Bola.net Unseen: Melihat Legenda Bayern Munchen dari Dekat

Serafin Unus Pasi | 24 Juni 2019, 17:20
Dua anak terpilih ke Munchen dan enam ke Singapura usai melakukan coaching clinic di Lapangan PSPT Tebet, Minggu (23/6). (c) Bola.com/Vitalis Yogi Trisna
Dua anak terpilih ke Munchen dan enam ke Singapura usai melakukan coaching clinic di Lapangan PSPT Tebet, Minggu (23/6). (c) Bola.com/Vitalis Yogi Trisna

Bola.net - Akhir pekan lalu, tepatnya pada 22-23 Juni 2019, menjadi hari yang sibuk untuk saya, Fitri Apriani. Meski pada saat itu agenda liputan saya tidak banyak, tetapi ada sebuah 'gawe' besar yang harus saya cover, yaitu kegiatan Allianz Explorer Camp 2019 yang merupakan sebuah program kerjasama antara Allianz dan tempat saya bekerja, Kapanlagi Youniverse.


Diawali pada Sabtu (22/6) pagi WIB, saya berangkat ke Stadion PSPT yang terletak di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Lokasi seleksi sekaligus coaching clinic Allianz Explorer Camp 2019. Seperti biasa saya memakai jasa ojek online menuju tempat liputan karena praktis.

Jarak dari lokasi tempat tinggal saya ke stadion tidak terlalu jauh, hanya 4,4 kilometer. Hari itu, jalanan terbilang lengang, sehingga perjalanan begitu lancar.

Sampai di stadion, sudah ramai dengan anak-anak dan para orang tua. Mereka adalah para pemain yang akan mengikuti seleksi untuk mendapatkan dua tiket ke Jerman dan enam tiket ke Singapura.

Agenda hari pertama Allianx Explorer Camp 2019 hanya kegiatan seleksi. Di sana saya berkesempatan mewawancarai talent scout, orang tua peserta, sampai beberapa pemain. Dari wawancara yang dilakukan, semua memberikan apresiasi atas program Allianz Explorer Camp 2019.

Hari pertama seleksi menghasilkan 75 pemain yang lolos ke tahap kedua pada hari Minggu. Serangkaian penilaian yang dilakukan talent scout lalu dikolaborasi dan hasilnya baru keluar pada sore hari.

Kemudian pada hari kedua, saya tidak langsung datang ke stadion. Tapi, saya lebih dulu menuju Kantor KLY yang terletak di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, untuk meliput meet and greet mantan pemain Bayern Munchen, Martin Demichelis. Suasana kantor begitu ramai dengan ratusan suporter Bayern Munchen yang ingin bertemu dengan idola mereka.

Dalam acara itu, saya lebih banyak mengejar suporter untuk menjadi narasumber berita sisi lain dari meet and greet. Banyak informasi yang bisa saya gali dari sisi suporter. Bagaimana usaha mereka datang, lalu seberapa dalam antusiasme mereka.

Selesai acara, saya beranjak ke stadion selepas makan siang. Bersama-sama rombongan kru liputan menumpangi mobil kantor.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters

1 dari 1 halaman

Coaching Clinic Ala Martin Demichelis

Legenda Bayern Munchen, Martin Demichelis, memberikan coaching clinic kepada pesepak bola muda di Lapangan PSPT Tebet, Jakarta, Minggu (23/6). Acara ini merupakan rangkaian Allianz Explorer Camp 2019.

Setibanya di Stadion PSPT, sebanyak 75 pemain yang lolos seleksi tahap pertama sudah memulai kegiatannya. Setiap peserta dilihat lebih detail, bagaimana menggiring, menendang bola, termasuk menembak ke gawang.

Siang hari itu, sudah terpilih 14 pemain yang lolos ke babak berikutnya. Dari situ, delapan pemain di antaranya menjadi pemenang. Rinciannya dua pemenang ke Jerman dan enam pemenang berlatih di Singapura.

Dua pemain yang lolos ke Jerman adalah Fariz Fadilla dan Adinda Dwi Citra P. "Senang bisa berangkat ke Jerman. Apalagi di sana akan berlatih dan coaching clinic dengan para pemain Bayern Munchen. Bisa dapat pengalaman berharga," ujar Adinda.

"Saya senang bisa terpilih. Ini menjadi kebanggaan buat orang tua. Saya berharap belajar banyak saat nanti di Jerman," kata Fariz.

Pada puku 14.45 WIB, agenda coaching clinic dimulai. Martin Demichelis tampil sebagai pemberi materi utama. Dia didampingi dua pemain Persija Jakarta yaitu Sandi Sute dan Rezaldi Hehanussa. Kehadiran mereka tentu memukau para peserta.

Demichelis ternyata juga terharu dengan kegiatan ini. Dia melihat bagaimana usaha besar dari para pemain usia dini untuk mewujudkan mimpinya menjadi pesepak bola profesional. Para orang tua juga setia mendampingi anaknya di kegiatan ini.

"Sewaktu kecil, orang tua saya juga seperti ini. Jadi saya sangat terharu," tutur Demichelis.

Menurut dia, ikut ajang seperti ini kemungkinannya hanya dua. Melakukan yang terbaik atau tidak.

"Tapi paling penting harus melakukannya dengan passion besar. Ketika bermain di lapangan harus bersemangat," imbuhnya.

"Saya berharap kalian bisa menggantikan saya yang sudah pensiun dari sepak bola. Bermain bola harus semangat, suatu saat akan berhasil," tutup Demichelis.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR