BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Versi Zlatan Ibrahimovic, Inilah Kekuatan Terbesar AC Milan Musim Ini

05-12-2020 10:30 | Ari Prayoga

Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic (kanan) merayakan golnya ke gawang Napoli dalam laga lanjutan Serie A pada Senin (23/11/2020) dinihari. (c) AP Photo Pemain AC Milan, Zlatan Ibrahimovic (kanan) merayakan golnya ke gawang Napoli dalam laga lanjutan Serie A pada Senin (23/11/2020) dinihari. (c) AP Photo

Bola.net - Bintang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic berbicara soal kekuatan yang dimiliki timnya musim ini, sehingga Rossoneri untuk sementara bisa merajai Serie A.

Hingga giornata kesembilan Serie A musim ini, Milan masih bertengger kokoh di puncak klasemen dengan poin 23, unggul lima angka dari pesaing terdekat, Inter dan Sassuolo.

Milan tercatat sama sekali belum pernah merasakan kekalahan di pentas Serie A. Bahkan, kekalahan terakhir Rossoneri di liga tercatat pada Maret lalu.

1 dari 2 halaman

Penilaian Ibrahimovic

Salah satu faktor utama kehebatan Milan musim ini adalah moncernya performa Ibrahimovic yang notabene sudah berusia 39 tahun.

"Tim ini lapar, mereka punya keinginan," ujar Ibrahimovic dalam wawancara dengan mantan rekan setimnya di Milan, Massimo Ambrosini di Sky Sport Italia.

"Kami melakukannya dengan baik. Kami tidak boleh memiliki impian atau tujuan, tetapi bermain satu pertandingan pada satu waktu. Atau lebih tepatnya, saya punya tujuan. Tapi tim harus melakukannya sebaik mungkin, karena masih sangat muda," imbuhnya.

"Sekarang kami tidak bisa santai. Semua orang hanya mengingat pertandingan terakhir." tukasnya.

2 dari 2 halaman

Alasan Ibrahimovic

Lebih lanjut, Ibrahimovic juga mengungkapkan alasan dirinya kembali menerima pinangan Milan pada Januari lalu, yakni membawa Il Diavolo Rosso bangkit dari keterpurukan.

"Ketimbang tiba di tim yang sudah berada di puncak, lebih baik membawa mereka kembali ke puncak," tutur Ibrahimovic.

"Jika saya takut, saya tidak akan menandatangani kontrak. Seperti di [Manchester] United, mereka mengatakan kepada saya bahwa saya akan kalah, bahwa saya sudah terlalu tua," lanjutnya.

"10 tahun lalu saya punya status lain, ego lain. Namun, hari ini saya punya lebih banyak pengalaman. Saat Anda muda Anda lebih rock 'n' roll, sekarang saya lebih memahami situasi." tandasnya.

Sumber: Sky Sport Italia

KOMENTAR