sepanjang 2021, Ducati juga membuktikan diri sebagai pabrikan yang unggul. Meski belum meraih gelar dunia pembalap sejak 2007, mereka menyabet gelar dunia konstruktor. Mereka juga meraih 24 podium lewat lima rider berbeda, dan meraih tujuh kemenangan lewat tiga rider berbeda. Alhasil, logis jika Gresini tergiur untuk bergabung.

3 dari 4 halaman

Gara-Gara Suzuki Ragu Turunkan Tim Satelit

Alex Rins dan Joan Mir (c) Suzuki
Alex Rins dan Joan Mir (c) Suzuki

Selain dapat tawaran dari Aprilia, Gresini juga sempat bernegosiasi ringan dengan Suzuki, yang sejak kembali ke MotoGP pada 2015 belum juga menurunkan tim satelit. Sayang, Suzuki tak bisa menjamin struktur solid untuk tim satelit, meski mereka sudah punya rencana menurunkan tim kedua sejak 2017.

Gagasan menurunkan tim satelit digagas pertama kali oleh Davide Brivio, yang kini bahkan sudah hengkang ke Formula 1 bersama Alpine F1 Team. Namun, para pucuk pimpinan Suzuki di Hamamatsu, Jepang, selalu ragu-ragu mewujudkan rencana itu karena merasa organisasi mereka tak sebesar Honda dan Yamaha.

Departemen balap yang kecil pun membuat jaminan finansial Suzuki juga menjadi minim, dan hal ini membuat mereka lagi-lagi batal menurunkan tim satelit. Alhasil, kans menggaet Gresini sebagai mitra kerja lepas dari genggaman. Atas alasan itu pula, Gresini makin mantap menjatuhkan pilihan kepada Ducati.

4 dari 4 halaman

Ducati 'Murah Hati' dalam Sediakan Dukungan Teknis

Enea Bastianini, Gigi Dall'Igna, dan Fabio di Giannantonio (c) Gresini RacingEnea Bastianini, Gigi Dall'Igna, dan Fabio di Giannantonio (c) Gresini Racing

Gresini juga uniknya tak memilih Ducati hanya karena pabrikan asal Bologna, Italia, itu punya motor dengan performa sangat oke. Daya tarik Ducati lainnya adalah mereka sangat 'murah hati' dalam menyediakan dukungan teknis kepada tim-tim satelitnya.

Ducati boleh jadi tak selalu memberikan motor Desmosedici teranyar kepada para ridernya di tim satelit, namun selalu memastikan kemauan para rider didengar, bersedia memberikan perangkat baru, plus menyediakan insinyur terbaik dari markas mereka di Borgo Panigale untuk tiap ridernya.

Tradisi ini sudah dijalankan Ducati sejak 2020 lewat Johann Zarco di Avintia Esponsorama, yang kemudian berlanjut ke Enea Bastianini di tim yang sama pada 2021, serta Luca Marini di Sky VR46 Avintia. Mendapat jaminan dukungan teknis yang baik ini, tentu saja Gresini jadi makin tertarik untuk merapat ke Ducati pada 2022.

KOMENTAR