Kumpulan Puisi tentang Senja, Tak Cuma Indie Banget, tapi Juga Romantis

Seokly | 22 Agustus 2020, 02:02
Ilustrasi (c) Pixabay
Ilustrasi (c) Pixabay

Bola.net - Dalam beberapa tahun terakhir, senja diidentikkan dengan indie. Senja pun kerap dikaitkan dengan perasaan cinta dan rindu.

Banyak kata-kata romantis yang muncul di saat senja. Saat senja kerap dikaitkan menjadi waktu yang romantis untuk mengunggah sesuatu yang berhubungan dengan cinta.

Senja banyak dinikmati oleh banyak kalangan khususnya muda-mudi, itu karena suasana di saat senja yang cenderung menenangkan dengan warna langit yang indah untuk dilihat.

Selain itu senja merupakan waktu yang paling banyak ditunggu, karena di saat senja banyak orang yang berubah menjadi romantis dan puitis.

Banyak orang yang menjadikan senja sebagai waktu untuk menuangkan perasaan melalui rangkaian kata-kata. Dari waktu yang singkat tersebut sering tercipta sebuah puisi romantis.

Puisi romantis tersebut dapat kamu jadikan sebagai ungkapan perasaan isi hati yang tengah dilanda rindu atau jatuh cinta kepada seseorang.

Berikut kumpulan puisi tentang senja, yang dapat kamu jadikan sebagai ungkapan isi hati, seperti dirangkum dari Mypurohith, Sabtu (22/8/2020).

1 dari 3 halaman

Kumpulan Puisi tentang Senja

Senja Romantis

Aku berjalan

Di tengah padang

Sendiri..

Angin meliuk-liuk

Meniup ilalang

Pasir, bebatuan

Bermain tanpa batas

Di langit indah

Sekawanan burung pulang

Kembali ke sarang

Tempat menanti pasangan

Aku mengaduh

Duhai,

Aku di sini

Berkawan sepi

Langkah kaki

Semakin lelah bernyanyi

Aku masih di sini

Sendiri..

Menanti senja romantis

Mengisi hati…

Senja Dalam Luka

Ini sudah senja yang keseribu sayang

Begitu usang kutanggung sebuah penantian

Diam di sela angin yang bungkam

Alam mematung menadah hujan

Luka ini takkan sembuh sayang

Terlalu dalam kau goreskan di hati kelam

Membisu menatap hari semakin temaram

Jingga bergeser memeluk malam

Aku hanya bisa menuliskan beberapa aksara

Menggumpal dalam kalimat menyapa

Tentang rindu, cinta, dan airmata

Di seberang malam kau akan merasa

Entahlah, hingga kapan saya masih bertahan

Bayanganmu tak pernah hilang

Menyapaku dalam tenang malam

Lembut, hangat menyatu dalam perasaan

Aku ingin menutup senja di depan jendela

Harapanku pudar dalam penantian sia-sia

Bersama malam yang tiba dalam kerudung hitam

Akhir penantian kuucapkan selamat malam

2 dari 3 halaman

Kumpulan Puisi tentang Senja

Lenteraku

Piringan matahari hampir lenyap di tepi langit

Berganti malam yang dingin merasuk kulit

Kau bagaikan senja

Yang datang sekejap membawa luka

Katanya kau hadir bagai lentera

Penyambung hidupku yang dirundung duka

Melambungkanku di atas mega

Lalu jatuh bersama rintik air mata

Tak sempat aku goreskan tinta

Tuk menuliskan kisah hidupku yang gelita

Kau yang datang lalu hilang entah kemana

Jauh di dasar sukma aku cinta

Cinta yang menenggelamkanku

Menghancurkanku

Di saat detik-detuik berbahagiaku

Kau meningalkanku

Bodohnya aku yang dibutakan oleh rasa

Merelakanmu pergi bersama dia

Aku sendiri…

Di penghujung September ini

Aku rela melepasmu

Mengikhlaskan kepergianmu

Daripada cintaku dimadu.

Sendu merindu

Pagi ini enggan rasa untuk bangun

Ku buka jendela, masih banyak rintik hujan menetes di tepi teras ku

Aku berharap matahari datang lebih awal

Menyinari genangan hujan yang masih tersisah

Merindu sungguh aku rindu

Hatiku terasa sendu, pilu yang melengggu

Kian memicu aroma tubuh mu di pikiranku

Namun, aku tau itu telah berlalu

Berlalu menyisakan kisah dan luka

Membuat cerita di goresan luka nya dengan imajenasi di kisah nya

Aku rela

3 dari 3 halaman

Kumpulan Puisi tentang Senja

Senjaku

Ketika proses mulai menjadi angka

Dan senja pergi meninggalkan mentari

Tak satupun terlihat terang

Begitupula di kejauhan

Keheningan terbias dan menunggumu

Namun senja tak pernah mengingkari

kesepakatan pergi dan selalu kembali esok hari

Tak pernah lari

Selalu tiba sempurna waktu

Menunggu mentari dan pergi bersamannya

Tak kau sadari betapa indah hari itu

Batapa indah ombak berderu

Menyerbu bibir pantai

Seakan membawa rindu yang hanyut bersamamu

Aksara Senja

Bias jingga di ujung cakrawala

Terukir indah dalam remang

Lembayung menata warna

Di garis lurus sang surya senja

Embusan bayu

Membelai pucuk riak

Berkejaran menuju pantai

Menghempas di tepian karang

Pecah berderai menciprak pasir

Camar kepakkan sayap

Terbang edari tiang sampan

Memekik di antara desiran angin

Lalu pergi tinggalkan jejak

Redup lentera bahtera nelayan

Datang menghampiri gelap

Meninggalkan pesisir pantai

Berharap anugerah akan datang

Menjingga Bersamamu

Ada kata yang sulit terucap

Ada bibir yang enggan bicara

Ada rasa yang enggan tuk diam

Ada rindu yang terus menguar

Semua itu karena kamu

Karena kamu yang kurindu

Karena kamu yang kucinta

Karena kamu rasa itu ada

Kau tahu,

Senja itu seperti kamu

Tak pernah bisa tergapai dengan jemariku

Tak bisa teraih oleh jutaan rindu

Terkadang,

Aku ingin seperti angin

Yang membawa puing kenangan

Yang membawa sejuta asa.

Aku ingin menjadi sejuta cahaya

Yang bisa membiaskan keindahanmu

Yang menjingga di langit sore

Yang bersinar layaknya senja

Tentu saja tak bisa

Aku hanyalah aku

Yang hanya punya kenangan biasa

Yang kebetulan ada kamu di dalamnya.

Senjakala

Satu dua kata yang kuganti

Tuk memanggil kembali

Bait-bait kenang dalam simfoni langgam hati

Bukan puisi,Tetapi rangkaian ujar berima sunyi

Senandung elegi

Satu dua ingatan pergi

Bersama pupus ribuan denah mimpi

Bukan puisi,

Hanya dongeng angan yang begitu teringini

Tak mungkin kembali

Lantunan soliteri

Dari bayang pantul bias asa

Kupincing di antara sela,

Celah cahaya di kiasan rona selaksa jingga

Lembayung senja

Puisi yang hasilnya pun merindu kata

Dalam satu dua senyawa warna

Di bait-bait cinta

Lirik syahdu

Memutik sendu

Dalam ramainya sepi,

Yang kurindu….

Tertiup bayu…

Sayup-sayup hidup,

Di memori kelu

Ingatan lalu

Yang kupaksa berlalu

Hilang dalam memori berdebu

Hening mendayu di ritme waktu

Saat hitung laju tuju

Dalam langkah seribu deru

Bertajuk renung di relung qalbu

Satu dua kekata…

Menjelas perihal betapa,

Berartinya makna…

Senja Yang Selalu Kunanti

Benar kata orang

Ternyata pesonamu begitu melekat

Benar kata orang

Indahmu menyejukkan mata

Benar kata orang

Warnamu menenangkan hat

iBahkan benar pula kata orang

Ternyata hadirmu hanya sesaat

Berulang kali kiranya aku selalu menantimu

Sepulang dari kantorku

Sepulang dari letihku

Ku sempatkan untuk menjumpaimu

Melihatmu membuat letih ini berkurang

Memandangmu membuat mata ini berbinar

Andai kau dapat ku simpan untuk waktu yang lebih lama

Akan ku buatkan untuk mu tempat terindah di ruangku

Agar tak terasa beban yang ku pangku

Agak tak terasa resah yang menggebu

Kau senjaku, yang selalu ku nanti


Sumber: Mypurohith

Disadur dari: Bola.com (Rheza Aditya Gradianto, Yus Mei Sawitri)

Dipublikasi: 21 Agustus 2020

TAG TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR