BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

5 Pelajaran Lazio vs AC Milan: Rossoneri, From Hero to Zero

27-04-2021 09:01 | Yaumil Azis

AC Milan menyerah 0-3 di markas Lazio, Selasa (27/4/2021) (c) AP Photo
AC Milan menyerah 0-3 di markas Lazio, Selasa (27/4/2021) (c) AP Photo

Bola.net - Rangkaian pekan ke-33 Serie A ditutup dengan pertandingan antara Lazio melawan AC Milan yang digelar di Stadio Olimpico, Selasa (27/4/2021) dinihari WIB. Lazio yang berlaku sebagai tuan rumah keluar sebagai pemenang dengan skor telak 3-0.

Pertandingan kali ini telah menghasilkan banyak peluang sedari awal. Salah satunya menghasilkan gol pertama Lazio yang dicetak Joaquin Correa pada menit ke-2.

Pemain kelahiran Argentina tersebut menambah penderitaan AC Milan dengan gol keduanya yang lahir di awal babak kedua. Lalu bomber andalan Biancocelesti, Ciro Immobile, menjadi penutup kemenangan dengan golnya pada menit ke-87.

Ada lima pelajaran penting yang Bolaneters petik dari kemenangan telak Lazio atas AC Milan ini. Informasi selengkapnya bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.

1 dari 5 halaman

From Hero to Zero

Pada awal musim, penikmat sepak bola dipertontonkan Milan yang begitu perkasa. Mereka menduduki peringkat pertama sejak pekan ke-4 dan bertahan cukup lama.

Milan juga sempat melewatkan 15 pertandingan tanpa kekalahan. Tidak heran kalau mereka digadang-gadang sebagai calon terkuat peraih Scudetto musim ini. Namun begitu memasuki tahun 2021, kekuatan Rossoneri seolah tersedot keluar dari tubuhnya.

Sebanyak tujuh kekalahan telah mereka rasakan mulai dari bulan Januari hingga April ini. Klub besutan Stefano Pioli itu juga turun ke peringkat lima di klasemen sementara. Rossoneri terancam tak bisa berpartisipasi di Liga Champions musim depan.

2 dari 5 halaman

Tiga Gol Masih Kurang Buat Lazio

Pertandingan kali ini menghasilkan banyak peluang emas. Bahkan ketika pertandingan belum berjalan lima menit, kedua tim sudah menghasilkan sekitar 3-4 peluang berbahaya di masing-masing gawang.

Lazio menghasilkan lima tembakan tepat sasaran, tiga di antaranya menjadi gol. Namun seharusnya, mereka sangat mungkin menang dengan mengantongi lebih banyak gol di pertandingan ini.

Salah satu peluang emas yang gagal menjadi gol tercipta pada menit ke-80. Ciro Immobile melepaskan tembakan indah yang berhasil melewati jangkauan Gianluigi Donnarumma. Sayangnya, bola membentur tiang gawang.

3 dari 5 halaman

Tak Seharusnya Mandzukic ke Italia Lagi

Milan meyakini kalau lini depannya membutuhkan tambahan tenaga. Dan pada Januari lalu, mereka mendatangkan Mario Mandzukic yang sudah tidak bermain sejak meninggalkan klub Qatar, Al Duhail, enam bulan sebelumnya.

Mandzukic diharapkan bisa menjadi pelapis Zlatan Ibrahimovic dikala cedera. Toh, dengan pengalamannya bermain bersama Juventus selama empat musim, striker asal Kroasia tersebut seharusnya bisa memberikan dampak instan.

Namun nyatanya tidak. Mandzukic baru bermain sebanyak tujuh kali di pentas Serie A, delapan di semua kompetisi, namun belum mencetak gol sejauh ini. Sepertinya ia memang harus tinggal di Qatar atau melanjutkan karir di Amerika Serikat saja.

4 dari 5 halaman

Pepe Reina Belum Habis

Jika ada sosok yang membuat barisan lini depan Milan frustrasi, maka jawabannya adalah Pepe Reina. Kiper asal Spanyol tersebut mampu melakukan penyelamatan gemilang dari berbagai macam peluang yang dibuat oleh Rossoneri.

Masalahnya, semua penyelamatan yang dilakukan olehnya krusial. Beberapa di antaranya memiliki peluang 90 persen gol jika bukan dirinya yang berada di bawah mistar gawang. Salah satu contohnya adalah sepakan mendatar Calhanoglu ketika laga baru berjalan beberapa detik.

Ada lagi peluang dari Calhanoglu pada menit ke-30, di mana dirinya sempat mengecoh dua bek Lazio sebelum melepaskan tembakan. Reina bersama dua bek tersebut, namun tetap tenang sehingga bisa menghalau bola.

5 dari 5 halaman

Milan Belum Bisa Kehilangan Calhanoglu

Pertandingan ini menunjukkan bahwa peran Calhanoglu buat Milan sangatlah krusial, menyamai Zlatan Ibrahimovic. Menurut catatan Whoscored, Calhanoglu melepaskan lima tembakan yang dua di antaranya menemui sasaran.

Bukan cuma berbahaya di depan gawang, Calhanoglu juga pandai dalam mendistribusikan operan. Tercatat, pria asal Turki tersebut menyelesaikan 44 dari 50 operan serta membuat tiga key pass selama pertandingan berlangsung.

Milan terancam kehilangan Calhanoglu pada musim panas nanti. Bahkan, bisa-bisa tidak mendapatkan sepeser pun dari kepergian sang pemain. Sebab kontraknya saat ini hanya berlaku sampai bulan Juni mendatang.

KOMENTAR