BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Gabriel Batistuta, Si Senapan Mesin Berambut Gondrong

06-04-2020 12:02 | Asad Arifin

Batistuta (c) PA Batistuta (c) PA

Bola.net - Serie A era 1990-an menjadi tujuan banyak pemain top level dunia. Salah satu pemain bintang yang pernah menjalani karir dan bersinar di Serie A yakni Gabriel Batistuta.

Gabriel Omar Batistuta lahir di Santa Fe, Argentina pada 1 Februari 1969. Dia memulai karir sepak bolanya dengan membela klub Newell's Old Boys. Sebelum pindah ke Eropa, dia pernah bermain di dua klub top Argentina.

Pada 1989, Gabriel Batistuta bergabung dengan River Plate. Hanya satu musim saja pemain berjuluk Batigol tersebut membela River Plate. Dia kemudian pindah ke klub rival, Boca Juniors.

Lagi-lagi, dia hanya musim saja bermain di Boca Juniors. Talenta yang dimiliki Gabriel Batistuta kemudian diendus pemandu bakat Eropa. Dia kemudian pindah ke Fiorentina pada 1991, usai tampil bagus di Copa America.

Nama Gabriel Batistuta kemudian makin dikenal ketika membela Fiorentina. Pemain yang mencetak 54 gol untuk timnas Argentina dikenal dengan selebrasi senapan mesin dan gaya rambut gondrongnya.

1 dari 3 halaman

Gabriel Batistuta dan Fiorentina

Membahas Gabriel Batistuta tidak bisa lepas dari Fiorentina. Walau dia pernah bermain untuk klub Italia lain, seperti AS Roma dan Inter Milan, Gabriel Batistuta dengan balutan jersey berwarna ungu tetap yang paling ikonik.

Gabriel Batistuta memang bermain cukup lama untuk Fiorentina. Dia membela klub asal kota Florence tersebut dari 1991 hingga 2000. Ada banyak momen pahit, tetapi Gabriel Batistuta tetap bertahan.

Pada musim 1992/1993, Fiorentina harus turun kasta ke Serie B. Padahal, di musim tersebut, Gabriel Batistuta tampil bagus dengan mencetak 16 gol di Serie A. Gabriel Batistuta bisa pindah klub andai berkenan.

Namun, Gabriel Batistuta memilih setia di Fiorentina. Hanya semusim saja mereka berada di Serie B. Fiorentina meraih juara Serie B pada musim 1993/1994 dan Gabriel Batistuta mencetak 16 gol.

Semusim kemudian, Gabriel Batistuta membawa Fiorentina juara Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Gabriel Batistuta meraih gelar scudetto Serie A pada musim 2000/2001 bersama AS Roma. Akan tetapi, namanya akan selalu identik dengan Fiorentina. Patung Gabriel Batistuta masih berdiri kokoh di depan stadion Artemio Franchi, stadion Fiorentina.

Gabriel Batistuta juga akan identik dengan selebrasi senapan mesin dan rambut gondrong.

2 dari 3 halaman

Selebrasi Senapan Mesin

Gabriel Batistuta punya gaya bermain yang khas. Sebagai pemain 'nomor 9' dia adalah tipe yang berbeda dari Filippo Inzaghi. Gabriel Batistuta dikenal punya power dan kecepatan tinggi. Dia punya skill olah bola yang cukup bagus.

Gabriel Batistuta pun masyhur dengan tendangan kerasnya.

Gabriel Batistuta acap kali melakukan selebrasi 'senapan mesin' ketika mencetak gol. Gabriel Batistuta bakal berlari kencang usai membobol gawang lawan. Setelah itu, dia akan memperegarakan gaya seolah memegang senapan mesin.

Gaya seperti ini kemudian diikuti beberapa pemain lain. Robbie Keane salah satunya.

Selain itu, Gabriel Batistuta juga dikenal dengan gaya selebrasi seperti sniper. Selebrasi ini sangat populer pada 1990-an hingga awal 2000-an. Gabriel Batistuta salah satu yang sering melakukannya.

3 dari 3 halaman

Gabriel Batistuta dan Rabut Gondrong

Gabriel Batistuta kemudian juga sangat identik dengan rambut gondrong. Gaya rambut tersebut sudah dipilih Gabriel Batistuta sejak dia bermain di River Plate. Bahkan, ketika masih di Newell's Old Boys, rambutnya pun sudah mulai memanjang.

Gabriel Batistuta dengan gaya rambut ikoniknya akan terus diingat. Sebab, gaya rambut tersebut masih dipertahankan peraih top skor Copa America 1991 dan 1995 tersebut ketika bermain di Inter Milan dan Al Arabi.

Hanya saja, setelah pensiun dari sepak bola, Gabriel Batistuta mencukur rambut panjangnya. Kini, pada usia 51 tahu, tidak ada lagi rambut gondrong di kelapa Gabriel Batistuta.

Namun, rambut gondrong Gabriel Batistuta bakal selalu diingat para fans Fiorentina dan klub-klub lain yang pernah dibelanya.

KOMENTAR

Generasi Penerus Bundesliga: Christopher Nkunku