BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran Laga AC Milan vs Atalanta: Rossoneri Masih Takluk di Hadapan La Dea

24-01-2021 04:20 | Yaumil Azis

Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic. (c) AP Photo Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic. (c) AP Photo

Bola.net - Pertandingan sengit terjadi dalam pekan ke-19 Serie A yang mempertemukan AC Milan dengan Atalanta di markasnya, San Siro, Minggu (24/1/2021). Klub asuhan Stefano Pioli itu tumbang dengan skor telak 0-3.

Milan sudah tertinggal sejak menit ke-26 setelah Cristian Romero mencetak gol lewat sundulannya. Penderitaan Rossoneri semakin menjadi-jadi setelah Josip Ilicic sukses menambah keunggulan Atalanta di menit ke-53.

Duvan Zapata menjadi penutup kemenangan La Dea. Striker berkebangsaan Kolombia tersebut berhasil mencetak gol usai menerima umpan terobosan yang gemilang dari Romero pada menit ke-77.

Ada lima pelajaran penting yang Bolaneters bisa petik dari pertandingan kali ini. Seperti biasanya, informasi lengkap bisa anda simak dengan melakukan scroll ke bawah.

1 dari 5 halaman

Satu Kemenangan dari 11 Laga

Milan memiliki rekor buruk saat menghadapi Atalanta. Dari 11 pertemuan terakhirnya termasuk laga pada dinihari, Milan hanya mampu menuai satu kemenangan saja. Itupun diraih pada musim 2018/19 kemarin dengan skor 3-1.

Sejak saat itu, Milan dan Atalanta sudah bertemu sebanyak tiga kali. Rossoneri kalah dua kali dan hanya mampu meraih satu hasil imbang dengan agregat 1-9. Di awal musim 2019/20, mereka kalah memalukan 0-5.

Atalanta memang menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa tahun terakhir. Mereka bahkan menjadi perwakilan reguler Italia di Liga Champions dalam dua musim belakangan dan selalu bisa melewati fase grup.

2 dari 5 halaman

San Siro Tak Angker Buat Lawan

Menurut catatan. 15 dari 22 gol yang bersarang di gawang Milan tercipta di markasnya sendiri, San Siro. Perlu dicatat juga kalau Atalanta merupakan tim kedua yang berhasil mencetak tiga gol dalam satu laga di tahun 2021.

Milan sudah menelan dua kekalahan, yang sialnya sama-sama terjadi di San Siro juga. Sang juara bertahan Serie A, Juventus, menjadi tim yang pertama mengalahkan Milan dengan skor yang lumayan telak 3-1.

Selain Juventus dan Atalanta, AS Roma juga sempat mencetak tiga gol saat bertandang ke markas Milan pada bulan Oktober lalu. Bedanya, pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 3-3.

3 dari 5 halaman

Debut Menjanjikan Mario Mandzukic

Baru-baru ini, Milan mengumumkan Mario Mandzukic sebagai rekrutan barunya pada musim dingin ini. Penyerang berdarah Kroasia tersebut didaratkan di San Siro secara gratis menyusul kontraknya bersama Al-Duhail tidak diperpanjang.

Tanpa berlama-lama, Milan langsung memainkan penyerang barunya tersebut di menit ke-70 sebagai pengganti. Beberapa menit setelahnya, ia menciptakan peluang emas yang nyaris membantu Milan memperkecil kedudukan.

Mandzukic sudah cukup familiar dengan iklim sepak bola di italia. Pasalnya pria berusia 34 tahun itu pernah memperkuat Juventus selama empat musim, terhitung dari tahun 2015 hingga 2019.

4 dari 5 halaman

Penampilan Gemilang Josip Ilicic

Ilicic menarik perhatian setelah berhasil mencetak empat gol ke gawang Valencia di ajang Liga Champions. Momen itu jadi titik balik untuknya. Setelahnya, pria berdarah Slovenia itu didera berbagai macam permasalahan.

Tahun 2020 bisa dikatakan buruk buat Ilicic. Pertama-tama, ia mendapati istrinya selingkuh dengan orang lain. Lalu hasil tes yang menyatakan dirinya positif Covid-19 membuat Ilicic kian depresi.

Perlahan, ia melewati semua momen-momen buruk itu dan mulai menunjukkan performa apik. Sejak awal tahun 2021, Ilicic sudah mengantongi dua gol dam tiga assist dari tujuh penampilan. Bukan catatan yang buruk.

5 dari 5 halaman

Campione D'Inverno Resmi di Tangan Milan

Satu hal yang patut disyukuri Milan saat ini adalah kekalahan tidak membuat mereka tergeser dari puncak klasemen Serie A. Untungnya, Inter Milan yang berada di peringkat kedua gagal meraih kemenangan saat bertemu Udinese.

Dengan demikian, mereka resmi menjadi peraih status Campione D'Inverno. Status itu sendiri diberikan kepada tim yang menduduki peringkat pertama pada pertengahan satu musim Serie A.

Campione D'Inverno dibaluti dengan kisah positif, di mana peraihnya berpeluang menjadi juara di akhir musim. Apakah ini pertanda kalau Milan akan mengakhiri dominasi Juventus di kompetisi domestik?

KOMENTAR