BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Doping, Pantai, Bikini Merah dan Cantiknya Maria Sharapova

29-03-2016 10:15 |

Maria Sharapova (c) SPLASH Maria Sharapova (c) SPLASH

Bola.netBola.net - Tersangkut kasus doping, Maria Sharapova tampaknya tak mau terus menerus larut dalam kesedihan. Justru sebaliknya, petensis cantik Rusia ini terlihat begitu tenang dan tetap ceria di setiap kegiatannya. Seperti saat ia melakukan liburan ke pantai di Meksiko baru-baru ini.


Seperti dilansir Daily Mail, Sharapova terlihat menghabiskan waktu di pantai Los Cabos, Meksiko bersama sahabatnya, Chelsea Handler. Sharapova terlihat cantik dengan balutan bikini warna merah.

Maria SharapovaMaria Sharapova

Untuk diketahui, Sharapova akhirnya mendapatkan hukuman sanksi empat tahun tak boleh berkarir atau terlibat dalam dunia tenis. Sanksi ini resmi diberlakukan oleh ITF (International Tennis Federation) mulai 2 Maret 2016 lalu.

Sebagaimana diketahui, petenis 28 tahun tersebut mengaku langsung bahwa dirinya positif menggunakan doping. Doping yang ia gunakan adalah Meldonium, obat peningkat daya tahan dan stamina tubuh yang diproduksi di Latvia.

Bahkan Sharapova sendiri mengakui telah mengonsumsi Meldonium sejak 2006 silam, atau 10 tahun lalu dengan alasan kesehatan. Pihak WADA (World Anti-Doping Agency) sendiri baru mengkategorikan Meldonium sebagai doping sejak 1 Januari 2016.

Masih penasaran bagaimana cantik dan seksinya Maria Sharapova dengan bikini merahnya? Ikuti terus di laman selanjutnya dengan klik tombol di bawah ini.   

1 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Nama Sharapova melejit pada musim 2004. Ketika itu ia yang masih berusia 17 tahun mengejutkan dunia setelah memenangi Grand Slam Wimbledon dengan mengalahkan petenis favorit Serena Williams. Trofi Grand Slam itu jadi yang pertama untuknya.
2 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Usai mengejutkan dengan memengkan grand slam Wimbledon, Sharapova berhasil jadi petenis wanita nomor satu dunia. Namun ia gagal memenangkan satu pun gelar Grand Slam setelah hanya menembus semifinal di Australia Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka.
3 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Pada 2006, Sharapova berhasil meraih Grand Slam keduanya setelah memenangi AS Terbuka. Saat itu ia mengalahkan Justin Henin di final.
4 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Pada musim 2007, penampilannya merosot. Setelah gagal total di semua turnamen utama, cedera bahu membuatnya terlempar dari peringkat lima besar dunia meski sempat merebut posisi pertama.
5 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Sharapova berhasil bangkit kembali di musim 2008 setelah meraih Grand Slam ketiganya di ajang Australia Terbuka dengan mengalahkan Ana Ivanovic di final. Namun pada tahun yang sama ia kembali cedera bahu dan mengakhiri musim di peringkat sembilan dunia.
6 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Lama bergelut dengan cedera bahu, Sharapova bangkit dan kembali bersinar pada 2012. Saat itu, ia melengkapi koleksi trofinya di turnamen utama dengan memenangi Prancis Terbuka setelah mengalahkan Sara Erani di final.
7 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Pada 2012, Sharapova sukses meraih medali perak di Olimpiade London dan kembali menjadi petenis terbaik dunia. Namun sayang, pada 2013 ia kembali cedera bahu dan akhirnya menarik diri dari turnamen AS Terbuka dan mundur dari kompetisi.
8 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Setelah absen sejak Agustus 2013, ia berhasil meraih gelar Prancis Terbuka yang membuatnya mengoleksi lima gelar di Grand Slam pada 2014.
9 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Total sejak awal karirnya, Maria Sharapova sudah mengoleksi 35 gelar WTA, 4 gelar ITF dan 5 gelar Grand Slam.
10 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Akibat tersandung kasus doping beberapa waktu lalu, Sharapova kini tak lagi menjadi duta untuk program pembangunan PBB yang fokus memberantas kemiskinan.
11 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Selain tak lagi menjadi duta PBB, Sharapova juga tak lagi menjadi sponsor untuk Nike, TAG Heuer dan Porsche.
12 dari 12 halaman

Maria Sharapova

Akibat kegagalannya dalam tes doping, Sharapova dikabarkan kehilangan potensi pendapatan mencapai Rp 1,8 triliun.

KOMENTAR