BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

3 Rider WorldSBK yang Pindah ke MotoGP Lewat Tim Satelit Yamaha

26-01-2022 16:15 | Anindhya Danartikanya

Pembalap Pata Yamaha WorldSBK, Toprak Razgatlioglu (c) Yamaha Racing
Pembalap Pata Yamaha WorldSBK, Toprak Razgatlioglu (c) Yamaha Racing

Bola.net - Selama setahun belakangan, rider Pata Yamaha WorldSBK sekaligus juara dunia 2021, Toprak Razgatlioglu, membuat paddock MotoGP heboh membicarakannya. Bagaimana tidak? Dengan talenta hebat yang sudah diakui banyak orang itu, ia kerap tarik ulur soal kansnya pindah ke ajang Grand Prix. Padahal, kehadirannya sudah dinanti-nanti.

Belakangan, rider Turki itu bahkan memberikan kode keras lewat Twitter, mengaku tak menutup kemungkinan pindah ke MotoGP 2023. Padahal, sebelum-sebelumnya ia selalu mengaku ogah pindah kejuaraan. "Saya selalu punya impian ke MotoGP. 2023, kenapa tidak?" tulisnya pada Sabtu (22/1/2022), yang lagi-lagi bikin fans balap penasaran.

Jika pindah ke MotoGP pada 2023, Razgatlioglu diprediksi menempati salah satu slot di WithU Yamaha RNF MotoGP Team. Pasalnya, Monster Energy Yamaha selaku tim pabrikan, masih terikat kontrak dengan Franco Morbidelli sampai 2023, dan kontrak sang juara dunia bertahan, Fabio Quartararo, besar peluangnya diperpanjang.

Di lain sisi, lima kali juara WorldSSP yang juga manajer pribadi El Turco, Kenan Sofuoglu, menolak membiarkan kliennya membela tim satelit. Politisi Turki ini juga menyebut Razgatlioglu hanya akan ke MotoGP jika dapat tawaran membela tim pabrikan. Pengakuan Sofuoglu ini pun dianggap banyak pihak tak masuk akal.

Pasalnya, menurut sejarah, rider-rider Yamaha lulusan WorldSBK memang selalu membela tim satelit terlebih dahulu saat menjalani musim perdananya di MotoGP. Tercatat ada tiga pembalap yang pernah melalui tahapan ini. Siapa saja sih mereka? Berikut ulasannya.

1 dari 3 halaman

James Toseland

James Toseland saat membela Tech 3 Yamaha di MotoGP 2008. (c) MotoGP.comJames Toseland saat membela Tech 3 Yamaha di MotoGP 2008. (c) MotoGP.com

James Toseland menjalani debut WorldSBK pada awal 2001, ketika masih berusia 20 tahun. Ia pun langsung tampil kompetitif selama dan bahkan menduduki peringkat ketiga pada 2003 bersama Ducati. Pada 2004, ia pun merebut gelar lewat Fila Ducati, dan sampai saat ini masih tercatat sebagai juara WorldSBK termuda sepanjang sejarah, dalam usia 23 tahun 364 hari.

Pada 2005, Toseland 'hanya' duduk di peringkat keempat, dan memilih pindah ke Ten Kate Honda pada 2006 dan menjadi runner up. Pada 2007, ia memilih bertahan di tim yang sama, meski dapat tawaran dari Pramac d'Antin (Ducati) untuk pindah ke MotoGP. Nyatanya, ia sukses merebut gelar dunianya yang kedua, yang juga gelar dunia terakhir Honda hingga kini.

Usai merebut dua gelar WorldSBK, barulah Toseland pindah ke MotoGP. Ia membela Tech 3 Yamaha. Pekan balap pertamanya pun apik, menduduki posisi kedua di kualifikasi dan finis keenam dalam MotoGP Qatar. Sayang, meski konsisten bertarung di posisi 10 besar, Toseland yang juga musisi ini hengkang dari MotoGP dan kembali ke WorldSBK pada 2010.

2 dari 3 halaman

Ben Spies

Ben Spies saat membela Tech 3 Yamaha di MotoGP 2010. (c) MotoGP.comBen Spies saat membela Tech 3 Yamaha di MotoGP 2010. (c) MotoGP.com

Saat masih berlaga di AMA Superbike, Ben Spies digadang-gadang sebagai bintang Amerika Serikat selanjutnya di MotoGP. Pasalnya, dalam perjalanannya menuju gelar ketiga di AMA Superbike 2008, ia tampil sangat kompetitif tiap kali mendapatkan fasilitas wildcard dari Suzuki, yakni di Donington Park, Laguna Seca, dan Indianapolis. Hal ini membuatnya diprediksi pindah ke MotoGP pada 2009.

Namun, The Elbowz justru memilih pindah ke WorldSBK, sekaligus meninggalkan Suzuki menuju Yamaha. Berstatus debutan, Spies tak pernah balapan di sirkuit mana pun dalam kalender WorldSBK 2009 kecuali Donington Park dan Miller Motorsport Park. Nyatanya, ia justru menggemparkan dunia balap motor dengan merebut gelar dunia pada akhir musim.

Dominasinya di WorldSBK pun membuatnya diminta Yamaha pindah ke MotoGP 2010 untuk menggantikan James Toseland di Tech 3. Di sana, ia meraih dua podium, dan kemudian diminta pindah ke tim pabrikan untuk menggantikan Valentino Rossi yang pindah ke Ducati. Selama membela Yamaha Factory Racing, Spies mengoleksi 6 podium dan 1 kemenangan.

3 dari 3 halaman

Cal Crutchlow

Cal Crutchlow saat membela Tech 3 Yamaha di MotoGP 2012. (c) MotoGP.comCal Crutchlow saat membela Tech 3 Yamaha di MotoGP 2012. (c) MotoGP.com

Cal Crutchlow telah menjadi rider kepercayaan Yamaha sejak 2009, ketika ia turun di WorldSSP dan merebut gelar dunia. Pada tahun berikutnya, ia pun naik ke WorldSBK, masih membela Yamaha, menggantikan Ben Spies yang pindah ke MotoGP. Ia mengakhiri musim di peringkat kelima usai merebut 10 podium dan 3 kemenangan.

Tak terlalu berambisi menjuarai WorldSBK, Crutchlow pun mempertaruhkan kariernya dengan nekat pindah ke MotoGP pada 2011. Ia pun membela Tech 3 Yamaha, lagi-lagi menggantikan Spies yang pindah ke tim pabrikan. Crutchlow membela tim itu selama tiga musim, mengoleksi tujuh podium sebelum pindah ke Ducati Team pada 2014.

Hanya setahun di Ducati, Crutchlow kemudian membela LCR Honda selama enam tahun, total mengantongi 12 podium dan 3 kemenangan. Pada akhir 2020, ia memutuskan pensiun dalam usia 35 tahun. Namun, kini ia kembali ke naungan Yamaha, menjabat sebagai test rider MotoGP mereka.

KOMENTAR