Bos Belgia Tak Heran Lukaku Tampil Apik Bersama Inter Milan

Dimas Ardi Prasetya | 1 Desember 2019, 19:24
Selebrasi Romelu Lukaku usai bobol gawang AC Milan. (c) AP Photo
Selebrasi Romelu Lukaku usai bobol gawang AC Milan. (c) AP Photo

Bola.net - Pelatih timnas Belgia Roberto Martinez tak terkejut dengan performa apik Romelu Lukaku bersama Inter Milan di musim perdananya di Serie A.

Lukaku dibeli dengan mahal dari Manchester United pada musim panas 2019 kemarin. Antonio Conte ngotot meminta manajemen Nerrazurri untuk mendatangkannya ke Giuseppe Meazza.

Pembelian itu terbukti jitu. Lukaku langsung bisa nyetel dengan permainan Samir Handanovic dkk.

Gol demi gol dicetak oleh pemain bertubuh bongsor tersebut. Meskipun ia sempat mengalami masa-masa sulit akibat insiden pelecehan rasial yang diarahkan kepadanya.

1 dari 2 halaman

Roberto Martinez tak Terkejut

Roberto Martinez ditanya soal performa Romelu Lukaku bersama dengan Inter Milan pada musim ini. Hal itu ditanyakan kepadanya setelah tuntasnya pengundian fase grup Euro 2020.

Martinez menganggap wajar jika striker kidal itu mampu tampil apik bersama Inter. Sebab selain kualitasnya yang jelas, di sana ia juga menemukan rekan-rekan setim yang berkualitas dan pelatih jempolan sekelas Conte.

“Itu tidak mengejutkan, kami mengenalnya dengan baik. Sangat indah melihat dirinya mencetak gol untuk Inter seperti yang ia lakukan di tim nasional," akunya seperti dilansir Football Italia.

“Di Inter ia telah menemukan rekan-rekan setim yang hebat dan pelatih hebat di dalam diri Antonio Conte,” serunya.

2 dari 2 halaman

Martial, Bukan Lukaku

Sebelumnya, Jermaine Jenas mempertanyakan keputusan Manchester United menjual Romelu Lukaku pada musim panas. Padahal menurutnya, pemain yang seharusnya dilepas Setan Merah adalah Anthony Martial.

Jenas menilai Lukaku lebih baik dari Martial. Karena itu, ia bingung melihat Setan Merah lebih memilih melepas Lukaku ketimbang anak muda asal Prancis tersebut.

"Mengapa menyingkirkan Lukaku ketika Anda memiliki seseorang seperti Martial yang melakukan itu [tak konsisten] setiap minggu," tuturnya.

"Hanya karena ia pemain yang lebih muda, atau ia lebih berharga? Saya mempertanyakan begitu banyak keputusan yang sudah dibuat."

(football italia)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR