BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Lima Pelajaran Inter Milan vs Genoa, Lukaku Menggila Sejak Gelut Lawan Ibrahimovic

01-03-2021 07:30 | Dimas Ardi Prasetya

Romelu Lukaku (kanan) dan Lautaro Martinez. (c) AP Photo Romelu Lukaku (kanan) dan Lautaro Martinez. (c) AP Photo

Bola.net - Inter Milan tampil perkasa saat melawan Genoa dan akhirnya berhasil menang telak 3-0 di Giuseppe Meazza, Minggu (28/02/2021) malam WIB.

Inter menjamu Genoa di giornata 24 Serie A 2020-21. Mereka dalam kondisi kepercayaan diri yang tinggi usai sebelumnya menggebuk AC Milan dengan skor 3-0.

Namun Genoa juga tak bisa disepelekan. Mereka datang dengan bermodal tujuh laga tanpa tersentuh kekalahan di liga.

Meski demikian, Inter mampu membuka laga dengan brilian. Dalam satu menit saja mereka berhasil mencetak gol melalui Romelu Lukaku.

Setelah itu Inter mendapat banyak peluang untuk mencetak gol. Akan tetapi baru pada menit ke-69 mereka bisa mencetak gol lagi melaui Matteo Darmian.

Pada menit ke-77, Inter kembali menambah satu gol. Kali ini melalui sang pemain pengganti, Alexis Sanchez.

Genoa tak mampu berbuat banyak untuk menghadapi Inter. Pada akhirnya mereka harus dipaksa menerima kekalahan telak 3-0.

Dari laga ini, pelajaran apa saja yang bisa dipetik? Simak ulasannya berikut ini Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Duet Lu - La Makin Menjadi-jadi

Inter Milan masih mengandalkan duel Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez saat melawan Genoa ini. Kekompakan dua pemain ini membuat lini belakang sang tamu gelagapan.

Kombinasi kedua pemain ini tak jarang menghasilkan peluang bagi Inter Milan. Bahkan gol pertama Nerrazurri tak lepas dari kerjasama duet Lu - La tersebut.

Keduanya melakukan umpan satu dua di tengah lapangan. Setelah mendapat umpan dari Lautaro, Lukaku langsung tancap gas ke lini pertahanan Genoa dan menghukum mereka dengan tendangan kaki kanannya.

Itu adalah gol ketujuh yang berhasil diciptakan dari kombinasi kedua pemain tersebut pada musim ini. Duet keduanya makin padu dan makin sulit dihentikan.

Prospek keduanya sangat cerah. Mungkin ini juga faktor yang akhirnya membuat Lautaro melupakan rencananya pindah ke Barcelona.

2 dari 5 halaman

Barella Sang Maestro

Di pertandingan ini, tak cuma Romelu Lukaku yang tampil gacor. Ada pemain lain yang tampil menonjol, khususnya di lini tengah.

Ya, ia adalah Nicolo Barella. Tampaknya ia sedang dalam performa terbaiknya sekarang ini.

Di pertandingan lawan Genoa ini, Barella tampil enerjik seperti biasanya di lini tengah. Bagusnya lagi, ia mampu bekerjasama secara apik dengan Matteo Darmian di pos wingback kanan.

Maka tak heran jika serangan Inter dari sisi kanan di laga ini terlihat menonjol. Bahkan Darmian pun akhirnya bisa mencetak satu gol. Sementara itu Barella sendiri juga nyaris mencetak gol jika saja bola tendangannya tak mengenai mistar gawang.

Menurut catatan WhoScored, Barella menjadi sumber kreativitas serangan Inter Milan di laga ini. Ia tercatat melepas tujuh keypass, paling banyak di antara semua pemain lain. Terdekat adalah Lukaku (empat keypass).

Barella juga mencatatkan tiga umpan silang meski cuma satu yang akurat. Ia juga melepas tiga umpan panjang dan tiga sampai ke sasaran dengan tepat.

Christian Eriksen sebenarnya juga tampil apik. Namun performanya tenggelam jika dibandingkan dengan Barella.

Pemain berusia 24 tahun ini jelas pemain vital bagi Inter Milan. Antonio Conte dan manajemen klub harus melindunginya dengan segala cara dari godaan klub lain.

3 dari 5 halaman

Lukaku Menggila Sejak Gelut Lawan Ibrahimovic

Romelu Lukaku sebelumnya sempat berseteru dengan frontman AC Milan, Zlatan Ibrahimovic. Itu terjadi pada bulan Januari lalu saat Inter Milan bertanding di pentas Coppa Italia.

Lukaku marah besar pada Ibrahimovic. Ia mungkin saja akan terlibat baku hantam dengan eks rekannya di Manchester United itu jika tidak dipisah oleh kolega dan staf pelatih Inter.

Namun sejak insiden gelut itu, kemarahan Lukaku membuatnya menjadi sangat berbahaya, di atas lapangan tentunya. Ia jadi gacor.

Di laga berikutnya usai lawan Milan yakni lawan Benevento, Lukaku mencetak dua gol sekaligus. Ia sempat vakum dalam dua laga berikutnya yakni lawan Fiorentina dan Juventus.

Akan tetapi setelah itu Lukaku tancap gas lagi. Gawang Lazio dijebol dua kali dan ia juga mencatatkan satu assist.

Kemudian saat melawan AC Milan lagi, Lukaku mencetak satu gol plus satu assist. Lalu di laga kontra Genoa ini, ia kembali mencetak sebiji gol plus satu assist.

Dengan demikian dari enam laga pasca gelut lawan Ibrahimovic itu, ia sudah mencetak enam gol dan tiga assist. Bandingkan dengan enam laga sebelum lawan Milan, di mana ia cuma berhasil mengemas dua gol dan sebiji assist.

Sebagai informasi tambahan, Zlatan Ibrahimovic malah melempem. Sejak duel tersebut ia cuma mengemas dua biji gol saja. Padahal dari enam laga sebelumnya ia mengemas lima gol.

Voodoo?

4 dari 5 halaman

Performa Apik Perin

Inter Milan tampil sangat tajam di pertandingan melawan Genoa ini. Mereka sangat berbahaya dalam berbagai situasi.

Tercatat, Inter melepas 24 tembakan di sepanjang laga. 12 di antaranya tepat sasaran. Romelu Lukaku menjadi ancaman terbesar dengan tujuh percobaan tembakan dan lima usahanya tepat sasaran.

Lukaku mencetak satu gol di laga tersebut. Namun ia mendapat beberapa kans lain untuk menjebol gawang Genoa.

Demikian juga dengan partnernya, Lautaro Martinez. Salah satunya dengan tendangan saltonya. Namun semuanya masih gagal berbuah gol.

Karena apa? Semua itu karena kesigapan kiper Genoa, Mattia Perin. Berkali-kali ia menggagalkan peluang yang didapat penyerang Inter Milan.

Genoa harus berterima kasih kepada kiper timnas Italia itu. Jika bukan karenanya, mereka sudah jadi lumbung gol Inter Milan.

5 dari 5 halaman

Performa Juara Inter

Inter Milan tampil sangat solid di laga lawan Genoa ini. Mereka melakukannya sejak menit pertama sampai akhir.

Pasukan Antonio Conte kokoh di belakang. Di lini serang mereka begitu tajam dan berbahaya.

Inter juga mampu membaca laga dengan apik. Mereka tahu kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan saja untuk menunggu lawan melakukan kesalahan yang akan membuka celah di lini belakang.

Celah ini sendiri sering terbuka dan membuat Inter bisa melakukan serangan balik yang berbahaya. Nerrazzuri, seperti disebut sebelumnya, harusnya bisa mencetak banyak gol jika bukan karena kegesitan Mattia Perin.

Di laga ini, semua penggawa Inter tampil apik. Situs WhoScored memberikan nilai tujuh ke atas untuk semua starter, minus Ivan Perisic yang mencatatkan rating 6.83. meski demikian ia ikut andil dalam terciptanya gol ketiga Inter. Selain itu dua pemain mendapat rating delapan dan satu pemain dengan rating sembilan.

Performa lawan Genoa ini jika bisa dipertahankan dan diteruskan jelas akan membawa Inter Milan melenggang mulus menjadi juara Serie A musim 2020-21.

(WhoScored/Transfermarkt)

KOMENTAR