BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Christian Eriksen Dianggap Sebagai Masalah Antonio Conte di Inter Milan, Mengapa?

09-03-2020 13:06 | Asad Arifin

Pemain Inter Milan, Christian Eriksen, merayakan golnya ke gawang Ludogorets dalam laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa hari Jumat (21/2/2020). (c) AP Photo Pemain Inter Milan, Christian Eriksen, merayakan golnya ke gawang Ludogorets dalam laga leg pertama babak 32 besar Liga Europa hari Jumat (21/2/2020). (c) AP Photo

Bola.net - Kedatangan Christian Eriksen sempat disebut bakal membuat Inter Milan makin kuat pada musim 2019/2020 ini. Namun, Paolo Di Canio justru punya pendapat bahwa Erikses kini menjadi masalah bagi Antonio Conte.

Christian Eriksen didatangkan Inter Milan pada bursa transfer Januari 2020 lalu. Sebenarnya, pemain asal Denmark tersebut sudah masuk dalam daftar belanja Inter Milan pada awal musim 2019/2020.

Eriksen dibeli Inter Milan dengan harga 20 juta euro. Harga tersebut dianggap cukup murah. Sebab, kontrak Eriksen dengan Tottenham tersisa enam bulan dan Inter bisa mendapatkan sang playmaker dengan harga murah.

Selama bermain di Tottenham, Eriksen tampil sangat bagus dan menjadi motor serangan tim. Namun, sejauh ini dia belum menunjukkan performa terbaiknya bersama Inter Milan.

1 dari 2 halaman

Mengapa Eriksen Menjadi Masalah untuk Antonio Conte

Christian Eriksen saat ini belum menembus tim utama Inter Milan. Dari empat kesempatan bermain di laga Serie A, pemain berusia 28 tahun itu hanya sekali bermain sebagai pemain inti. Itu pun tidak bermain penuh selama 90 menit.

"Eriksen akan menjadi masalah bagi Antonio Conte," ucap Paolo Di Canio dikutip dari Sky Sports.

"Eriksen tidak seperti Diego Costa, yang bisa bertarung dengan siapa saja ketika Anda tidak memainkannya. Dia seperti Eden Hazard: pendiam, dia tidak pernah mengeluh, tetapi sulit untuk melakukan konfrontasi dan jujur," sambung mantan pemain Lazio tersebut.

Bukan hanya secara psikis, Paolo Di Canio juga melihat Eriksen memberi masalah dari sisi taktikal. Gaya bermain Inter Milan dan para pemain yang ada tidak menunjang kemampuan utama Eriksen.

"Eriksen di Tottenham, dia punya peluang melepas umpan berbahaya karena ada orang-orang yang berlari untuknya, di Inter mereka tidak mampu membelinya. Ia tidak melewati lawan dalam pertarungan satu lawan satu, ia tidak memiliki kecepatan," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Eriksen Masih Butuh Adaptasi?

Sepak bola Italia menjadi barang baru bagi Christian Eriksen. Sebab, dalam karirnya, Inter Milan menjadi klub pertama Eriksen di Italia. Sebalum membela Tottenham, dia cukup lama bermain di Ajax.

Banyak pengamat menilai Christian Eriksen masih butuh waktu lebih banyak untuk adaptasi dengan gaya sepak bola Italia.

"Sepak bola Italia tidak terlalu cepat tetapi Eriksen tidak pernah punya cepat yang tinggi dalam karirnya," kata mantan pelatih timnas Italia, Fabio Capello.

"Saya pikir dia bisa tampil baik sebagai pengatur permainan, seperti Andrea Pirlo di Juventus dan bukan sebagai pemain sayap. Dia tidak memiliki kecepatan untuk menjadi pemain box-to-box. Dia bisa tampil seperti Marcelo Brozovic dan bukan pemain seperti Arturo Vidal," ucap Fabio Capello.

Sumber: Sky Sports

KOMENTAR

Generasi Penerus Bundesliga: Christopher Nkunku