BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Bola Adalah Teman, Cara Mudah Memahami Filosofi Sepak Bola Ajax Amsterdam

11-01-2021 21:59 | Asad Arifin

Ajax Amsterdam menumbangkan VVV dengan skor 13-0 (c) AP Photo Ajax Amsterdam menumbangkan VVV dengan skor 13-0 (c) AP Photo

Bola.net - Gertjan Verbeek tidak punya rekam jejak sebagai pemain atau pelatih Ajax Amsterdam. Namun, saat ditunjuk sebagai pelatih klub Australia, Adelaide United, pada 2019 lalu, dia menyebut nama Ajax.

"Saya menyukai sepak bola menyerang dan ketika Anda kehilangan bola Anda merebutnya secepat mungkin, pertahankan bola, itu ide dasarnya," buka Verbeek di situs resmi A-League.

"Mungkin Anda pernah melihat Ajax Amsterdam bermain, atau Barcelona? Saya tidak berpikir kami memiliki kualitas yang sama [dengan klub-klub itu], tetapi cara mereka memainkan sepak bola," imbuh Verbeek.

Yap, cara bermainnya. Verbeek lantas menyebut sosok yang begitu dikagumi seantero Belanda, Rinus Michels. Dia lah yang menjadi inspirasi utama karir kepelatihan Verbeek.

Rinus Michels populer dengan formasi 4-3-3 dan Total Football. Walau bukan orang pertama yang memakai formasi ini, nama Rinus Michels sangat lekat dengan formasi 4-3-3. Salah satunya karena sukses besar yang diraih bersama Ajax.

Michels memberikan empat gelar juara Eredivisie dan satu Liga Champions untuk Ajax. Michels akan terus dikenang oleh fans Ajax. Bukan hanya karena gelar juara, tapi juga formula 4-3-3 dan Total Football.

1 dari 3 halaman

Bola Adalah Teman

Ajax Amsterdam (c) Ajax.nl/Jasper Ruh Ajax Amsterdam (c) Ajax.nl/Jasper Ruh

"Saya suka gaya sepak bolanya. Verbeek suka menguasai bola, lebih banyak menguasai bola dan bola adalah teman terbaik," ucap Mirko Boland, pemain Adelaide tentang gaya melatih Verbeek.

Yap penguasaan bola menjadi dasar dari formula Total Footbal racikan Rinus Michels dan Verbeek mengamini itu dengan takzim di Adelaide. Mereka pun meraih gelar FFA Cup 2019 lalu.

Michels menginspirasi, dia juga terinspirasi. Michels tak akan bisa lepas dari mentornya, Jack Reynolds. Michel bermain untuk Ajax pada 1946–1958 dan banyak mendapat pengaruh dari Reynolds sebagai pelatih.

Dari Reynolds lah genealogi gaya bermain Ajax dimulai. Reynolds menginspirasi Michels, lalu ada Johan Cruyff yang terinspirasi Michels dan membuat gaya bermain sepak bola Ajax makin paten.

Bahkan, masih bertahan sampai saat ini. Ajax selalu identik dengan formasi 4-3-3 dan gaya bermain menyerang, walau kini tidak melulu bisa disebut Total Football. Namun, penguasaan bola menjadi dasarnya.

"Sepak bola pada dasarnya terdiri dari dua momen," jelas Cruyff.

"Pertama, saat Anda menguasai bola, Anda harus bisa mengopernya dengan baik. Kedua, saat bola dioper ke Anda, Anda harus bisa mengontrolnya. Jika Anda tidak mengontrolnya, Anda juga tidak dapat mengoper," sambung Cruyff.

Cara mudah memahami perkataan Cruyff di atas adalah dengan menyimak kata-kata Mirko Boland yakni 'bola adalah teman terbaik'. Seorang pemain tak boleh kehilangan bola [teman].

2 dari 3 halaman

Masih Relevan?

Ajax Amsterdam gagal di babak 32 Besar Liga Europa 2019/2020 (c) AP Photo Ajax Amsterdam gagal di babak 32 Besar Liga Europa 2019/2020 (c) AP Photo

Genaologi taktik di atas adalah masa lalu. Ajax Amsterdam pernah berjaya bersama Reynolds, Michel, dan Cruyff. Mereka sangat sohor dengan sepak bola menyerang, Total Football, penguasaan bola, dan formasi 4-3-3.

Lantas, apakah formula yang sudah disusun mereka bertiga masih relevan hingga sekarang?

Akhir pekan lalu, Ajax bermain imbang 2-2 melawan PSV Eindhoven di pekan ke-15 Eredivisie (10/1/2021). Ajax tertinggal dua gol sebelum membalas lewat aksi Quincy Promes dan Antony. Satu poin diraih.

Ajax masih tampil menyerang, Ajax juga masih mengedepankan penguasaan bola. Pada duel ini, Ajax meraih 67 persen penguasaan bola berbanding 33 persen. Hanya satu yang berbeda, Ajax tidak memakai formasi 4-3-3.

Erik ten Hag memakai formasi 4-2-3-1, yang bisa berubah menjadi 4-3-3 tergantung situasi di lapangan. Bersama Ten Hag, Ajax memakai dua formasi itu secara bergantian tergantung lawan dan situasi pertandingan.

Pada musim 2019/2020, hingga pekan ke-15, Ajax menjadi tim dengan penguasaan bola paling tinggi. Rata-ratanya mencapai 66.1 persen per laga.

Musim 2019/2020 lalu, Ajax pun menjadi tim dengan dengan penguasaan bola paling tinggi yakni 64.2 persen. Begitu juga pada musim 2018/2019 dengan 63.8 persen dan musim 2017/2018 dengan 62.8 persen.

Artinya, filosofi yang diterapkan sejak era Reynolds masih relevan yakni bermain menyerang dan penguasaan bola. Bola adalah teman terbaik. Soal formasi, tentu ada perkembangan dan evolusi yang terus terjadi setiap masa.

3 dari 3 halaman

Dilestarikan di De Toekomst

Matthijs De Ligt (Kanan) Setelah Ikut Merayakan Gol Ajax (c) AFP Matthijs De Ligt (Kanan) Setelah Ikut Merayakan Gol Ajax (c) AFP

Bukan tanpa alasan mengapa Ajax bisa melanjutkan tradisi dan gaya bermain mereka. Sebab, Ajax punya akademi sepak bola dengan struktur, dan visi yang sangat jelas. Namanya De Toekomst.

Secara sederhana, istilah De Toekomst bisa diterjemahkan dengan kata 'Sekolah untuk Masa Depan'.

Jurnalis ESPN, Tom Hamilton, membuat ulasan panjang tentang De Toekomst. Dia memaparkan bagaimana akademi Ajax melahirkan pemain top sejak era Cruyff, Marco van Basten, Wesley Sneijder, hingga Matthijs de Ligt.

Terdapat sembilan lapangan di De Toekomst, yang dipakai latihan untuk tim U-9 hingga tim utama. Para pemain muda mendapatkan segala yang mereka butuhkan, bukan hanya soal sepak bola, tapi juga pendidikan.

Casimir Westerveld, Kepala Perekrutan Tim Muda Ajax, masih memegang teguh pesan-pesan dan warisan Cruyff. Setiap pemain mendapat program khusus sesuai kebutuhan individu.

"Tujuan tim akademi kami tidak sekadar untuk menang, tapi mencoba mengembangkan individu pemain sebanyak mungkin," kata Westerveld.

De Toekomst mengajarkan para pemain formasi 4-3-3 sejak awal. Para penjaga gawang diajarkan memainkan bola, memberikan umpan pendek pada bek tengah atau bek sayap, dan ikut melakukan distribusi bola. Saat bola direbut lawan, para pemain Ajax harus bisa merebutnya dalam waktu tiga detik.

"Itulah yang Anda lihat dalam permainan dan filosofi kami. Ini kreativitas, sepak bola menyerang dan filosofi pada gaya bermain," tutup Westerveld.

De Toekomst, punya rencana untuk memperluas fasilitas hingga 17 lapangan, termasuk stadion berkapasitas 3.000 tempat Jong Ajax dan tim U-19 bermain.

Well, begitulah Ajax Amterdam yang memegang teguh filosofi, tradisi, dan meraih banyak prestasi. Penasaran seperti apa cara bermain Ajax? Yuk saksikan aksi De Godenzonen di Eredivisie dan KNVB Cup setiap pekannya di Mola TV.

Sumber: Berbagai Sumber

KOMENTAR