BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Predator Itu Bernama Luca Toni

27-05-2020 15:23 | Gia Yuda Pradana

Luca Toni di Hellas Verona (c) AFP Luca Toni di Hellas Verona (c) AFP

Bola.net - Italia telah menghasilkan sederet predator gol yang ganas. Mereka sanggup membuat lawan-lawannya cemas. Luca Toni adalah salah satunya.

Mantan striker Italia kelahiran Pavullo nel Frignano 26 Mei 1977 itu termasuk dalam 20 besar daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Serie A. Eks pemain Fiorentina, Bayern Munchen, AS Roma, Juventus, dan Hellas Verona tersebut mengukir total 157 gol dalam 344 penampilan di liga tertinggi Italia.

Toni melakukannya bersama delapan klub berbeda selama periode 2000 hingga 2016. Yang paling banyak adalah dengan seragam Fiorentina.

1 dari 5 halaman

Luca Toni di Fiorentina

Toni memperkuat Fiorentina selama dua periode, yakni 2005-2007 dan 2012-2013. Toni mencetak 57 gol dalam 59 penampilan untuk Fiorentina di semua ajang.

Dia adalah pencetak gol terbanyak ke-10 untuk Fiorentina, berada di bawah pemain-pemain seperti Kurt Hamrin dan Gabriel Batistuta.

Dari 57 gol yang dicetak Toni untuk Fiorentina, 55 di antaranya dia ciptakan di pentas Serie A (94 pertandingan).

Toni tak sekali pun meraih gelar juara bersama Fiorentina. Namun, Toni sekali meraih titel Capocannoniere Serie A dengan seragam La Viola.

2 dari 5 halaman

Luca Toni 2005/06

Musim 2005/06 adalah musim perdana Toni di Fiorentina, setelah ditransfer dari Palermo senilai €10 juta. Musim itu juga bisa dibilang merupakan musim terbaiknya sebagai pemain Fiorentina.

Musim itu, Fiorentina cuma finis peringkat sembilan di Serie A. Namun, Toni mampu finis sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan 31 gol dalam 38 penampilan.

Itu adalah gol terbanyak oleh seorang pemain dalam satu musim Serie A. Toni cuma kalah dari Antonio Valentin Angelillo (Argentina), yang meraih gelar Capocannoniere usai mencetak 33 gol untuk Inter Milan di musim 1958/59.

3 dari 5 halaman

Capocannoniere dan Sepatu Emas Eropa

Toni di musim 2005/06 benar-benar menakutkan. Selain meraih gelar Capocannoniere Serie A, dia juga menyabet Sepatu Emas Eropa.

Di tahun 2006 itu, Toni bahkan menjuarai Piala Dunia bersama Italia. Tahun itu adalah tahun yang sempurna baginya.

4 dari 5 halaman

Capocannoniere Kedua

Toni meraih gelar Capocannoniere kedua sekaligus terakhirnya di Serie A musim 2014/15. Dia meraihnya bersama Hellas Verona. Musim itu, dia mencetak 22 gol, sejajar dengan Mauro Icardi dari Inter Milan.

Mereka berdua unggul atas Carlos Tevez (20 gol, Juventus) dan Gonzalo Higuain (18 gol, Napoli).

5 dari 5 halaman

Striker Hebat Terakhir Italia

Statistik Gol Luca Toni di Serie A:

  • Vicenza - 9
  • Brescia - 15
  • Palermo - 20
  • Fiorentina - 55
  • AS Roma - 5
  • Genoa - 3
  • Juventus - 2
  • Hellas Verona - 48
  • Total - 157.

Toni adalah tipikal traditional centre-forward yang ditunjang postur ideal. Dia mampu melakukan penyelesaian akhir yang akurat, baik dengan kaki kanan, kaki kiri, maupun kepalanya. Selebrasinya juga khas.

Ketika pensiun di Verona pada tahun 2016, La Gazzetta dello Sport melabelinya 'striker hebat terakhir Italia'. Dia memang predator yang mematikan.

KOMENTAR