Cerita Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Kalahkan Kemiskinan

Richard Andreas | 15 Agustus 2022, 01:19
Rodtang Jitmuangnon  (c) ONE Championship
Rodtang Jitmuangnon (c) ONE Championship

Bola.net - Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai, Rodtang Jitmuangnon sudah jadi ikon ONE Championship. Namanya begitu harum di dunia olahraga tarung dengan rekor 268-42-10.

Sejak gabung ONE Championship pada 2018, petarung asal Thailand ini juga belum terkalahkan. Baik dalam tarung Muay Thai maupun kickboxing.

11 kemenangan berhasil ditorehkannya di ONE Championship. Ia hanya kalah sekali dari petarung Amerika Serikat, Demetrious Johnson dalam laga hibrida Muay Thai-MMA pada Maret 2022.

Apa yang sudah dicapai Rodtang saat ini tak lepas dari perjuangannya ketika belum jadi apa-apa. Lewat Muay Thai, petarung berjuluk The Iron Man ini membangun nama hingga penghidupan yang jauh lebih baik demi keluarganya.

"Saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih pada Muay Thai. Tanpa Muay Thai, saya tak akan ada di posisi sekarang," ujar Rodtang, dalam rilis yang diterima Bola.net, Minggu (14/8/2022).

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 2 halaman

Tinggal di Gubuk

Rodtang lahir dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya adalah petani karet dengan penghasilan tidak menentu.

Ia juga tinggal di sebuah gubuk sederhana bersama 11 anggota keluarganya. Lokasinya di sebuah desa bagian selatan Thailand.

Sejak usia 8 tahun, Rodtang juga sudah mulai bertarung. Tercatat, hingga kini ia sudah menorehkan 268 kemenangan.

Sejak melakoni debut dalam salah satu turnamen yang digelar di kuil setempat, hampir setiap pekan Rodtang bertarung demi mengumpulkan uang saweran. Setiap koin yang ia terima menjadi tambahan berarti bagi penghidupan keluarganya.

Enam tahun setelah menjalani debut Muay Thai, Rodtang merantau ke Bangkok untuk menjajal kompetisi yang lebih tinggi dan berlatih di sasana ternama, Jitmuangnon, yang kini ia sematkan sebagai namanya. Kariernya pun terus berkembang hingga dilirik ONE Championship.

2 dari 2 halaman

Bisa Beli Rumah

Pada Juni 2022, Rodtang berhasil membelikan rumah baru buat orang tuanya. Ia selalu memberikan kredit pada ayah dan ibunya atas keberhasilan yang telah dicapai.

"Dari seorang anak miskin, sekarang saya bisa membeli rumah untuk kedua orang tua, membeli rumah untuk diri sendiri, serta memiliki uang untuk keluarga," tutur Rodtang.

"Keluarga melakukan segalanya untuk kami anak-anaknya. Mereka selalu pergi meninggalkan rumah di pagi hari dan pulang larut malam."

"Ayah saya sering bekerja jadi kuli proyek sampai menebang pohon karet. Sementara ibu sering jadi tukang cuci piring di acara pemakaman sampai jadi nelayan," imbuh Rodtang.

(Fitri Apriani/Bola.net)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR