BERITA PIALA EROPA BUNDESLIGA LAINNYA

Nelangsanya Awal Karir Jorginho, Frustrasi di Verona dan Nyaris Turun Kasta ke Serie D Italia

11-06-2021 03:02 | Dimas Ardi Prasetya

Pemain Chelsea, Jorginho. (c) AP Photo Pemain Chelsea, Jorginho. (c) AP Photo

Bola.net - Gelandang Chelsea Jorginho mengungkapkan dirinya dulu pernah frustrasi karena tak mendapat jatah bermain di Verona dan bahkan sempat nyaris turun kasta bermain di Serie D demi mendapat kesempatan bermain reguler.

Jorginho sekarang merupakan merupakan pilar lini tengah Chelsea. Sejauh ini ia telah berhasil membantu The Blues meraih dua gelar besar di level Eropa.

Pada musim 2018-19 lalu, Chelsea diantarkannya meraih gelar Liga Europa. Lalu pada musim 2020-21 ini, Jorginho membantu The Blues memenangi gelar Liga Champions.

Sekarang ia bisa dibilang cukup sukses. Akan tetapi tidak demikkian dengan masa-masa awal karirnya.

1 dari 3 halaman

Tak Dimainkan di Verona

Jorginho mengawali karirnya di Verona. Ia menimba ilmu di akademi klub tersebut.

Jorginho dipromosikan ke tim senior pada tahun 2010 saat tim tersebut masih di Serie B. Namun ia mengalami masa-masa sulit bersama pelatih Verona kala itu, Andrea Mandorlini.

Jorginho mengaku saat itu Mandorlini tak tahu di mana harus memainkan dirinya. Sampai pada akhirnya, ia sama sekali tak dimainkan oleh sang pelatih.

“Mandorlini memainkan saya di semua posisi selama pramusim: bek kanan, bek tengah, di mana saja. Saya berharap mendapatkan beberapa menit, tetapi kemudian musim dimulai dan saya bahkan tidak masuk bangku cadangan,” ungkapnya pada The Telegraph.

2 dari 3 halaman

Frustrasi dan Nyaris Pindah ke Serie C

Jorginho mengaku pada satu titik, ia akhirnya merasa ini tak bisa dibiarkan terlalu lama. Maka dari itu ia memutuskan untuk mencoba pindah klub.

“Saya tidak bermain lagi selama sebulan, jadi saya menelepon agen saya Joao [Santos] dan mengatakan kepadanya, 'Saya akan pergi Januari!'"

Pemain yang sekarang berusia 29 tahun itu kemudian mengungkapkan dirinya mendapat tawaran untuk gabung dengan klub Mantova di Serie D. Ia pun sempat nyaris pindah ke klub tersebut.

"Saya juga mendapat telepon dari pelatih yang bekerja dengan saya di Sambonifacese, Claudio Valigi. Ia telah menandatangani kontrak dengan Mantova di divisi empat dan mengatakan kepada saya: 'Jorge, saya tahu Anda berada di Serie B dengan Verona, tetapi jika Anda ingin bermain, kami membutuhkan Anda di sini.' tetapi begitu saya menutup telepon, saya benar-benar memanggil Joao, 'Dengar, saya akan pergi ke Mantova'. Ia malah meminta saya untuk bersikap tenang," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Titik Balik Karir Jorginho

Jorginho akhirnya tak jadi merapat ke Mantova. Ia bertahan bersama Verona.

Keputusan itu memang tepat. Sebab beberapa pekan kemudian, pintu pertama menuju karirnya yang sekarang ini terbuka.

“Dan kemudian, dua atau tiga minggu kemudian, dalam pertandingan melawan Bari, salah satu pemain kami cedera di babak pertama dan Mandorlini melihat saya di bangku cadangan dan tampak putus asa, 'Ya Tuhan, apa yang harus saya lakukan?'"

"Ia memasukkan saya dan kami menang di laga tandang 1-0. Minggu berikutnya, saya mulai sejak menit pertama melawan Empoli dan mencetak gol dan memberikan assist. Saya adalah man of the match. Semuanya berubah setelah itu. Itu adalah titik balik bagi saya," seru Jorginho.

Setelah itu Jorginho pindah ke Napoli pada tahun 2014. Ia kemudian pindah ke Chelsea pada tahun 2018.

(The Telegraph)

KOMENTAR