BERITA PIALA EROPA BUNDESLIGA LAINNYA

Pendapat Ancelotti Soal European Super League: Sebuah Lelucon!

23-04-2021 03:23 | Dimas Ardi Prasetya

Pelatih Everton, Carlo Ancelotti saat The Toffees melawan Chelsea, Selasa (9/3/2021) dini hari WIB. (c) Glyn Kirk/Pool via AP Pelatih Everton, Carlo Ancelotti saat The Toffees melawan Chelsea, Selasa (9/3/2021) dini hari WIB. (c) Glyn Kirk/Pool via AP

Bola.net - Eks pelatih AC Milan dan Juventus Carlo Ancelotti menyebut proyek European Super League adalah sebuah lelucon belaka karena mustahil bisa direalisasikan di Eropa.

Proyek European Super League diumumkan secara resmi pada hari Senin (19/04/2021) kemarin. Proyek itu digawangi oleh 12 klub besar dari tiga liga besar di Eropa.

Di antaranya adalah Milan dan Juventus. Namun begitu diumumkan, proyek itu langsung mendapat tentangan keras dari banyak elemen.

Alhasil proyek itu goyah. Situasi jadi makin runyam bagi ESL karena enam tim Premier League mengundurkan diri.

1 dari 2 halaman

Kata Ancelotti Soal European Super League

Carlo Ancelotti ditanya soal proyek tersebut jelang mendampingi timnya, Everton, beduel melawan Arsenal, salah satu tim yang awalnya menggagas European Super League. Pelatih asal Italia itu mengaku saat itu yang pertama kali terlintas di benaknya adalah proyek itu tak lebih dari lelucon saja.

"Reaksi langsung saya adalah mereka bercanda, ini lelucon!" bukanya seperti dilansir Goal.

"Itu lelucon karena itu tidak akan terjadi. Itu tidak mungkin," tegas Ancelotti.

2 dari 2 halaman

Perbedaan Budaya Eropa dan Amerika

European Super League disebut-sebut meniru gaya kompetisi olahraga di Amerika Serikat. Menurut Carlo Ancelotti, gaya kompetisi seperti itu tak akan bisa direalisasikan di Eropa.

Alasannya sangat jelas. Ada perbedaan budaya antara olahraga di Amerika dengan di Eropa.

“Budaya olahraga di Eropa berbeda dengan olahraga Amerika. Bukan karena kami benar dan mereka salah, tetapi karena budaya masyarakat berbeda. Di Amerika, di AS, olahraga berbeda. Olahraga adalah hiburan," terangnya.

"Di Eropa, kami hidup dengan lebih semangat. Ketika kami besar nanti, kami ingin mengalahkan tetangga kami. Kami tumbuh secara berbeda. Ini bukan olahraga [di AS]. Sepak bola sekarang adalah bagian dari bisnis. Tapi kami perlu mempertimbangkan keduanya," tuturnya.

"Sepak bola pertama-tama adalah olahraga. Dan kemudian dengan banyak investasi, itu juga menjadi bisnis. Kami perlu mempertimbangkan keduanya. Ini benar-benar normal."

Proyek European Super League itu sekarang sedang mangkrak. Namun masih ada tiga klub yang masih belum menarik diri dari ESL itu yakni Juventus, Real Madrid dan Barcelona.

(Goal)

KOMENTAR