BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Lihat Tuchel, Ander Herrera Jadi Teringat Van Gaal

23-03-2020 21:19 | Dimas Ardi Prasetya

Ander Herrera (c) PSG Ander Herrera (c) PSG

Bola.net - Gelandang asal Spanyol Ander Herrera menyebut ada kemiripan antara pelatihnya sekarang ini di PSG yakni Thomas Tuchel dengan eks pelatihnya di Manchester United, Louis Van Gaal.

Herrera mendarat di United pada musim panas 2014 lalu. Sosok yang mendatangkannya ke Old Trafford kala itu adalah Van Gaal.

Herrera meneken kontrak berdurasi empat tahun bersama MU. Ia kemudian masih bertahan di Old Trafford ketika Van Gaal berpisah dari United dua tahun kemudian.

Selama di era Van Gaal, Herrera kesulitan untuk bisa mendapatkan kesempatan bermain secara reguler. Namun ia masih tetap bisa mencatatkan 70 penampilan di semua ajang kompetisi.

1 dari 2 halaman

Kemiripan Tuchel dengan Van Gaal

Ander Herrera kini bermain di PSG. Ia bermain di klub tersebut sejak musim panas 2019 kemarin.

Herrera mengakui bahwa pelatihnya sekarang di PSG yakni Thomas Tuchel lebih menyukai gaya latihan pragmatis yang sama seperti Louis Van Gaal. Gaya melatih keduanya jauh dari filosofi yang biasa ia gunakan ketika bermain untuk Marcelo Bielsa di Athletic Bilbao sebelum pindah ke United.

"Secara garis besar, ia membuat saya berpikir tentang Van Gaal. Ia suka sepakbola yang diatur oleh posisi," kata Herrera tentang Tuchel saat wawancara dengan Stadio TV.

"Ia tidak ada hubungannya, misalnya, dengan Marcelo Bielsa, seorang pelatih yang juga menyukai bermain menyerang, tetapi yang mencari sepak bola dalam gerakan terus menerus, di mana Anda harus melanggar garis, ambil bola sendiri."

2 dari 2 halaman

Tragedi

Ander Herrera ikut mengantarkan PSG melaju ke babak perempat final Liga Champions. Mereka mendapatkan tiketnya setelah memenangkan duel dengan Borussia Dortmund dengan susah payah.

Di leg pertama, Dortmund menang 2-1. Namun di leg kedua, PSG berhasil menang 2-0.

Herrera mengatakan bahwa ekspektasi yang dibebankan ke pundak para pemain PSG dari para fans sangatlah tinggi. "Syarat yang ada di Paris, saya belum pernah mengetahuinya sebelumnya," serunya.

"Di sini, menang adalah kewajiban total, jika tidak, itu adalah tragedi. Kami kalah 2 -1 di Dortmund. Di Liga Champions, itu adalah hasil tandang yang bagus. Tetapi itu dianggap sebagai tragedi absolut. Sebagai imbalannya, kekompakan grup itu luar biasa dan itu memberi kami kemenangan."

(Stadio TV)

KOMENTAR