BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Kisah Windy Cantika Aisah: Bakat Terlihat Sejak SD, Kini Jadi Peraih Medali Olimpiade 2020

26-07-2021 09:08 | Anindhya Danartikanya

Reaksi Windy Cantika Aisah setelah dipastikan meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 (c) Vincenzo Pinto/AFP
Reaksi Windy Cantika Aisah setelah dipastikan meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 (c) Vincenzo Pinto/AFP

Bola.net - Atlet angkat besi putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, sukses mengharumkan nama bangsa usai merebut medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, Sabtu (24/7/2021). Kedua orang tuanya, Siti Aisah dan Asep Hidayat, tentu tak kalah bangga melihat sang anak meraih prestasi mentereng ini.

Di kediamannya Kampung Babakan Cianjur, Desa Malasari Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Minggu (25/7/2021), Siti Aisah, mengaku sangat senang melihat sang anak bungsu meraih perunggu, yang uniknya juga merupakan medali pertama bagi kontingen Merah Putih di Olimpiade kali ini.

"Sebagai orang tua tentu luar biasa senang banget karena dia tidak ditargetkan apa-apa. Bisa lolos ke Olimpiade saja sudah bersyukur, tapi Alhamdulillah dia bisa berbuat baik untuk Indonesia, buat Kabupaten Bandung dan Jawa Barat," ujarnya kepada Bola.com.

Siti mengaku tidak menyangka Windy bakal dapat medali perunggu di ajang yang bergengsi tersebut. "Olimpiade ini kan olahraga ajang yang bergengsi, jadi dia bisa ikut juga sudah bersyukur," kata Siti.

1 dari 4 halaman

Bakal Sumbangkan Bonus untuk Pembangunan Masjid

Windy Cantika Aisah meraih medali perunggu angkat besi Olimpiade Tokyo 2020 (c) AP Photo
Windy Cantika Aisah meraih medali perunggu angkat besi Olimpiade Tokyo 2020 (c) AP Photo

Siti juga menyatakan, sebelum ke Tokyo, Windy sempat terpapar Covid-19, hingga persiapannya sedikit terganggu dan harus berjuang dari awal demi mengembalikan performa. "Peraih Perak asal India itu sebelumnya sering kalah oleh Cantik (sapaan ibunda kepada Windy). Tapi segitu juga bagi saya bersyukur," tuturnya.

Siti yang juga mantan atlet angkat berat ini mengatakan bonus yang didapat putri dari Olimpiade Tokyo 2020 akan disumbangkan untuk pembangunan mesjid di sekitar kampung halamannya, Cimaung, Kabupaten Bandung.

"Kalau bonus mungkin ditabung buat masa depan Cantik, tapi sebagian untuk membangun mesjid karena sebelum berangkat juga Cantik sudah ngomong bahwa di lingkungan kita belum ada mesjid. Alhamdulillah sekarang ada rezekinya untuk bikin mesjid," ucap Siti.

2 dari 4 halaman

Lama Tak Pulang, Bakat Terlihat Sejak SD

Windy Cantika Aisah ketika tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Lifter 19 tahun ini meraih medali perunggu di cabor angkat besi kelas 49 kg putri. (c) AFP/Vincenzo Pinto
Windy Cantika Aisah ketika tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Lifter 19 tahun ini meraih medali perunggu di cabor angkat besi kelas 49 kg putri. (c) AFP/Vincenzo Pinto

Perjuangan Windy menuju Olimpiade cukup panjang. Bahkan demi lolos ke Olimpiade, ia harus lama tak jumpa orang tua. "Dalam satu tahun, pulang hanya sekali karena dia lama masuk Pelatnas. Jadi sebelum SEA Games dia sudah Pelatnas, karena pandemi jadi gak boleh pulang, tapi kalau komunikasi hampir tiap hari, ya paling Video Call saja," jelas Siti.

Siti mengatakan bakat Windy sebagai atlet angkat besi memang sudah terlihat sejak SD (Sekolah Dasar), berawal dari kakaknya yang suka latihan di depan rumah. "Saya juga sebagai orang tuanya tidak kepikiran dia mau jadi atlet angkat besi, cuma kakaknya suka latihan pakai pipa paralon dan besi dulu. Dari situ dia tertarik, jadi ikut latihan dan diajarin sama kakaknya. Nah dari sana bakatnya muncul lalu diajak latihan," terang Siti.

Bahkan, Windy Cantika Aisyah sambung Siti pernah meraih medali emas di ajang Porda saat kelas 6 SD. "Awalnya saya juga tidak tahu apa cita-citanya dia, tapi sebagai orang tua hanya meminta untuk memilih olahraga yang terbaik, kita mendukung dan mengarahkan," ungkap Siti.

Siti pun berharap prestasi yang diraih Windy tidak hanya sampai sini saja, tetapi bisa berkelanjutan di ajang-ajang internasional selanjutnya, apalagi usia Windy masih muda.

3 dari 4 halaman

Jalannya Pertandingan Windy Cantika Aisah

Windy menjadi penyumbang medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Turun di kelas 49 kg, lajang kelahiran Bandung, 11 Juni 2002 ini menyabet medali perunggu dengan total angkatan 194 kilogram (snatch 84 kg dan clean and jerk 110 kg).

Sementara itu, emas diraih oleh lifter asal China, Hou Zhihui dengan total angkatan 210 kilogram (snatch 94 kg dan clean and jerk 116 kg). Sedangkan lifter India, Chanu Mirabai berhak atas perak usai mencatatkan angkatan total 202 kg dengan snatch 87 kg dan clean and jerk 115 kg.

Ajang multievent Olimpiade Tokyo 2020 bisa disaksikan melalui TV teresterial INDOSIAR dan O Channel. Selain itu juga bisa di layanan over the top (OTT) VIDIO baik gratis maupun berbayar dengan 12 channel tambahannya, serta channel Champions TV 1, 2 dan 3 yang dikelola IEG (Indonesia Entertainment Group), salah satu anak perusahaan di Emtek Group. Yuk nikmati sajian live streaming dengan mengklik tautan ini.

Disadur dari: Bolacom (Erwin Snaz, Yus Mei Sawitri) | Dipublikasi: 25 Juli 2021

4 dari 4 halaman

Video: Kedisiplinan Windy Cantika Aisah demi Medali Olimpiade Tokyo 2020

KOMENTAR