BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Bukan Juventus, Lukaku Memang Selalu Berharap Gabung Inter

02-04-2020 12:18 | Aga Deta

Striker Inter Milan, Romelu Lukaku, melakukan selebrasi usai membobol gawang AC Milan pada laga Serie A di Stadion San Siro, Minggu (9/2/2020). (c) AP Photo Striker Inter Milan, Romelu Lukaku, melakukan selebrasi usai membobol gawang AC Milan pada laga Serie A di Stadion San Siro, Minggu (9/2/2020). (c) AP Photo

Bola.net - Agen Romelu Lukaku, Federico Pastorello membenarkan bahwa Manchester United berniat menukar kliennya dengan Paulo Dybala. Namun, Lukaku lebih memilih gabung Inter karena sang pemain selalu berharap bisa pindah ke sana.

Seperti yang diketahui, Inter berhasil mendapatkan jasa Lukaku dari Manchester United pada bursa transfer musim panas lalu. Pemain asal Belgia itu ditebus dengan biaya yang mencapai 65 juta euro.

Sebelum transfer itu terjadi, Juventus juga tertarik memboyong Lukaku. Bianconeri bahkan menggunakan Paulo Dybala sebagai alat tukar demi memuluskan transfer Lukaku tersebut.

Dybala menolak pindah ke Old Trafford. Lukaku yang sudah ingin meninggalkan Manchester United lantas memilih untuk menerima pinangan Inter Milan pada waktu itu.

1 dari 2 halaman

Gabung Inter

Pastorello membenarkan kalau Lukaku sangat dekat gabung dengan Juventus. Namun, sang pemain sedari awal memang sudah berharap bergabung dengan Inter.

“Memang benar. Meski demikian, Romelu selalu berharap untuk pergi ke Inter karena dia selalu terkesan oleh penggemar mereka," kata Pastorello kepada Tuttosport.

2 dari 2 halaman

Dampak Pandemi Corona

Pastorello meyakini pandemi virus corona akan berdampak besar pada bursa transfer musim panas mendatang. Ia memprediksi akan ada lebih banyak pertukaran pemain di antara klub-klub besar.

"Ini jelas akan jadi bursa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kita menghadapi krisis global dan dampak ekonomi di dunia sepakbola tergantung apakah musim akan tuntas atau tidak. Tapi, bagaimanapun juga, akan ada dampak," lanjutnya.

"Saya menduga harga akan lebih rendah dan lebih banyak kreativitas untuk mengatasi kesulitan teknik dan ekonomi. Saya kira kita juga akan melihat lebih banyak pertukaran di antara klub-klub besar," tutupnya.

Sumber: Sempre Inter

KOMENTAR