Derby della Madonnina 2001: Ketika Inter Milan Babak Belur Kalah 0-6 dari AC Milan

Asad Arifin | 23 April 2020, 14:41
Andriy Shevchenko (c) AP Photo
Andriy Shevchenko (c) AP Photo

Bola.net - AC Milan pernah begitu perkasa atas sang rival sekota, AC Milan. Pada Derby della Madonnina yang digelar pada 2001 lalu, AC Milan dua kali menang lawan Inter Milan. Rossoneri menang dengan skor 0-6 atas Inter Milan.

Inter Milan belakangan jauh lebih dominan dibanding Milan dalam laga Derby della Madonnina. Milan belum pernah meraih kemenangan sejak mampu mengalahkan Inter Milan pada 2016 lalu di San Siro.

Pada laga 1 Februari 2016 lalu, AC Milan menang dengan skor 3-0. Tiga gol Milan dicetak Alex, Carlos Bacca, dan M'Baye Niang. Sejak saat itu, Milan tidak pernah menang lawan Inter Milan pada laga di waktu normal.

Milan mengalahkan Inter di Coppa Italia pada 2017 lewat babak tambah waktu. Pada empat Derby della Madonnina terakhir, Milan selalu kalah dari Inter Milan. Termasuk pada musim 2019/2020 ini.

Bolaneters, Yuk bernostalgia dengan kemenangan AC Milan dengan skor 0-6 atas Inter Milan pada 2001.

1 dari 6 halaman

Giuseppe Meazza, 11 Mei 2001

Inter Milan menjamu AC Milan pada laga pekan ke-30 Serie A musim 2000/2001. Laga digelar di Giuseppe Meazza, 11 Mei 2001.

Pada musim tersebut, AC Milan dan Inter Milan bukan unggulan untuk meraih scudetto. Akan tetapi, mereka punya materi pemain yang layak untuk berada di papan atas. Inter Milan punay duet Christian Vieri dan Alvaro Recoba.

Selain itu, Inter Milan juga punya Hakan Sukur di lini depan. Di lini belakang, tim yang dilatih Marco Tardelli tersebut punya Laurant Blanc dan Dario Simic. Javier Zanetti dan Clarence Seedorf juga bermain untuk Inter Milan.

Sedangkan, pihak AC Milan punya Paolo Maldini dan Billy Costacurta di lini belakang. Gennaro Gattuso, Massimo Ambrosini, dan Zvonimir Boban menjadi pilar di lini tengah. Andriy Shevchenko jadi tumpuan di lini depan.

2 dari 6 halaman

Susunan Pemain dan Gol

Inter Milan: Frey; Ferrari, Blanc, Simic, J. Zanetti; Farinos [Benoit Cuaet 35'], Di Biagio [Clarence Seedorf 46'], Dalmat, Gresko; Vieri, Recoba.

Milan: Rossi; Helveg, Costacurta, Roque Junior, Maldini; Gattuso, Giunti [Guly 71'], Kaladze, Serginho; Shevchenko [Leonardo 81'], Comandini [José Mari 58']

Gol

03' 0-1 Gianni Comandini

19' 0-2 Gianni Comandini

54' 0-3 Federico Giunti

66' 0-4 Andriy Shevchenko

77' 0-5 Andriy Shevchenko

81' 0-6 Serginho

3 dari 6 halaman

Kejutan Gianni Comandini

Gianni Comandini mungkin bukan nama yang cukup populer di kalangan fans AC Milan. Maklum saja, dia hanya semusim bermain untuk Rossoneri. Gianni Comandini juga hanya memainkan 13 gol pada laga Serie A.

Namun, Gianni Comandini punya satu kenangan manis untuk Milan. Gianni Comandini mencetak dua gol selama bermain di Milan, kedua golnya dicetak ke gawang Inter Milan. Gianni Comandini mencetak gol pada menit ke-3 dan 19.

Gol pertama Gianni Comandini tidak lepas dari kejelian Serginho yang membelah sisi kiri pertahanan Inter Milan dan memberi umpan akurat. Serginho kembali melayani Gianni Comandini untuk kedua, kali ini lewat sundulan.

Gol dari Gianni Comandini membuat AC Milan memimpin 0-2 pada babak pertama.

4 dari 6 halaman

Magis Serginho di Babak Kedua

AC Milan membuka babak kedua dengan baik. Pada menit ke-54, Federico Giunti melepas tendangan bebas yang tidak mampu dijangkau penjaga gawang Inter Milan, Sebastian Frey.

Giunty sebenarnya melepas umpan, tetapi kerumunan pemain menghalangi pandangan Frey.

Setelah unggul 0-3, Milan tampil lebih dominan. Sedangkan, Inter Milan mulai kehilangan asa untuk mendapat poin. Serginho mencatatkan assist ketiganya untuk Andriy Shevchenko pada menit ke-66.

Andriy Shevchenko mencatatkan gol keduanya pada menit ke-78 usai mencocor umpan Kakha Kaladze. AC Milan makin di atas angin.

Pesta gol AC Milan kemudian ditutup lewat aksi gemilang Serginho. Pemain asal Brasil itu mencetak gol indah usai melewati hadangan dua pemain belakang Inter Milan. Serginho membuat fans Milan yang datang ke stadion berteriak histeris.

5 dari 6 halaman

Komentar Gianni Comandini

Sampai 2017, Gianni Comandini masih ingat momen yang terjadi pada Derby della Mandoninna 2001. Saat itu, dia mengaku mendapat arahan dari pelatih Mauro Tassotti bakal bermain di laga tersebut sejak menit awal.

"Malam sebelum pertandingan, bos mengatakan kepada saya bahwa saya akan bermain, mungkin pelatih tidak ingin terlalu menekan saya," kenang Gianni Comandini.

"Saya ingat dua gol melawan Inter, para penggemar masih mengenali saya, mereka menghentikan saya dan berbicara tentang permainan itu. Saya bermain untuk AC Milan hanya satu tahun, tetapi saya dapat mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang tak terlupakan," kata Gianni Comandini dikutip dari situs resmi AC Milan.

6 dari 6 halaman

Komentar Serginho

Serginho mencetak tiga assist dan satu gol pada laga melawan Inter Milan. Bintang asal Brasil itu layak mendapat predikat pemain terbaik. Serginho mengungkap ada peran Cesare Maldini di balik performa apiknya.

"Sebelum pertandingan, Cesare Maldini menyuruh saya menyerang, dan hanya menyerang, saya ingin melihat Anda bermain hanya di wilayah lawan," buka Serginho.

"Tetapi, selama pertandingan, Paolo Maldini yang bermain sebagai bek kiri adalah mengatakan kepada saya untuk kembali dan bertahan. Saya katakan kepadanya, Anda harus berbicara dengan ayahmu, dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak ingin melihat saya di setengah wilayah sendiri."

"Saya sangat senang ketika mencetak gol dan kami menang 0-6, tetapi pada waktu yang sama saya menyesal. 70 persen orang di stadion adalah fans Inter Milan dan saya melihat mereka sangat sedih, beberapa menangis," kata Serginho.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR