Best XI Juventus di Era Andrea Agnelli: Cristiano Ronaldo Masuk, Del Piero Tersingkir

Richard Andreas | 27 Mei 2020, 06:30
Selebrasi Cristiano Ronaldo usai membobol gawang SPAL (c) AP Photo
Selebrasi Cristiano Ronaldo usai membobol gawang SPAL (c) AP Photo

Bola.net - Sudah sepuluh tahun berlalu sejak Andrea Agnelli mulai memimpin Juventus pada 18 Mei 2010 lalu. Tentu, dia hanya perlu meneruskan kerja keras keluarga Agnelli yang sudah puluhan tahun mengelola Juventus.

Perjalanan Andrea Agnelli tidak mudah. Tahun pertamanya bahkan sangat buruk, Juve hanya bisa finis di peringkat ke-7 Serie A dan gagal bermain di Eropa untuk musim berikutnya.

Kendati demikian, 9 tahun berikutnya berjalan begitu sukses. Juve sangat dominan di Serie a, beberapa kali mencapai final Liga Champions, bahkan sekarang punya stadion sendiri.

Pada periode itu Juve berhasil meraih 16 trofi mayor, termasuk 8 gelar Serie A, 4 Coppa Italia, dan 4 Supercoppa Italiana. Satu-satunya gelar yang masih jadi impian Juve adalah Liga Champions.

Ambisi untuk meraih trofi paling bergengsi itu terbukti pada kerja keras Agnelli mendatangkan pemain-pemain terbaik. Di eranya, selalu ada pemain-pemain top di tiap-tiap posisi untuk membentuk skuad terbaik Eropa.

Kini, merangkum skuad Juventus dalam 10 tahun terakhir, setidaknya ada 11 pemain spesial yang layak masuk starting XI terbaik era Agnellli. Siapa saja mereka? Mengutip Sportskeeda, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 12 halaman

Kiper: Gianluigi Buffon

Kiper Juventus, Gianluigi Buffon (c) Juventus FCKiper Juventus, Gianluigi Buffon (c) Juventus FC

Mudah memilih Buffon, dia adalah salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola. Tidak hanya untuk penampilannya di lapangan, Buffon juga penting dalam banyak hal.

Dia adalah pemain senior yang dikagumi dalam skuad. Dia pemimpin dengan aura positif yang bisa membimbing rekan-rekannya.

Tercatat, Buffon menorehkan 323 penampilan di era Agnelli -- meski sempat menghabiskan satu musim bersama PSG.

2 dari 12 halaman

Bek kiri: Giorgio Chiellini

Giorgio Chiellini (c) AFPGiorgio Chiellini (c) AFP

Salah satu pemain paling konsisten dan setia untuk Juventus. Chiellini dianggap sebagai salah satu bek terbaik produksi Italia, dia selalu menyuguhkan permainan presisi dengan tekel-tekel bersih.

Chiellini sudah melewati 342 penampilan untuk Juve sejak awal musim 2010/11 lalu. Penyesalan terbesarnya mungkin ada ketika tidak bisa membela Juve pada duel kontra Barcelona di final 2015.

3 dari 12 halaman

Bek tengah: Andrea Barzagli

Andrea Barzagli (c) JUVEAndrea Barzagli (c) JUVE

Transfer Barzagli dari Wolfsburg merupakan salah satu kebijakan transfer terbaik Juventus di era Agnelli. Kariernya terus melonjak sejak transfer tersebut.

Barzagli jadi figur penting dalam pertahanan Bianconeri, dengan 281 penampilan di semua kompetisi.

Barzagli memutuskan pensiun pada tahun 2019 lalu. Dia sempat dipercaya jadi staf pelatih defensif Juve di bawah Maurizio Sarri, tapi baru-baru ini memilih mundur.

4 dari 12 halaman

Bek tengah: Leonardo Bonucci

Leonardo Bonucci (c) AP PhotoLeonardo Bonucci (c) AP Photo

Bonucci sempat dikritik keras saat memutuskan hengkang ke AC Milan pada tahun 2017 lalu. Kabarnya Barzagli pindah karena berselisih dengan Massimiliano Allegri usai kegagalan di final Liga Champions 2017.

Sayangnya karier Bonucci di Milan singkat dan buruk, dia hanya bertahan satu musim di sana. meski transfer ini masih menyebalkan bagi sebagian besar fans Juve, kontribusi Bonucci dalam 10 tahun terakhir tidak bis adiabaikan.

5 dari 12 halaman

Bek kanan: Stephan Lichsteiner

Stephan Lichtsteiner. (c) AFPStephan Lichtsteiner. (c) AFP

Lichsteiner mungkin merupakan salah satu pemain yang paling diremehkan selama mengenakan kostum Juventus, padahal peran dan kontribusinya sangat bear.

Dia pindah dari Lazio pada awal musim 2011 dan selalu tampil konsisten sejak saat itu. Mungkin Lichsteiner adalah salah satu bek sayap paling energik yang pernah dimiliki Juventus.

Dia bisa menyesuaikan diri pada perubahan formasi. Entah 3-5-2 atau 4-3-1-2, dia selalu bisa diandalkan bermain apik.

6 dari 12 halaman

Gelandang sentral kiri: Arturo Vidal

Banteng di lapangan, Vidal tampil dominan untuk Juventus pada rentang 2011-2015. Mungkin perannya dipandang sebelah mata karena hanya soal merusak permainan lawan, tapi sebenarnya Vidal memikul beban penting.

Karena dialah pemain-pemain kreatif seperti Andrea Pirlo dan Paul Pogba bisa bebas berkreasi. Terlebih, Vidal juga terbukti bisa mencetak gol-gol penting, tidak hanya menjegal lawan.

7 dari 12 halaman

Gelandang sentral: Andrea Pirlo

Andrea Pirlo (c) AFPAndrea Pirlo (c) AFP

Mungkin merupakan maestro lini tengah terbaik dalam sejarah sepak bola Italia, Andrea Pirlo tiba di Juventus pada musim panas 2011.

Pirlo adalah otak permainan Juventus. Dia melakukan segala hal penting dari lini tengah, memberikan umpan-umpan kunci yang mengejutkan bek-bek lawan.

Pirlo meraih empat gelar Serie A, satu Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italiana bersama Juventus. Entah apa alasan Milan menjualnya.

8 dari 12 halaman

Gelandang sentral kanan: Claudio Marchisio

Claudio Marchisio (c) SIClaudio Marchisio (c) SI

Claudio Marchisio merupakan salah satu produk terbaik akademi Juventus. Dia benar-benar menjunjung tinggi nama klub, mungkin tidak ada pemain yang berjuang demi Juve sebesar Marchisio.

Gelandang Italia ini selalu jadi andalan Antonio Conte pada musim pertamanya. Marchisio punya energi luar biasa, konstan, tangguh, dan bisa memimpin tim.

9 dari 12 halaman

Gelandang serang: Paulo Dybala

Bintang Juventus, Paulo Dybala (c) AP PhotoBintang Juventus, Paulo Dybala (c) AP Photo

Kariernya tidak selalu mulus, tapi peran Paulo Dybala jelas sangat penting. Dia bahkan merupakan salah satu pemain terbaik dalam skuad Juve saat ini.

Kedatangan Cristiano Ronaldo sempat menyulitkan Dybala, khususnya di era Massimiliano Allegri. Untungnya sekarang Maurizio Sarri cenderung memainkan dua pemain top ini bersamaan.

Dybala jelas masih punya waktu untuk terus berjuang membuktikan kualitasnya bersama Juve.

10 dari 12 halaman

Striker: Cristiano Ronaldo

Selebrasi Cristiano Ronaldo usai membobol gawang SPAL (c) AP PhotoSelebrasi Cristiano Ronaldo usai membobol gawang SPAL (c) AP Photo

Meski belum genap dua musim, rasanya sulit mencoret Cristiano Ronaldo dari daftar ini. Kedatangannya adalah bukti ketegasan Juventus dalam usaha menjuarai Liga Champions, trofi impian mereka.

Kehadiran Ronaldo langsung membawa dampak instan. Tidak hanya soal perkembangan permainan tim di lapangan, dia juga mendatangkan sponsor dan berbagai sumber finansial lainnya.

Sekarang Ronaldo sudah 35 tahun, tapi kemampuan dan ancamannya masih menakutkan untuk bek-bek lawan.

11 dari 12 halaman

Striker: Carlos Tevez

Carlos Tevez jadi pemain penting Juventus usai didatangkan dari Manchester City pada tahun 2013 lalu. Dia pencetak gol luar biasa, dengan keterampilan dan keberanian yang dibutuhkan Juventus pada saat itu.

Tevez mencetak 50 gol dalam 95 pertandingan untuk Juve. Dia berperan penting dalam membantu Juve mencapai final Liga Champions 2015, sayangnya kalah di hadapan Barcelona.

12 dari 12 halaman

Dibuang Sayang

Selain 11 nama di antas, sebenarnya masih ada beberapa pemain terbaik yang tampil gemilang di era Agnelli. Nama-nama ini tidak masuk starting XI karena berberapa alasan, termasuk karier singkat dan kepergian ke klub lain.

Yang layak disebut: Alessandro Del Piero, Paul Pogba, Gonzalo Higuaín, Miralem Pjanic, Mario Mandzukic, Patrice Evra, Medhi Benatia

Sumber: Sportskeeda

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR