BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Lima Pelajaran dari AC Milan vs Fiorentina: No Ibrahimovic No Problem!

30-11-2020 01:19 | Dimas Ardi Prasetya

Franck Ribery berusaha melindungi bola dari Simon Kjaer di laga AC Milan vs Fiorentina di San Siro, Minggu (29/11/2020) malam WIB. (c) AP Photo Franck Ribery berusaha melindungi bola dari Simon Kjaer di laga AC Milan vs Fiorentina di San Siro, Minggu (29/11/2020) malam WIB. (c) AP Photo

Bola.net - AC Milan berhasil menang dengan skor 2-0 atas Fiorentina di giornata 9 Serie A 2020-21 di San Siro, Minggu (29/11/2020) malam WIB.

AC Milan tampil nyaris dengan kekuatan terbaiknya. Ya, mereka tak diperkuat oleh bang jago bernama Zlatan Ibrahimovic.

Ia saat ini masih mengalami cedera dan sedang dalam masa pemulihan. Meski tanpa striker 39 tahun tersebut, penampilan AC Milan tak terpengaruh.

Rossoneri memang sempat ditekan oleh Fiorentina. Akan tetapi mereka mampu membalikkan situasi dan akhirnya bisa mencetak gol pertamanya melalui tandukan Alessio Romagnoli.

Milan kemudian menggandakan keunggulannya melalui penalti Franck Kessie. Rossoneri harusnya bisa menang besar dengan skor 3-0.

Sayangnya Kessie membuang-buang kesempatan mencetak gol lagi dari penalti kedua yang didapatkan Milan. Arah bola sepakannya bisa diantisipasi dengan baik oleh kiper Fiorentina pada menit ke-40.

Dari Kemenangan AC Milan atas Fiorentina ini, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik. Apa saja itu?

Simak ulasannya berikut ini Bolaneters.

1 dari 5 halaman

Rebic Masih Kesulitan Gantikan Ibrahimovic

Di pertandingan ini, AC Milan tentu tak bisa diperkuat oleh Zlatan Ibrahimovic yang masih cedera. Ante Rebic pun menggantikan posisinya.

Namun Rebic kesulitan untuk memimpin lini serang Rossoneri. Ia kerap kalah berduel dalam perebutan bola dengan duo bek lawan, German Pezzella, Nikola Milenkovic.

Serangan Milan pun kerap gagal karena ia kesulitan menahan bola. Rebic juga tampil kurang greget kala mendapat kans menggiring bola.

Penampilannya di laga ini juga diwarnai kartu kuning yang tak perlu. Pada extra time babak pertama, ia melancarkan tekel yang agresif pada Caceres dari belakang.

Rebic sebelumnya juga tampil kurang greget saat Milan bermain melawan Lille di Liga Europa. Saat itu ia hanya bisa membawa Rossoneri main imbang lawan tim Ligue 1 tersebut di Prancis.

Rebic harus bekerja keras jika ke depannya ingin bisa menghuni lini serang Rossoneri secara reguler, khususnya jika nanti Ibrahimovic pergi.

2 dari 5 halaman

Soal Donnarumma

Zlatan Ibrahimovic memang dianggap sebagai sosok yang krusial dalam kebangkitan AC Milan. Namun tak sedikit yang menilai bahwa performa apik Rossoneri juga tak lepas dari peran Gianluigi Donnarumma.

Anggapan itu memang ada benarnya. Contohnya di laga AC Milan vs Fiorentina ini. Donnarumma membuat beberapa aksi yang ciamik.

Ia sempat setidaknya dua kali menghalau umpan-umpan berbahaya lawan di kotak penalti. Dan yang paling krusial adalah ia berhasil mencegah Fiorentina mendapatkan kepercayaan diri untuk bisa mengejar ketertinggalannya.

Itu terjadi saat ia berhasil mementahkan peluang emas Franck Ribery pada menit ke-56. Padahal saat itu ia berduel satu lawan satu dengan winger veteran asal Prancis tersebut.

Ribery berusaha mencungkil bola. Namun tangan kanan Donnarumma dengan sigap menghalau si kulit bundar dan gawang Rossoneri pun terhindar dari bahaya.

Ini juga membuktikan bahwa Milan harus segera membereskan soal kontraknya yang tersisa hingga Juni 2021 nanti. Bersama Donnarumma, Milan bisa meraih hal-hal besar di masa depan.

3 dari 5 halaman

Profesionalisme Calhanoglu

Hakan Calhanoglu saat ini masih dipercaya menjadi starter bagi AC Milan. Meskipun masa depannya di Rossoneri masih belum jelas.

Saat ini kontraknya di San Siro tersisa hingga musim panas 2021 saja. Milan sendiri sudah menawarkan perpanjangan kontrak pada pemain Turki tersebut.

Akan tetapi negosiasi berlangsung alot. Calhanoglu dikabarkan meminta kenaikan gaji tiga kali lipat. Alotnya proses nego ini sampai disebut membuat manajemen Rossoneri kesal. Calhanoglu pun digadang-gadang bakal segera cabut dari Milan.

Meski demikian di tengah semua kabar yang bermunculan soal masa depannya, Calhanoglu masih bermain maksimal bagi Rossoneri di laga ini khususnya. Ia melakukan segalanya agar bisa mencetak gol.

Ia mencatatkan lima tembakan ke arah gawang Fiorentina, dan satu nyaris berbuah gol. Ia juga menjadi sumber inspirasi kreativitas Milan dan mencatatkan lima key pass di sepanjang laga dan tujuh umpan silang.

Hebatnya lagi, Calhanoglu sebenarnya tak dimainkan di posisi favoritnya di laga ini. Ia ditempatkan di sayap kiri sementara posisi gelandang serang dihuni Brahim Diaz.

4 dari 5 halaman

Ribery Masih Tunjukkan Kelasnya

Franck Ribery saat ini sudah berusia 37 tahun. Namun performanya masih terlihat berkelas.

Pemain asal Prancis itu menjadi sumber serangan Fiorentina. Kebanyakan serbuan La Viola datang dari sayap kiri, area yang ditempatinya.

Entah ia mengancam dengan aksinya sendiri atau membukakan ruang bagi pemain lain. Pergerakan Ribery masih sangat merepotkan berkat pengalaman dan visi yang ia miliki.

Ribery bahkan nyaris saja mencetak satu gol di laga ini. Sayang peluang emasnya di awal babak kedua masih bisa dimentahkan oleh Gianluigi Donnarumma.

5 dari 5 halaman

No Ibrahimovic No Problem

Ini tentunya bukan merujuk pada Ante Rebic. ini merujuk pada mentalitas dan semangat juang skuat AC Milan.

Mereka masih mampu mempertahankan mentalitas dan semangat tempurnya meski sedang tidak diperkuat oleh Ibrahimovic. Ini jelas hal yang bagus.

Artinya Milan tak bergantung sepenuhnya pada sosok striker 39 tahun tersebut. Ini tentu sangat penting bagi perjalanan Rossoneri ke depannya.

Sebab Zlatan Ibrahimovic jelas tak mungkin bertahan lama di AC Milan. Maksimal ia paling bertahan semusim lagi di San Siro.

KOMENTAR