Waspadai Hoax, Pahami Ragam Mitos Keliru Seputar Virus Corona

Anindhya Danartikanya | 23 Maret 2020, 10:00
Pandemi virus corona (Covid-19). (c) Shutterstock
Pandemi virus corona (Covid-19). (c) Shutterstock

Bola.net - Banyaknya informasi yang beredar seputar virus Corona harus disikapi bijaksana. Terlebih, sekarang ini masyarakat bisa mendapatkan informasi-informasi tersebut dengan mudah. Informasi tersebut diperoleh tidak hanya dari media konvensional dan media online, melainkan juga dari dunia maya seperti media sosial.

Tidak semua informasi yang ada, terutama seputar virus Corona, benar adanya. Tak jarang muncul informasi yang membingungkan dan bahkan menyesatkan. Itulah mengapa diperlukan kedewasaan dalam menyaring dan menyerap informasi yang ada. Satu di antara cara mendapatkan informasi tepat adalah dengan merujuk pada sumber-sumber yang terpercaya.

Sayangnya, tanpa diketahui dan disadari, masyarakat, termasuk di Indonesia, kemudian membagikan informasi-informasi keliru tersebut. Hal ini tentu sangat membahayakan karena memiliki dampak negatif, semisal memicu keresahan, kepanikan, atau ketakutan di kalangan masyarakat itu sendiri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya ada enam informasi keliru seputar virus Corona yang beredar di masyarakat. Berikut enam hoaks virus Corona penyebab COVID-19 beserta penjelasan faktanya, menurut WHO.

1 dari 7 halaman

Virus Corona baru hanya menyebar di iklim lembap?

Penelitian membuktikan virus Corona, dapat menyebar di iklim panas, lembab sampai dingin. Cara terbaik melawan penyebarannya adalah rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol.

2 dari 7 halaman

Mandi air panas bisa menangkal virus Corona baru?

Mandi air panas tidak akan bisa melindungi diri dari virus Corona. Tidak ada penelitian membuktikan, virus Corona baru pasti mati terkena air panas. Yang terjadi adalah berendam di dalam air yang terlalu panas justru dapat membahayakan diri sendiri.

3 dari 7 halaman

Virus Corona baru dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk?

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan nyamuk dapat menularkan virus Corona. Virus ini terutama menular melalui lendir dari tubuh, bersin atau batuk dari pasien yang terinfeksi positif Corona baru.

4 dari 7 halaman

Apakah vaksin pneumonia dapat melawan virus Corona baru?

Jawabannya tidak. Vaksin pneumonia tidak mengandung perlindungan terhadap virus Corona baru. Peneliti masih terus mencari vaksin dan obat untuk virus Corona yang baru. Tetapi, vaksin untuk penyakit pernapasan yang telah ada lebih baik untuk kesehatan.

5 dari 7 halaman

Benarkah memakan bawang putih bisa melawan infeksi virus Corona baru?

Bawang putih merupakan makanan yang mengandung zat antimikroba. Tetapi, belum ada bukti bawang putih dapat menangkal infeksi virus Corona baru.

6 dari 7 halaman

Antibiotik dapat menangkal dan melawan virus Corona baru?

Anggapan ini tidak benar. Virus Corona baru adalah virus, bukan bakteri. Maka, tidak benar antibiotik bisa digunakan menangkal dan mengobati virus Corona.

Agar tidak tertular virus Corona, Anda dapat menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer, tetap tinggal di rumah selama pandemi virus Corona, jaga makanan, pola tidur, dan olahraga teratur serta terus bahagia.

Dengan bahagia imunitas, tubuh kita akan terus naik sehingga terhindar dari infeksi virus Corona.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Aning Jati/Editor: Aning Jati/Dipublikasi: 21 Maret 2020

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR