BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Para Pemain Ligue 1 Didesak Boikot Musim Depan, Ada Apa?

10-05-2020 17:17 | Ari Prayoga

Neymar saat berlaga di pertandingan antara Lyon vs PSG. (c) AP Photo Neymar saat berlaga di pertandingan antara Lyon vs PSG. (c) AP Photo

Bola.net - Eks pelatih Toulouse, Antoine Kombouare mengajak para pemain untuk memboikot gelaran Ligue 1 musim depan jika liga tak diikuti oleh 22 klub.

Sebelumnya, Ligue 1 musim 2019-20 telah resmi berakhir prematur akibat pandemi virus Corona. Operator kompetisi pun sudah menetapkan PSG sebagai jawara.

Pil pahit harus diterima dua klub terbawah di papan klasemen, Amiens dan Toulouse yang terdegradasi ke Ligue 2. Tentu keputusan ini mengundang kontroversi.

Sejumlah klub seperti Amiens dan Lyon sudah mencoba mempermasalahkan kasus ini dengan membawanya ke jalur hukum.

1 dari 2 halaman

Ajakan Antoine Kombouare

Kombouare sendiri mendesak agar dilakukan cara ekstrim, yakni pemboikotan jika kompetisi Ligue 1 musim depan tak menyertakan Amiens dan Toulouse sehingga membuat peserta menjadi 22 klub.

"Para pemain dan pelatih harus sepakat untuk melakukan boikot pada awal musim depan jika hal tersebut tak terjadi," ujar Kombouare kepada L'Equipe.

"Akan ada PHK. Bahkan di level amatir, hal tersebut akan terasa menyakitkan. Akan tidak adil bagi para pemain yang mengakhiri karier dengan cara seperti ini, dan saya selalu membenci ketidakadilan," lanjutnya.

"Di tengah penderitaan yang perhatian yang lahir dari krisis ini, kita harus bersatu. Kita belum cukup bersatu. Saya merasa marah," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Perlawanan Amiens

Sementara itu, Amiens telah menyatakan bahwa mereka akan melawan keputusan degradasi ke Ligue 2. Amiens pun membuat petisi secara online untuk mendapat dukungan dari para fans.

"Keputusan ini bagi klub kami, semua pemain, pelatih, staf administrasi, sukarelawan, dan suporter kami benar-benar penuh dengan konsekuensi," tulis Amiens dalam pernyataan resminya.

"Menunggu pengumuman dari pertemuan dewan direksi, Amiens berhak untuk menentang keputusan ini, karena prestasi olahraga, terutama dalam periode yang sulit untuk semua ini, seharusnya membuat badan pembuat keputusan tak mengumumkan degradasi,"

Sumber: L'Equipe

KOMENTAR