Manfaat Bengkoang untuk Tubuh, Bisa Turunkan Kolesterol

Anindhya Danartikanya | 3 Mei 2020, 18:20
Bengkoang (c) Unsplash
Bengkoang (c) Unsplash

Bola.net - Bengkoang adalah salah satu jenis umbi-umbian yang mudah ditemukan, khususnya di Indonesia. Bengkoang sering dijadikan camilan atau campuran membuat rujak. Bengkoang juga dapat dijadikan sebagai bahan perawatan dan pemutih kulit, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya obat kecantikan yang dibuat dari ekstrak bengkoang.

Bengkoang bertekstur yang renyah dan menyegarkan saat dimakan, serta punya banyak nutrisi yang baik digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh. Bengkoang kaya akan kandungan serat makanan, serta mengandung banyak nutrisi seperti vitamin B6, vitamin C, vitamin E, asam folat, dan berbagai mineral seperti kalsium, kalium, dan juga magnesium.

Kandungan serat makanan yang cukup tinggi di dalam bengkoang dapat membantu dalam menjaga berat badan yang ideal. Mengonsumsi makanan kaya serat akan menjaga perut tetap merasa kenyang.

Ada berbagai manfaat yang bisa kita dapat dengan mengonsumsi bengkoang, beberapa di antaranya adalah dapat memperlancar pencernaan dan mencegah penyakit jantung.

Berikut rangkuman dari berbagai sumber, 6 manfaat bengkoang untuk kesehatan tubuh.

1 dari 7 halaman

Menurunkan Kadar Kolesterol

Menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh dapat dilakukan dengan beberpa cara, satu di antaranya dengan menjaga asupan makan dengan mengonsumsi makanan sehat secara rutin.

Ada beberpa makanan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol pada tubuh, satu di antaranya adalah bengkoang. Bengkoang kaya kandungan serat dan air yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Bengkoang juga mengandung banyak nutrisi seperti vitamin C yang dapat menjadi antioksidan yang baik dan membantu dalam penurunan kadar kolsterol.

2 dari 7 halaman

Melancarkan Pencernaan

Bengkoang merupakan satu di antara sekian banyak sumber makanan yang mengandung serat makanan cukup tinggi, kandungan serat makanan dapat membantu dalam melancarkan sistem pencernaan.

Bengkoang dapat membantu mengatasi berbagai masalah pencernaan seperti sembelit, diare, hingga perut kembung, berkat kandungan serat di dalamnya

Bagi Anda yang ingin selalu lancar saat melakukan buang air besar, disarankan untuk rutin mengonsumsi bengkoang. Selain itu bengkoang juga mengandung berbagai macam mineral yang dengan efektif dapat menyehatkan sistem pencernaan.

3 dari 7 halaman

Mencegah Kanker

Mengonsumsi bengkoang secara rutin dapat mencegah berbagai macam penyakit, satu di antaranya adalah kanker. Itu karena bengkoang memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi.

Antioksidan dapat melawan radikal bebas yang membahayakan tubuh, yang pada akhirnya dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Konsumsilah bengkoang secara rutin, dalam bentuk mentah ataupun dijadikan sebagai campuran jus.

4 dari 7 halaman

Menjaga Kesehatan Kulit

Bengkoang telah digunakan sebagai obat perawatan kulit semenjak ribuan tahun lalu oleh masyarakat China kuno. Bengkoang mengandung vitamin C yang dapat membantu mencerahkan kulit Anda.

Sifat antioksidan di dalam bengkoang juga menyehatkan kulit dan menghindarkan dari penuaan dini, karena dapat menangkal radikal bebas. Anda dapat mengonsumsi bengkoang secara langsung atau menggunakannya sebagai masker.

5 dari 7 halaman

Mengatasi Darah Tinggi

Bengkoang kaya kandungan mineral, satu di antaranya adalah kalium, yang dapat membantu mengontrol tekanan darah.

Kalium merupakan vasodilator, yang memiliki fungsi untuk mengurangi ketegangan yang terjadi pada pembuluh darah Anda, sehingga dapat menurunkan kondisi stres yang terjadi pada sistem kardiovaskular.

Mengonsumsi bengkoang secara rutin dapat menurunkan tekanan darah, dan juga menurunkan risiko terkena penyakit stroke.

6 dari 7 halaman

Menjaga Kesehatan Tulang

Bengkoang mengandung banyak mineral seperti magnesium, mangan, dan zat besi. Berbagai macam mineral tersebut dapat memberi efek baik dalam menjaga kesehatan tulang.

Selain itu mengonsumsi bengkoang juga dapat menjaga kepadatan tulang, khususnya bagi orang lanjut usia, yang pada akhirnya menurunkan risiko terkena penyakit tulang, satu di antaranya adalah osteoporosis.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Rheza Aditya Gradianto/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 1 Mei 2020

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR