BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Ayah Mbappe Jadi Mual Anaknya Terus Dikaitkan Dengan Madrid

14-04-2019 21:31 | Dimas Ardi Prasetya

Kylian Mbappe (c) AP Kylian Mbappe (c) AP

Bola.net - Ayah dari Kylian Mbappe mengaku kesal mendengar anaknya terus dikaitkan dengan Real Madrid.

Penyerang berusia 20 tahun itu layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Meski masih belia, prestasinya sudah seabreg.

Mbappe sebenarnya baru pindah ke PSG dua musim lalu. Ia juga masih terikat kontrak hingga tahun 2022 mendatang.

Namun hal itu tak membuat media berhenti mengaitkannya dengan Los Blancos. Madrid bahkan disebut siap untuk jor-joran mengeluarkan uang agar bisa merekrut juara Piala Dunia 2018 itu.

1 dari 2 halaman

Kebanyakan Coklat


Gosip ini akhirnya ditanggap oleh ayah Mbappe, Wilfried Mbappe. Ia mengaku muak mendengar semua gosip yang tak ada kebenarannya itu.

Ia kemudian menganalogikan gosip itu seperti coklat. Awalnya coklat enak dimanan tapi jika berlebihan lama-lama akan membuat eneg.

"Sebelumnya, saya membaca dan menonton semuanya. Tetapi sekarang tidak lagi," katanya kepada Le Parisien.

"Ini seperti kue cokelat. Jika Anda makan terlalu banyak, maka Anda akan sakit perut. Terkadang, ada informasi yang salah juga," ketusnya.

"Oke, Kylian adalah public figure. Tapi saya tidak mengerti bahwa ada hal-hal sehari-hari tentang dirinya. Ini memalukan," ketusnya.

2 dari 2 halaman

Terbelenggu


Wilfried menambahkan, gara-gara gosip itu, sekarang ia dan keluarganya tidak bisa bebas beraktifitas lagi. Sekarang ia dan keluarganya seperti terbelenggu akibat awal media yang berusaha mengkonfirmasikan masa depan Mbappe.

"Saya tidak lagi bisa melakukan hal-hal yang dilakukan setiap hari. Terkadang kita membutuhkan kedamaian. Hari ini, semua orang tahu nama ini."

"Aku merasa aku sama seperti sebelumnya. Semua orang di sini seperti itu, anak-anakku, istriku. Kita tahu dari mana kita berasal. Kita tetap sama. Kita hampir memiliki teman yang sama," tutupnya.

Para Bek Premier League yang Berbahaya pada Pekan Pertama

KOMENTAR