BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Mumpung Satu Tim, De Ligt Coba Belajar Sebanyak Mungkin dari Ronaldo

09-03-2021 21:26 | Dimas Ardi Prasetya

Tandem bek Juventus, Merih Demiral (kiri) dan Matthijs De Ligt (kanan) saat menghadapi Inter Milan di laga leg kedua semifinal Coppa Italia, Rabu (10/2/2021). (c) Juventus FC Tandem bek Juventus, Merih Demiral (kiri) dan Matthijs De Ligt (kanan) saat menghadapi Inter Milan di laga leg kedua semifinal Coppa Italia, Rabu (10/2/2021). (c) Juventus FC

Bola.net - Bek Juventus Matthijs de Ligt mengaku ia mencoba belajar sebanyak mungkin dari para pemain senior yang ada di skuat Bianconeri, termasuk dari Cristiano Ronaldo.

De Ligt gabung dengan Juventus sejak tahun 2019 lalu. Ia dikontrak selama lima tahun oleh Si Nyonya Tua.

Di Juventus, ia berkesempatan bermain bareng pemain-pemain senior kelas dunia. Sebut saja Cristiano Ronaldo, Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, hingga Leonardo Bonucci.

Ia memang sempat mengalami masa-masa sulit selama di Juventus. Namun di musim perdananya ia ikut membawa Juve meraih gelar Scudetto.

1 dari 2 halaman

Belajar dari Ronaldo Cs

Matthijs de Ligt pun mengaku sangat bersyukur bisa gabung dengan Juventus. Apalagi di sana banyak pemain besar dan berpengalaman.

De Ligt mengaku ia tak ingin meniru para pemain itu. Namun ia berusaha belajar sebanyak mungkin dari Cristiano Ronaldo dkk.

"Saya berada di tempat yang saya inginkan dan di mana saya bisa belajar sebanyak mungkin. Ada orang-orang berpengalaman - [Giorgio] Chiellini, [Leonardo] Bonucci - tetapi juga seorang penjaga gawang seperti [Gianluigi] Buffon dan Cristiano Ronaldo," ujarnya pada The Telegrahp, via Football Italia.

“Kita semua memiliki karakteristik yang berbeda dan saya tidak mencoba dan meniru mereka, tetapi saya melihat Ronaldo dan melihat apa yang ia lakukan, bagaimana ia tetap fit sepanjang waktu," terangnya.

“Saya minta tips, nasehat. Apa yang juga saya pelajari adalah bahwa saya perlu melakukan hal-hal yang baik untuk saya. Pada akhirnya Anda menemukan ritme Anda sendiri," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Buffon Bak Ayah

Matthijs de Ligt kemudian melontarkan candaan terkait Gianluigi Buffon. Ia mengatakan kiper berusia 43 tahun tersebut bisa saja menjadi ayahnya.

“Yah, ia bisa jadi ayah saya! Itu lucu karena ketika saya melihatnya dan cara ia berperilaku, saya rasa ia tidak dua kali lipat umur saya," ungkap De Ligt.

Namun demikian De Ligt juga memberikan pujian pada Buffon. Ia menyebutnya bermain bak seorang kiper yang masih berusia 20 tahunan.

"Dan itu juga kekuatannya dan mengapa ia masih bermain. Ia bermain dengan kepala seperti seseorang berusia 29 tahun," ujarnya.

Matthijs de Ligt sejauh ini telah bermain sebanyak 60 kali bagi Juventus di semua ajang kompetisi. Ia ikut menyumbangkan empat gol dan satu assist.

(Football Italia)

KOMENTAR