Juventus vs Paulo Dybala: Kisah Perseteruan yang Sudah Berjalan Tiga Tahun

Yaumil Azis | 18 Januari 2022, 09:21
Pemain Juventus, Paulo Dybala (c) AP Photo
Pemain Juventus, Paulo Dybala (c) AP Photo

Bola.net - Hubungan antara Juventus dan pemain bintangnya, Paulo Dybala, sedang merenggang. Ada kemungkinan kedua belah pihak memilih berpisah begitu musim 2021/22 berakhir.


Dybala menjadi idola penggemar setia Juventus sejak direkrut dari Palermo seharga 40 juta euro pada tahun 2015 lalu. Sebab keahliannya dalam mengolah si kulit bundar mengingatkan mereka pada sang legenda, Alessandro Del Piero.

Selama tujuh musim, termasuk yang sekarang, Dybala menjadi tumpuan di lini depan. Ia bahkan membantu Bianconeri meraih kemenangan atas Udinese dengan skor 2-0 dalam laga lanjutan Serie A hari Minggu (16/1/2022) kemarin.

Namun ada yang aneh dari Dybala pada pertandingan itu. Ia tidak melakukan selebrasi khasnya, 'Dybala mask', setelah mencetak gol. Alih-alih merayakan, ia menunjukkan ekspresi marah sembari menatap ke kursi petinggi klub.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 4 halaman

Hubungan Semakin Retak

Pemain Juventus, Paulo Dybala (c) AP Photo

Dybala memperkeruh suasana ketika bertemu awak media pada akhir pertandingan. Setiap perkataannya mengundang dugaan bahwa ada yang tidak beres dalam hubungannya dengan pihak klub saat ini.

Seperti yang diketahui, retaknya hubungan disebabkan oleh kontrak baru. Juventus dan Dybala sepakat untuk merevisi masa abdi selama lima tahun. Namun sampai saat ini, tanda tangan tak kunjung dibubuhkan di atas perjanjian sakral.

Situasinya semakin memanas setelah pertandingan melawan Udinese berakhir. Laporan terbaru mengatakan kalau pihak klub menarik penawarannya kepada Dybala beberapa bulan lalu dan akan menyodorkan proposal dengan gaji yang lebih kecil.

Belum diketahui secara pasti apa yang akan terjadi. Dybala sudah mengatakan kalau dirinya, beserta sang agen, bakal bertemu dengan pihak klub pada bulan Februari. Agendanya sudah jelas, menentukan masa depan sang pemain di Turin.

2 dari 4 halaman

Cinta, Tapi Meminta Kontrak Baru

Penyerang Juventus, Paulo Dybala. (c) AP Photo

Memang, situasinya baru terlihat panas baru-baru ini. Namun perang dingin antara Juventus dan Dybala sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2019 lalu. Semua bermula ketika Juventus mencoba melepas Dybala ke Manchester United demi Romelu Lukaku.

Waktu itu, Dybala baru saja menutup musim 2018/19 dengan performa yang amburadul. Ia cuma menghasilkan 10 gol meski diturunkan sebanyak 42 kali di semua kompetisi. Dan waktu itu, sebagian fans Juventus sudah pasrah kalau sang bintang dijual.

Namun Dybala menolak tawaran dari Manchester United dan klub Inggris lainnya, Tottenham. Penolakan itu didasari rasa cintanya kepada Bianconeri. Namun seiring dengan itu, ia juga diketahui memaksa pihak klub untuk memberinya kontrak baru.

Pada tahun 2020 lalu, Dybala pernah mengumbar pernyataan bahwa dirinya belum mendapatkan tawaran kontrak baru dari klub. "Agen saya sudah lama berada di Turin dan tidak pernah mendapatkan panggilan," katanya.

"Saya kecewa mendengar angka-angka yang diinvestasikan. Akan lebih baik jika kebenaran diungkapkan, karena berbicara soal angka-angka itu di situasi yang sekarang bisa membuat fans melawan saya, dengan semua cinta yang saya miliki untuk Juventus."

3 dari 4 halaman

Perang Dingin Dimulai

Andrea Agnelli. (c) AP Photo

Perseteruan pun semakin memanas dari sini. Presiden klub, Andrea Agnelli, tidak tinggal diam ketika mendengar kata-kata Dybala. Ia pun muncul ke permukaan tak lama setelahnya dan mengatakan kalau klub telah memberikan proposal kontrak baru.

"Kami melihatnya sebagai kapten masa depan. Saya tahu kalau dia sudah menerima proposal yang akan menaruhnya di antara 20 pemain dengan gaji tertinggi di Eropa."

"Kami menantikan responnya, tapi yang penting adalah melihat jawabannya di lapangan. Kami semua ingin dia menjadi salah satu dari lima pemain top di Eropa, dia masih belum ada di sana dan menyadari itu," kata Agnelli lagi.

4 dari 4 halaman

Panas dan Semakin Blak-blakan

Diskusi soal perpanjangan kontrak pun ditunda, sampai akhirnya kedua tim mencapai kesepakatan menjelang akhir 2021. Namun belakangan, Juventus dikabarkan ingin merevisi tawaran dan menurunkan angka gaji Dybala.

Perkembangan ini diyakini telah membuat Dybala kesal. Apalagi CEO baru Juventus, Maurizio Arrivabene, membuat pernyataan yang menyinggung soal loyalitasnya kepada Juventus.

"Banyak pemain yang lebih loyal terhadap agennya ketimbang seragamnya," kata Arrivabene pada bulan Desember lalu. Dan beberapa hari setelahnya, ia memberikan beban yang lebih berat kepada Dybala.

"Mereka yang mengenakan No.10 di punggungnya harusnya sadar beban jersey Juventus khusus ini. Apa yang saya katakan soal Dybala tidak hanya tentang dia, tapi semuanya," tuturnya.

Dan, pernyataan itu dibalas Dybala di lapangan dengan sebuah gol ke gawang Udinese beserta komentar: "Saya tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Saya siap membantu pelatih dan klub."

(Football Italia)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR