BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA
Terhalang Medan Berat, Hanya Segelintir Peserta yang Mampu Ikuti IOX 2019 Andalas Sesuai Jadwal
22-02-2019 03:15

 (c) Fitri Apriani (c) Fitri Apriani

Bola.net - Indonesia Off-road eXpedition (IOX) 2019 Andalas yang start di Medan, Sumatera Utara pada 9 Februari lalu dengan tujuan ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat, terus berjalan. Dari 81 peserta, dilaporkan hanya 20 sampai 30an peserta yang berhasil mengikuti trek demi trek sesuai jadwal.

"Mayoritas peserta gagal memasuki trek sesuai jadwal dan masih berjibaku untuk keluar dari trek trek sebelumnya. Semakin hari semakin sedikit jumlah peserta yang bisa mengikuti seluruh trek sesuai jadwal," ujar Team leader IOX 2019 Andalas Syamsir Alam, dalam rilis yang diterima Bola.net, Kamis (21/2).

Ladang pembantaian pertama para offroader super ekstrim ini adalah trek di Siosar (Puncak 2000) di Brastagi. Trek ini memiliki tanjakan curam, turunan curam, bogger (rawa lumpur) yang dalam, bebatuan, dan akar pohon besar yang menyulitkan para off-roader.

Usai dari Siosar, seluruh peserta kemudian beristirahat di Pantai Silalahi, Danau Toba, untuk menikmati keindahan alam sekaligus memperbaiki kendaraan. Namun akibat kerusakan yang sulit diperbaiki, dua kendaraan peserta tidak bisa lanjut dan diangkut dengan trailer menuju garis finish di Bukit Tinggi.

Lalu setelah beristirahat di Pantai Silalahi, seluruh peserta bergerak ke Parmonangan untuk off-road. Namun tercatat hanya 22 kendaraan 4x4 yang masuk trek.

Sisanya masih tercecer di trek Siosar dan sebagian lagi rusak, sehingga harus masuk bengkel untuk perbaikan. Adapun trek ke Parmonangan ini memiliki tingkat resiko kecelakaan yang tinggi karena melalui banyak jurang yang banyak.

Bagi peserta yang tercecer dibelakang, dilarang memasuki trek tersebut untuk mengurangi resiko celaka. Sekitar 56 kendaraan melambung pun mengambil jalan on-road ke Sibolga via Tarutung.

Sebagian peserta yang keluar dari trek Parmonangan kembali mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang harus membeli spareparts dari Medan yang berjarak 11 jam perjalanan darat. Disisi lain, sebagian peserta yang tercecer di trek sebelumnya sudah bisa bergabung menuju Sibolga.

Tercatat sekitar 56 kendaraan start dari Sibolga jalan on-road (aspal) menuju pantai Tabuyung menyusuri jalan pasir di pantai sepanjang 10 Km. Seluruh peserta sangat menikmati trek pantai pasir yang sepi ini dengan memacu kecepatan tinggi.

Dari Tabuyung, peserta menuju Simpang Gambir melalui jalan on-road dan off-road melalui perkebunan sawit dan lading. Tercatat, hanya 29 kendaraan yang memasuki trek ini, sementara sisanya tercecer dibelakang dan sebagian lagi diperbaikan karena rusak.

Begitu pula di trek Simpang Gambir ke Sapotinjak di hari berikutnya, hanya 31 peserta yang memasuki trek. Kondisi trek sendiri banyak melalui sungai dan batu.

Kemudian pada hari ke-11, sekitar 40 kendaraan peserta kembali memasuki jalur off-road berat Sapotinjak ke Aek Mais melalui tanjakan tanpa winching point dengan jurang yang dalam sepanjang trek. 20 kendaraan berhasil finish di base camp di Kotanopan pada sore hari, dan sisanya baru keluar satu persatu pada malam hingga siang hari besoknya.

Setelah istirahat, pada Rabu (20/2), peserta menjalani trek on-road memasuki Propinsi Sumatera Barat dan akan membuka tenda di Kawasan Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota dan akan mencapai finish di Bukit Tinggi, Minggu (24/2).

Kenali Modus Penipuan Jadi CPNS
Berita Terkait
Pengamanan Jelang Keputusan Sidang MK

KOMENTAR

Bola Indonesia
Latest Update

BERITA OLAHRAGA LAIN-LAIN
INDEX BERITA
BERITA |    JADWAL |    KLASEMEN |    LAINNYA