5 Pelajaran Laga AC Milan 1-0 Empoli: 16 Pencetak Gol Berbeda Rossoneri di Serie A

Asad Arifin | 13 Maret 2022, 05:47
Ekspresi Zlatan Ibrahimovic pada laga melawan Empoli di pekan ke-29 Serie A 2021/2022 (c) AP Photo
Ekspresi Zlatan Ibrahimovic pada laga melawan Empoli di pekan ke-29 Serie A 2021/2022 (c) AP Photo

Bola.net - AC Milan mengamankan tiga poin penting saat menjamu Empoli pada laga pekan ke-29 Serie A, Minggu (13/3/2022) dini hari WIB. Pada duel yang dimainkan di San Siro tersebut, Milan menang dengan skor tipis 1-0.

Milan sebenarnya punya cukup banyak peluang mencetak gol, tetapi mereka sangat tidak efektif. Milan menang lewat gol semata wayang Pierre Kalulu pada menit ke-19. Kalulu mencetak gol dari sepakan jarak jauh.

Bagi Milan, hasil ini mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen dengan 63 poin. Sementara, Empoli berada di posisi ke-13 dengan 32 poin. Empoli cukup aman dari ancaman degradasi walau secara matematis masih bisa terseret ke zona merah.

Lantas, pelajaran apa yang bisa dipetik dari laga AC Milan vs Empoli? Simak selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters:

1 dari 6 halaman

Bukan Performa Terbaik

Skuat AC Milan merayakan gol Pierre Kalulu ke gawang Empoli, Minggu (13/3/2022) (c) AP Photo

Skuat AC Milan merayakan gol Pierre Kalulu ke gawang Empoli, Minggu (13/3/2022) (c) AP Photo

Harus diakui bahwa Milan tidak tampil pada performa terbaiknya. Tapi, Milan tetap mampu mengamankan tiga poin yang sangat penting dalam persaingan scudetto Serie A.

Milan melepas 15 shots, tapi hanya lima yang tepat sasaran, dan satu menjadi gol. Milan membuang banyak peluang. Dari sisi penguasaan bola, Milan juga hanya unggul tipis dari Empoli.

Tapi, lini belakang Milan tampil cukup solid. Mereka tidak memberi banyak ruang bagi Empoli. Duet Kalulu dan Tomori tampil bagus. Maginan juga membuat dua penyelamatan yang sangat krusial.

2 dari 6 halaman

Antara Jumlah dan Distribusi Gol Milan

Pierre Kalulu (kiri) merayakan golnya bersama Rafael Leao (kanan) (c) AP Photo

Pierre Kalulu (kiri) merayakan golnya bersama Rafael Leao (kanan) (c) AP Photo

Milan hanya sekali mencetak gol pada enam laga terakhir. Momen itu terjadi saat Milan bermain imbang 2-2 melawan Salernitana, klub yang kini berada di dasar klasemen.

Milan punya masalah pelik di lini depan. Ibrahimovic jarang dalam kondisi bugar sehingga tidak bisa diandalkan. Sementara, Giroud juga belum rutin mencetak gol walau tampil bagus. Mereka adalah top skor klub dengan delapan gol.

Tapi, Milan beruntung karena punya banyak pemain yang bisa mencetak gol. Musim ini, Milan punya 16 pencetak gol berbeda di Serie A. Termasuk Kalulu yang baru saja mencetak gol. Dari 16 pencetak gol itu, tercipta 55 gol.

3 dari 6 halaman

Tanda Tanya untuk Kessie

Selebrasi gol Franck Kessie pada duel melawan Lazio di perempat final Coppa Italia 2021/2022 (c) AP Photo

Selebrasi gol Franck Kessie pada duel melawan Lazio di perempat final Coppa Italia 2021/2022 (c) AP Photo

Pioli kembali memainkan Kessie sebagai pemain 'nomor 10'. Tapi, lagi-lagi Kessie tidak berkembang dengan baik. Pemain asal Pantai Gading itu tampak kesulitan selama berada di lapangan.

Kessie memang membuat dua umpan kunci bagi Milan, tetapi dia tidak cukup agresif dan efektif. Bukan hal yang mengejutkan jika kemudian Kessie ditarik keluar dan diganti Brahim Diaz.

Secara umum, performa Kessie menurun drastis pada musim 2021/2022. Dia baru mencetak lima gol dan mulai sering diganti atau menjadi pemain pengganti.

4 dari 6 halaman

Peluang Scudetto?

Para pemain AC Milan merayakan kemenangan atas Empoli pada pekan ke-29 Serie A 2021/2022 (c) AP Photo

Para pemain AC Milan merayakan kemenangan atas Empoli pada pekan ke-29 Serie A 2021/2022 (c) AP Photo

Tiga poin dari laga melawan Empoli amat sangat dibutuhkan Milan. Setelah pekan lalu memenangkan laga 'enam poin' melawan Napoli, kini Milan mendapat poin penuh lagi yang sangat krusial.

Milan tetap aman di puncak klasemen, dengan keunggulan lima poin dari Inter Milan yang belum memainkan laga pekan ke-29. Patut diingat, Inter juga punya satu laga yang belum diputuskan statusnya yakni lawan Bologna.

Pada sembilan laga tersisa dalam perebutan scudetto, Milan tidak akan berjumpa Inter. Jadi, Milan harus terus menang agar penentuan gelar scudetto ada di tangan sendiri dan tidak bergantung pada hasil Inter.

5 dari 6 halaman

Capaian Stefano Pioli

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, pada laga melawan Empoli di pekan ke-29 Serie A 2021/2022 (c) AP Photo

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, pada laga melawan Empoli di pekan ke-29 Serie A 2021/2022 (c) AP Photo

Pioli patut bangga dengan capaian yang diraih sebagai pelatih. Sebab, pria 56 tahun itu menjadi orang ketujuh yang mampu mencatatkan 600 laga di Serie A sebagai pelatih. Laga ke-600 juga dirayakan dengan kemenangan.

Pioli adalah sosok dengan pengalaman panjang di Italia. Sebelum di Milan, dia pernah melatih Fiorentina, Inter Milan, Lazio, hingga Parma.

Tapi, Pioli belum pernah merasakan gelar juara pada top level. Capaian terbaik Pioli adalah runner-up di Serie A, Coppa Italia, dan Super Coppa Italiana. Lantas, apakah musim ini Pioli akan meraif trofi pertamanya?

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR