BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Kata-kata Bijak Soe Hok Gie, Lebih baik Diasingkan daripada Menyerah pada Kemunafikan

07-10-2020 09:15 | Gia Yuda Pradana

Soe Hok Gie (c) Liputan6.com/Sangaji
Soe Hok Gie (c) Liputan6.com/Sangaji

Bola.net - Kata-kata bijak Soe Hok Gie mengandung keberanian dan semangat perjuangan. Dia sangat berani menyuarakan segala sesuatu yang dianggapnya benar.

Soe Hok Gie merupakan satu di antara aktivis yang sangat kritis terhadap pemerintah orde lama dan baru.

Itulah mengapa, tak heran nama Soe Hok Gie terkenal di kalangan aktivis dan mahasiswa. Semasa kuliah di Universitas Indonesia (UI), dia banyak mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat.

Soe Hok Gie meninggal dunia pada 1969 saat mendaki gunung Semeru. Meski sosoknya telah tiada, tulisan dan pemikirannya hingga kini masih sering menjadi inspirasi para aktivis di Indonesia.

Ada banyak kata-kata bijak Soe Hok Gie. Dalam kata-kata bijaknya tersebut berisi ungkapan penuh keberanian dan perjuangan yang menginspirasi.

1 dari 1 halaman

Kata-kata Bijak Soe Hok Gie

1. "Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."

2. "Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita mengerti tanpa kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah."

3. "Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya."

4. "Saya memang tak pernah ingin menjadi pohon bambu yang hanya bisa berdiam diri saja. Saya hanya ingin menjadi pohon oak yang berani menentang sesuatu apa pun."

5. "Seorang mahasiswa pasti akan mengenang masa di mana dia akan turun ke jalan dan bersuara lantang akan demokrasi pemerintahan. Sebenarnya, mereka adalah jembatan dari suara rakyat yang berani melantangkan kebenaran, walau terkadang mengandung hasutan. Tetapi, apa yang mereka bela adalah sebuah kejujuran dan keadilan yang menurut mereka dan paham mereka benar."

6. "Aku tidak bisa mencintai apa pun kecuali aku mencinta akan keberanian dalam kehidupanku sendiri.”

7. "Bagi para pemuda umum, sebuah revolusioner adalah sebuah tantangan bagi Anda untuk mencari hal-hal yang baru."

8. "Hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya."

9. "Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non-humanis."

10. "Hanya ada dua pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi, aku memilih untuk jadi manusia merdeka."

11. "Orang yang berani karena bersenjata adalah pengecut."

12. "Saya mimpi tentang sebuah dunia di mana ulama, buruh, dan pemuda bangkit dan berkata, 'stop semua kemunafikan! Stop semua pembunuhan atas nama apa pun'. Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apa pun, ras apa pun, dan bangsa apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik."

13. "Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau."

14. "Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya."

15. "Di antara ransel-ransel yang aku kenakan ini, ransel yang kosong dan juga api unggun yang membara menghadirkan kehangatan di antara kedinginan yang luar biasa. Aku terima semua yang melampaui batas-batas hutan dan juga melampaui jurang-jurang yang ada."

16. "Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah."

17. "Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa."

18. "Kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu, palsu."

19. "Dunia itu kecil, siapa bilang dunia itu besar. Hanya satu langkah kaki saja, kalau kau tak percaya, kau bisa mencobanya. Jangan pernah takut untuk melangkah. Hanya dengan satu langkah yang pasti, kita bisa merasakan dan menyatu dengan semua ini. Semua yang memang terlihat indah, namun sebenarnya hanyalah fana semata."

20. "Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi."

21. "Bidang seorang sarjana adalah berpikir dan mencipta yang baru, mereka harus bisa bebas dari segala arus masyarakat yang kacau. Tapi, mereka tidak bisa terlepas dari fungsi sosialnya, yakni bertindak demi tanggung jawab sosialnya, apabila keadaan telah mendesak. Kaum intelejensia yang terus berdiam di dalam keadaan yang mendesak telah melunturkan semua kemanusiaan."

22. "Karena aku cinta pada keberanian hidup."

23. "Aku kenal benar siapa mereka, yang tanpa tentara mau berperang melawan kediktatoran dan tanpa uang dengan sekuat tenaga membasmi korupsi di muka bumi."

24. "Kemerdekaan merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, tetapi juga merupakan sebuah gedung yang kosong. Menjadi tugas pendukung-pendukungnya untuk mengisi kemerdekaan."

25. "Revolusi akan gagal jika tidak diadakan perubahan radikal."

26. "Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan."

27. "Terkadang aku merasa malu melihat mahasiswa yang sok berkuasa. Merintih kalau ia terus ditekan tetapi, selalu menindas kalau dia sedang berada dalam kekuasaan tertingginya. Mementingkan kepentingan golongan mereka. Kasihan adik-adik baru yang baru saja datang dan menjadi koban dari kepentingan kekuasaan mereka."

28. "Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan, seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi."

29. "Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apa pun, ras apapun, dan bangsa apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian."

30. "Selalu kami katakan dengan tegas, bahwa kami ini bukanlah orang-orang yang percaya dengan slogan-slogan. Seseorang yang hanya dapat mencintai sesuatu apabila mereka mengenal objeknya. Seperti halnya saat kau mencintai Tanah Air ini, kau harus mengenalnya terlebih dahulu, mencintai pula rakyatnya, pertumbuhan jiwa yang sehat dari para pemudanya, itulah pertumbuhan yang baik untuk negara ini. Maka dari itu, kami naik gunung yang menyajikan kesegaran dan kesejukan abadi."

Sumber: Jagokata, IhateGreenJello

Disadur dari: Bola.com/Faozan Tri Nugroho/Aning Jati

Published: 6 Oktober 2020

KOMENTAR