BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Ronaldo, Striker Fenomenal yang Tak Peduli Siapa Penjaganya

06-04-2020 17:00 | Gia Yuda Pradana

Ronaldo di AC Milan (c) AFP Ronaldo di AC Milan (c) AFP

Bola.net - Ronaldo Luis Nazario de Lima adalah mantan pesepak bola Brasil kelahiran Rio de Janeiro, 18 September 1976. Ronaldo diakui sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah. Dia adalah striker fenomenal yang, berkat reputasinya, tak peduli siapa pemain lawan yang ditugaskan menjaganya.

Sepanjang karier profesionalnya antara 1993 dan 2011, Ronaldo memperkuat Cruzeiro, PSV, Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, AC Milan, serta Corinthians. Dia adalah juara dunia bersama Brasil, juga pemenang Ballon d'Or 1997 dan 2002.

Ada secuil kisah menarik dari karier singkatnya di kubu merah-hitam kota Milan, di mana dia tercatat membela panji Rossoneri periode 2007-2008.

1 dari 4 halaman

Kepingan Terakhir Carlo Ancelotti

(c) AC Milan(c) AC Milan

Musim 2006/07, Milan melalui periode negatif di bulan November. Namun, anak-anak asuh Carlo Ancelotti mampu kembali ke jalur kemenangan di bulan Desember, terutama Januari.

Di bursa transfer musim dingin, Milan merekrut Massimo Oddo, Marco Storari, dan Leandro Grimi. Ada satu yang kurang. Kepingan terakhir itu adalah Ronaldo, striker bintang Real Madrid yang sudah mereka monitor sejak musim panas sebelumnya.

Beberapa jam sebelum ditutupnya jendela transfer paruh musim, Milan sukses menggaetnya dari Madrid. Il Fenomeno, yang sebelumnya sudah mengibarkan namanya bersama PSV, Barcelona, juga sang rival sekota Inter Milan, akhirnya resmi berseragam merah-hitam.

Dia diperkenalkan ke publik sebagai pemain Milan di Ata Hotel Executive di Porta Garibaldi pada 2 Februari 2007. Itu adalah awal dari 12 bulan Ronaldo bersama Milan.

2 dari 4 halaman

Performa Impresif di Laga Tandang Melawan Siena

(c) AC Milan(c) AC Milan

Dua hari setelah presentasinya, Ronaldo sejatinya dijadwalkan melakoni debut untuk Milan dari bangku cadangan ketika melawan Livorno di San Siro. Namun, insiden terbunuhnya polisi Filippo Raciti sebelum laga Catania vs Palermo membuat semua aktivitas olahraga di Italia ditunda.

Ronaldo akhirnya mendapatkan tambahan waktu satu minggu untuk berlatih sebelum debut.

Laga melawan Livorno akhirnya bisa digelar pada 11 Februari 2007. Ronaldo melakoni debutnya, masuk menggantikan Oliveira pada menit 63, dan Milan menang 2-1. Rossoneri pun bisa mempersiapkan diri untuk laga tandang melawan Siena dengan tenang.

Melawan Siena, Ancelotti memutuskan memasang Ro-Ka-Ro, tridente Brasil yang terdiri dari Ricardo Oliveira, Kaka dan Ronaldo. Sementara itu, Alberto Gilardino dan Filippo Inzaghi fokus pada Liga Champions (di mana Ronaldo berstatus cup-tied).

Oliveira mencetak satu gol, sedangkan Kaka merancang dua assist. Namun, yang jadi bintang adalah Ronaldo dengan dua gol dan satu assist untuk Oliveira. Laga itu dimenangi Milan 4-3.

3 dari 4 halaman

Cerita dari Malam Sebelumnya

(c) AC Milan(c) AC Milan

Malam sebelum pertandingan tandang Serie A melawan Siena, pelatih Carlo Ancelotti bicara dengan Ronaldo di ruang makan di training camp AC Milan.

"Ronie (sapaan akrabnya), besok kamu main," kata Ancelotti, seperti pernah dilansir situs resmi AC Milan. Striker legendaris Brasil itu menjawab: "Senang mendengarnya, coach."

Setengah bercanda, Ancelotti melanjutkan pertanyaannya. "Ronie, dengarkan. Apa yang kau tahu tentang Siena? Apa kau tahu siapa yang akan mengawalmu di pertandingan besok?"

Ronaldo menjawab: "Tidak bos, tapi jangan khawatir, siapa yang ditugasi untuk man-mark saya tahu siapa saya..." Ancelotti pun tertawa.

Keesokan harinya, Ronaldo mencetak dua gol ke gawang Siena. Itu adalah dua gol pertamanya dengan seragam Milan. Gol perdananya untuk Rossoneri tercipta dengan sundulan berkat assist Andrea Pirlo. Yang kedua lahir dari assist Kaka.

Sebagai catatan, dalam laga itu, dia di-man-mark dua orang, yaitu Valerio Bertotto dan Daniele Gastaldello. Mereka berdua tak sanggup menghentikannya.

4 dari 4 halaman

Andai Dia Tidak Cedera

(c) AC Milan(c) AC Milan

Karier Ronaldo di Milan sangat singkat. Penyebabnya adalah cedera cedera lutut yang berulang kali dialaminya.

Pada 13 Februari 2008, ketika musim 2007/08 sudah lewat setengah jalan, Milan menjamu Livorno di San Siro. Pada menit 57, Ronaldo masuk menggantikan Alberto Gilardino.

Di menit 61, dia terjatuh dan memegangi lutut kirinya. Dia langsung ditandu dan dilarikan ke rumah sakit.

Setelah laga yang berkesudahan 1-1 itu, Milan memberikan konfirmasi bahwa Ronaldo mengalami cedera ligamen lutut kiri. Riwayat cedera Ronaldo terulang. Itu adalah kali ketiga dia mengalami cedera serupa. Musimnya berakhir.

Kontrak Ronaldo di Milan habis di akhir musim 2007/08 dan tidak diperpanjang. Ronaldo meninggalkan Milan dengan catatan hanya sembilan gol dalam 20 penampilan.

Meski begitu, Ronaldo sudah menjadi salah satu penyerang terbaik yang pernah memberi warna indah di Serie A. Julukan Il Fenomeno pun sangat pantas disematkan kepadanya. Andai dia tidak cedera...

KOMENTAR