Maldini, Pioli, Ibrahimovic: Tridente di Balik Kesuksesan AC Milan Meraih Scudetto Serie A

Gia Yuda Pradana | 23 Mei 2022, 09:27
Zlatan Ibrahimovic merayakan kesuksesan AC Milan meraih Scudetto Serie A 2021/22 (c) AP Photo
Zlatan Ibrahimovic merayakan kesuksesan AC Milan meraih Scudetto Serie A 2021/22 (c) AP Photo

Bola.net - AC Milan akhirnya meraih Scudetto Serie A 2021/22. Direktur Teknik Paolo Maldini, pelatih Stefano Pioli, dan striker veteran Zlatan Ibrahimovic bisa dibilang sebagai tiga sosok penting di balik kesuksesan mereka.


Scudetto Milan dipastikan dengan kemenangan 3-0 atas tuan rumah Sassuolo pada pekan pemungkas, Minggu 22 Mei 2022. Dua gol Olivier Giroud dan satu gol Franck Kessie memberi Milan tambahan poin yang dibutuhkan untuk menyabet Scudetto mereka yang ke-19, yang pertama sejak 2010/11.

Kemenangan 3-0 juara bertahan Inter Milan atas Sampdoria di San Siro pun jadi sia-sia. Nerazzurri finis dua poin di bawah rival sekota mereka.

Milan pantas bersukacita. Semua sudah berjasa besar. Namun, tanpa mengecilkan peran sosok-sosok lain di skuad, tridente Maldini, Pioli, dan Ibrahimovic harus diakui telah memberikan dampak yang luar biasa.

1 dari 19 halaman

Maldini Paham Apa yang Dibutuhkan Milan

Paolo Maldini dan Theo Hernandez (c) AC Milan

Paolo Maldini dan Theo Hernandez (c) AC Milan

Memperkuat Milan periode 1984-2009, Paolo Maldini bisa dianggap benar-benar paham apa yang dibutuhkan oleh Rossoneri. Kali ini, meski tak berjuang di atas lapangan, Maldini bergerak dengan jeli dari posisinya sebagai Direktur Teknik.

Kejeliannya terlihat dari penunjukan Stefano Pioli untuk menggantikan Marco Giampaolo yang didepak pada 2019. Meski di awal sempat dilanda isu-isu pemecatan karena performa Milan yang tak memuaskan, Maldini tetap mendukung Pioli dan akhirnya dipertahankan hingga sekarang. Hasilnya pun sudah terlihat. Scudetto sukses dia persembahkan.

Maldini juga dengan jeli mendatangkan pemain-pemain yang pas untuk Milan. Termasuk di antaranya adalah pemain kunci di bawah mistar, di mana Mike Maignan didatangkan untuk menggantikan Gianluigi Donnarumma.

Ada pula nama-nama seperti Theo Hernandez, Rafael Leao, Alexis Saelemaekers, Pierre Kalulu, Fikayo Tomori, hingga Sandro Tonali.

Pemain-pemain senior seperti Zlatan Ibrahimovic dan Simon Kjaer, yang dibutuhkan untuk memberi suntikan pengalaman dan menularkan mentalitas pada skuad muda Milan, juga didatangkan. Dengan bujet pas-pasan, Maldini mampu membentuk tim juara.

2 dari 19 halaman

Pioli dan Para Asistennya Meramu Skuad dengan Tepat

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli (c) AP Photo

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli (c) AP Photo

Maldini sudah mendatangkan pemain-pemain yang dibutuhkan Milan. Namun, itu semua akan sia-sia jika tidak ada yang bisa meramu skuad dengan tepat.

Dalam hal ini, Stefano Pioli sudah bekerja luar biasa. Pioli, dengan bantuan para asistennya, juga dukungan data dan statistik, mampu mempersiapkan tim dengan baik untuk setiap pertandingan.

Milan musim ini memang tidak kebal dari kekalahan. Namun, mereka cuma empat kali kalah.

Dia membuat Milan jadi tim dengan pertahanan solid. Di Serie A musim ini, Milan bukan tim terproduktif, tapi tim dengan angka kebobolan paling sedikit (31) bersama Napoli. Itulah yang menjadi fondasi tim racikan Pioli.

Pada akhirnya, mereka finis di puncak.

3 dari 19 halaman

Panutan Bernama Ibrahimovic

Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic (c) AP Photo

Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic (c) AP Photo

Di usia 40 tahun, di periode keduanya memperkuat Milan, Zlatan Ibrahimovic memang sudah bukan lagi langganan starter di skuad Rossoneri. Namun, keberadaannya sangat penting.

Hal itu kembali ditegaskan oleh sang pelatih Stefano Pioli jelang laga penentuan kontra Sassuolo.

"Ibrahimovic sudah menjadi sosok yang sangat penting bagi kami," kata Pioli waktu itu.

"Dia menghadirkan mentalitas, kualitas, inteligensi, dan karakter yang dibutuhkan oleh skuad muda seperti kami."

"Dia selalu menjadi panutan. Dengan meniru dia, rekan-rekannya jadi sama bagusnya," imbuh pelatih Milan tersebut.

Scudetto sukses digenggam. Milanisti pun berterima kasih kepada mereka.

4 dari 19 halaman

Berperan hebat

5 dari 19 halaman

Semua diramu dengan pas

6 dari 19 halaman

Tak harus punya tim mahal untuk juara

7 dari 19 halaman

Paket hemat

8 dari 19 halaman

Skuad murah hasil maksimal

9 dari 19 halaman

Ibrahimovic adalah salah satu kunci

10 dari 19 halaman

Panutan

11 dari 19 halaman

Efek Ibra

12 dari 19 halaman

Pioli memang jago

13 dari 19 halaman

Dia mengubah cacian menjadi pujian

14 dari 19 halaman

Terbaik

15 dari 19 halaman

Tim yang diremehkan ini akhirnya jadi juara

16 dari 19 halaman

Penantian panjang itu pun berakhir

17 dari 19 halaman

Milanisti pun berbahagia

18 dari 19 halaman

Tiga generasi Maldini juara di Milan

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR