BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Katanya Satu Laga Tidak Memengaruhi Masa Depan Sarri? Begini Dalih Juventus

10-08-2020 00:05 | Yaumil Azis

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri. (c) AP Photo Pelatih Juventus, Maurizio Sarri. (c) AP Photo

Bola.net - Juventus Ibarat menjilat ludah sendiri. Beberapa waktu sebelum tersingkir dari pentas Liga Champions, sang juara bertahan Serie A tersebut sempat memastikan masa depan sang pelatih, Maurizio Sarri.

Sebelum pertandingan berlangsung, Juventus dirumorkan akan segera memecat Sarri. Kata rumor yang beredar, Sarri bakalan dipecat kalau dirinya gagal membawa Bianconeri melaju ke babak semifinal Liga Champions.

Namun sang direktur, Fabio Paratici, menghapus rumor tersebut. Ia berkata bahwa klub tidak membuat keputusan hanya karena hasil dari satu pertandingan saja.

Setelahnya, Juventus dipastikan tersingkir di babak 16 besar karena tidak bisa mengungguli agresivitas gol tandang Lyon. Tak ada 24 jam setelahnya, mereka mengumumkan kalau Maurizio Sarri dipecat dan digantikan oleh Andrea Pirlo.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Dalih Juventus

Juventus sendiri, atau dalam hal ini Paratici, tidak berusaha untuk mengklarifikasi pernyataan. Dalihnya, pihak klub telah membuat keputusan sebelum wasit memulai pertandingan melawan Lyon hari Sabtu (8/8/2020) kemarin.

"Kami sudah membuat evaluasi sebelum hasil melawan Lyon. Kami sudah berkata sebelumnya, satu pertandingan tidak menentukan masa depan seorang pelatih," ungkap Paratici kepada Sky Sport Italia.

"Evaluasi kami berdasarkan keseluruhan musim dan tidak hanya satu pertandingan saja. Keputusan menunjuk Pirlo sangat alami, sesuai gaya Juventus, sebab dia adalah orang yang selalu berhubungan dengan orang di sini," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Kepercayaan yang Tinggi Terhadap Pirlo

Keputusan mengangkat Pirlo ini membuat sebagian besar publik mengernyitkan dahi. Bagaimana tidak, sosok yang dulunya bermain sebagai gelandang itu baru mendapatkan lisensi kepelatihannya jelang akhir tahun 2019 lalu.

Ia baru mendapatkan jabatan pertamanya sembilan hari lalu, yakni menjadi nahkoda Juventus U-23. Sebelum menjalani laga resmi pertamanya di dunia kepelatihan, ia ditunjuk jadi pelatih utama. Jelas wajar kalau publik meragu.

Namun keraguan tidak terpancar sama sekali dari perkataan Paratici. "Kami juga percaya bahwa dia ditakdirkan menjadi sosok hebat. Dia dulunya seorang pemain dan kami merasa dengan kepercayaan diri, dia bisa melakukan hal yang sama sebagai pelatih," tambahnya

"Kepribadian sendiri terkadang lebih penting daripada sosok profesional, jadi kami tak memiliki keraguan terhadap Pirlo sebagai seseorang," pungkasnya.

(Football Italia)

KOMENTAR