BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Lima Pelajaran Duel AC Milan vs Juventus: Modal Buruk Jelang Derby Milano

24-01-2022 09:30 | Dimas Ardi Prasetya

Sandro Tonali (kedua dari kanan) berebut bola dengan Weston McKennie di laga AC Milan vs Juventus di pekan 23 Serie A 2021-22 di San Siro, Senin (24/01/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo
Sandro Tonali (kedua dari kanan) berebut bola dengan Weston McKennie di laga AC Milan vs Juventus di pekan 23 Serie A 2021-22 di San Siro, Senin (24/01/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - AC Milan gagal memetik tiga poin saat bersua dengan Juventus di San Siro, Senin (24/01/2022) dini hari WIB.

Milan dan Juventus berduel di laga pekan ke-23 Serie A 2021-22. Pertandingan berlangsung sengit dan intens.

Pasukan Stefano Pioli dan Massimiliano Allegri sama-sama adu serangan, meski Milan terlihat lebih tajam. Akan tetapi lini serang kedua tim sama-sama bapuknya.

Sejumlah peluang tercipta namun gagal dimaksimalkan barisan penyerang kedua kubu. Pada akhirnya laga berakhir imbang 0-0.

Dari laga ini, pelajaran apa saja yang bisa dipetik? Simak ulasannya di bawah ini Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Juventus Butuh Amunisi Baru

Seperti yang disebut sebelumnya, AC Milan dan Juventus punya lini serang yang bapuk. Namun lini serang Juve lebih buruk.

Mereka memang bisa menyerang pertahanan Milan. Namun tak ada satu pun tembakan mereka yang on target dari delapan percobaan.

Dari sini sepertinya terlihat bahwa Juventus memang bakal merindukan seorang Federico Chiesa. Bianconeri juga tampaknya perlu mendatangkan pemain baru di lini serang yang lebih greget ketimbang Alvaro Morata atau Moise Kean.

Selain itu lini tengah juga tak luput disorot. Mereka tak bisa memberikan dukungan yang memadai bagi lini serang. Weston McKennie tak tampil oke di sisi kiri sementara Manuel Locatelli dan Rodrigo Bentancur lebih fokus ke bertahan saja. Mereka jelas perlu seorang gelandang yang kreatif pula.

2 dari 5 halaman

Ibra Cedera, Waktunya Rebic Bersinar

Zlatan Ibrahimovic saat beraksi di laga AC Milan vs Juventus di pekan 23 Serie A 2021-22 di San Siro, Senin (24/01/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo
Zlatan Ibrahimovic saat beraksi di laga AC Milan vs Juventus di pekan 23 Serie A 2021-22 di San Siro, Senin (24/01/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Di laga ini, AC Milan memainkan Zlatan Ibrahimovic sebagai starter. Namun ia cuma bermain selama 28 menit saja.

Sepertinya ia mengalami masalah di engkel kaki kanannya. Usai ditarik keluar engkelnya itu terlihat dikompres dengan es.

Absennya Ibrahimovic ini memang cukup disesalkan. Sebab ia adalah top skor tim dengan koleksi delapan gol. Namun Milan tak perlu risau. Sebab mereka masih punya Olivier Giroud dan Ante Rebic.

Khusus untuk Rebic, ini adalah kans baginya untuk bisa bersinar pasca pulih dari cedera paha. Dalam tiga laga terakhir Milan di Serie A, ia cuma tampil sebagai pengganti.

Kini ia akan mendapat kans bermain sebagai starter lebih besar. Ia tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Lagi pula dengan kehadirannya, permainan Milan akan bisa menjadi lebih cair dan lebih cepat.

3 dari 5 halaman

Pioli Belum Bisa Kalahkan Allegri

Massimiliano Allegri dan Stefano Pioli sudah sering bertemu di pentas Serie A. Sebelum laga AC Milan vs Juventus ini keduanya bentrok sebanyak 15 kali.

Allegri punya rekor yang bagus dalam menghadapi Pioli. Dari 15 laga itu, ia menang 11 kali.

Sisanya berakhir dengan hasil imbang. Tidak ada pelatih lain yang menghadapi koleganya lebih sering di era tiga poin untuk kemenangan tanpa pernah kalah.

4 dari 5 halaman

Modal Buruk Jelang Derby Milano

AC Milan sebelumnya dalam misi untuk mengejar Inter Milan. Mereka punya kans besar menggusur Nerrazurri karena selisih mereka cuma dua angka saja.

Inter kemudian melebarkan selisihnya menjadi lima poin setelah berhasil menang atas Venezia. Jadi Milan tentu saja berharap bisa menang atas Juventus.

Nyatanya itu tak terjadi karena hasil imbang lawan Juve ini. Mereka kini memang terpaut empat angka saja. Tapi sekarag Milan juga harus bersaing dengan Napoli yang naik ke peringkat kedua dengan koleksi 49 poin juga.

Hasil ini merupakan modal yang buruk jelang derby lawan Inter Milan. Sebab para pemain Milan akan mendapat beban berat di pundaknya.

Mereka akan berpikir bahwa Milan tak boleh terpeleset lagi. Jika tidak Inter akan makin menjauh sementara Napoli bisa membuat usaha mereka mengejar Nerazurri makin sulit.

Dalam kondisi tertekan, bisa saja Milan malah membuat kesalahan.

5 dari 5 halaman

Dybala & Tren Negatifnya di San Siro

Alessio Romagnoli membayangi Paulo Dybala di laga AC Milan vs Juventus di pekan ke-23 Serie A 2021-22 di San Siro, Senin (24/01/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo
Alessio Romagnoli membayangi Paulo Dybala di laga AC Milan vs Juventus di pekan ke-23 Serie A 2021-22 di San Siro, Senin (24/01/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Paulo Dybala sering kali berhadapan dengan AC Milan di sepanjang karirnya di Serie A. Sejauh ini ia sudah berperan dalam 12 gol ke gawang Rossoneri.

Rinciannya, tujuh gol dan lima assist. Akan tetapi sayangnya ia gagal bersinar saat bermain di San Siro.

Dalam empat penampilannya bersama Juventus di San Siro, ia sama sekali tak pernah bisa mencetak gol. Dengan laga kali ini, itu artinya ia memperpanjang tren negatifnya menjadi lima kali.

Sebenarnya jika saja Dybala bisa mencetak gol di laga ini, meski satu saja, ia akan bisa menyamai jumlah gol Andry Shevchenko (enam gol). Sejauh ini Sheva merupakan top skor di laga Juventus vs AC Milan sejak tahun 2000.

(Bola/Juventus/Eurosport)

KOMENTAR